Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua  




Senin 23 September 2019

20:54 WIB

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
@prfmnews

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
PRFMNewsChannel

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
Selasa 20 Agustus 2019, 19:05 WIB
Damailah Papua
Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua




Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

Foto: Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jalan Trikora Wosi Manokwari, Senin 19 Agustus 2019. Aksi massa itu merupakan buntut kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang

BANDUNG, (PRFM) - Anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat Michael Wattimena mendesak Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas penyebab kemarahan warga Papua. Ia menduga ada pihak provokator yang sengaja memicu konflik.

"Kami minta, melalui forum paripurna yang mulia ini, kepada Bapak Kapolri agar mengusut siapa yang sebenarnya di balik penurunan bendera atau memasukkan bendera merah putih di dalam selokan itu," ujarnya saat Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Insiden ucapan pengusiran dan rasialisme yang dialami sejumlah mahasiswa Papua memicu unjuk rasa yang berujung kericuhan di Papua dan Papua Barat. Warga Papua meluapkan kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang.

"Melalui forum yang mulia ini, kami minta supaya diusut dengan tegas kejadian di Surabaya dan di Malang. Sebenarnya ini konten politiknya apa, apa lagi ini masih dalam suasana ulang tahun kemerdekaan yang ke 74, pasti ada yang main di balik ini semua," papar Wattimena.

Michael menyayangkan tindakan rasisme dan body shaming yang ditujukan kepada mahasiswa Papua. Dia juga meminta kepada para penegak hukum agar yang pihak memviralkan hal tersebut juga diproses secara hukum.

"Ini harus diusut secara tuntas dan tegas, karena kita adalah satu bangsa. Dan kalau bisa ini yang terakhir, perilaku ungkapan body shaming yang mengidentikkan manusia seperti binatang cukup sampai di sini. Jangan lagi terulang dan terulang, karena kita sama-sama anak satu bangsa," ungkap Wattimena. 










 

BERITA TERKAIT


Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
 

BERITA PILIHAN


Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

 

BERITA LAINNYA

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019


Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019 Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Tolak Revisi RKHUP dan Revisi RUU KPK
Senin 23 September 2019 Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua Mall Pelayanan Publik di Kota Bandung Mendesak
Senin 23 September 2019 Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua Pemkot Bandung Ajukan Pasar Kosambi Jadi Mall Pelayanan Publik
Senin 23 September 2019 Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua Tino Marini, Pelukis Wanita Asal Bandung Akan Gelar Pameran Tunggal
Senin 23 September 2019 Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua Persib Kandaskan Persipura dengan Skor Telak 3-1
Senin 23 September 2019 Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

 

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
Selasa 20 Agustus 2019, 19:05 WIB
Damailah Papua

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua
Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua


Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


Foto: Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jalan Trikora Wosi Manokwari, Senin 19 Agustus 2019. Aksi massa itu merupakan buntut kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang

BANDUNG, (PRFM) - Anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat Michael Wattimena mendesak Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas penyebab kemarahan warga Papua. Ia menduga ada pihak provokator yang sengaja memicu konflik.

"Kami minta, melalui forum paripurna yang mulia ini, kepada Bapak Kapolri agar mengusut siapa yang sebenarnya di balik penurunan bendera atau memasukkan bendera merah putih di dalam selokan itu," ujarnya saat Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Insiden ucapan pengusiran dan rasialisme yang dialami sejumlah mahasiswa Papua memicu unjuk rasa yang berujung kericuhan di Papua dan Papua Barat. Warga Papua meluapkan kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang.

"Melalui forum yang mulia ini, kami minta supaya diusut dengan tegas kejadian di Surabaya dan di Malang. Sebenarnya ini konten politiknya apa, apa lagi ini masih dalam suasana ulang tahun kemerdekaan yang ke 74, pasti ada yang main di balik ini semua," papar Wattimena.

Michael menyayangkan tindakan rasisme dan body shaming yang ditujukan kepada mahasiswa Papua. Dia juga meminta kepada para penegak hukum agar yang pihak memviralkan hal tersebut juga diproses secara hukum.

"Ini harus diusut secara tuntas dan tegas, karena kita adalah satu bangsa. Dan kalau bisa ini yang terakhir, perilaku ungkapan body shaming yang mengidentikkan manusia seperti binatang cukup sampai di sini. Jangan lagi terulang dan terulang, karena kita sama-sama anak satu bangsa," ungkap Wattimena. 






 

BERITA LAINNYA



Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019
Karhutla Sumatera dan Kalimantan


Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP


Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Tolak Revisi RKHUP dan Revisi RUU KPK
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP


Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

Mall Pelayanan Publik di Kota Bandung Mendesak
Senin 23 September 2019
Kota Bandung