UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen  




Kamis 23 Januari 2020

21:17 WIB

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
@prfmnews

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
PRFMNewsChannel

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
Rabu 11 September 2019, 14:49 WIB
Kabupaten Bandung
UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen




UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

Redaksi Oleh : Siti Resa Mutoharoh
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG (PRFM) – Per 1 januari 2019, Pemerintah menargetkan 95 persen Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) penduduk Indonesia harus mempunyai Jaminan Kesehatan Kartu Indonesisa Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Namun, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan (Ekjah) Kabupaten Bandung, Marlan, mengatakan Kabupaten Bandung baru mencapai 78,64 persen disebabkan karena banyaknya jumlah masyarakat di Kabupaten Bandung.  

“Untuk kepesertaan ada di 78,64 persen, sebetulnya dari pusat menargetkan 1 januari 2019 harus mencapai UHC 100 persen atau minimal 95 persen. Untuk Kabupaten Bandung sendiri karena masyarakatnya banyak, sehingga kesulitan mencapai Universal Health Coverage UHC 100 persen,” ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Akibat diadakannya upaya peningkatan, lanjut Marlan, Kabupaten Bandung melakukan pemotongan cukai rokok. Padahal jika dihitung, sisa anggaran 20 persen dengan angka anggaran yang dipotong, jumlahnya lebih besar yang dipotong.

”Tapi kita sedang upayakan itu dengan beberapa pola kemudian akibatnya daerah kita ada pemotongan dari cukai rokok untuk memehuni itu. Padahal kalau kita hitung yang sisa 20 persen dengan angka uang yang dipotong lebih besar uang yang dipotong sebetulnya,” ujarnya.

Tidak hanya meningkatakan keanggoatan BPJS, Marlan menjelaskan, pemerintah akan melakukan peningkatan layanan BPJS. Pembangunan Rumah Sakit Soreang pun menjadi salah satu upaya peningkatan pelayanan tersebut.

“Tidak hanya kepesertaan BPJS nya saja. Kita juga sedang membangun Rumah Sakit Soreang yang menghabiskan uang 300 miliyar. Salah satu upaya untuk menambah daya tampung,” ujarnya

Penerimaan pasien diluar Kabupaten Bandung pun menjadi hambatan pelayanan yang optimal.

“Di kabupaten sendiri untuk tempat tidur 3700 yang ada 1200 kamar di rumah sakit ,belum lagi Kabupaten Bandung ini menerima pasien diluar Kabupaten Bandung, seperti Cianjur, Garut,” paparnya.











 

BERITA TERKAIT


UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
 

BERITA PILIHAN


UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

 

BERITA LAINNYA

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020


Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020 UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen INFO PENEMUAN: Mengaku dari Kopo, Balita Ini Diamankan di Bandung Kulon
Kamis 23 Januari 2020 UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen Soal Dugaan Pungli, Kepsek SMPN 44 Bandung Akan Telusuri
Kamis 23 Januari 2020 UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen Stadion Si Jalak Harupat Batal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021
Kamis 23 Januari 2020 UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

 

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
Rabu 11 September 2019, 14:49 WIB
Kabupaten Bandung

UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen
UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen


UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

Redaksi Oleh : Siti Resa Mutoharoh
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG (PRFM) – Per 1 januari 2019, Pemerintah menargetkan 95 persen Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) penduduk Indonesia harus mempunyai Jaminan Kesehatan Kartu Indonesisa Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Namun, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan (Ekjah) Kabupaten Bandung, Marlan, mengatakan Kabupaten Bandung baru mencapai 78,64 persen disebabkan karena banyaknya jumlah masyarakat di Kabupaten Bandung.  

“Untuk kepesertaan ada di 78,64 persen, sebetulnya dari pusat menargetkan 1 januari 2019 harus mencapai UHC 100 persen atau minimal 95 persen. Untuk Kabupaten Bandung sendiri karena masyarakatnya banyak, sehingga kesulitan mencapai Universal Health Coverage UHC 100 persen,” ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Akibat diadakannya upaya peningkatan, lanjut Marlan, Kabupaten Bandung melakukan pemotongan cukai rokok. Padahal jika dihitung, sisa anggaran 20 persen dengan angka anggaran yang dipotong, jumlahnya lebih besar yang dipotong.

”Tapi kita sedang upayakan itu dengan beberapa pola kemudian akibatnya daerah kita ada pemotongan dari cukai rokok untuk memehuni itu. Padahal kalau kita hitung yang sisa 20 persen dengan angka uang yang dipotong lebih besar uang yang dipotong sebetulnya,” ujarnya.

Tidak hanya meningkatakan keanggoatan BPJS, Marlan menjelaskan, pemerintah akan melakukan peningkatan layanan BPJS. Pembangunan Rumah Sakit Soreang pun menjadi salah satu upaya peningkatan pelayanan tersebut.

“Tidak hanya kepesertaan BPJS nya saja. Kita juga sedang membangun Rumah Sakit Soreang yang menghabiskan uang 300 miliyar. Salah satu upaya untuk menambah daya tampung,” ujarnya

Penerimaan pasien diluar Kabupaten Bandung pun menjadi hambatan pelayanan yang optimal.

“Di kabupaten sendiri untuk tempat tidur 3700 yang ada 1200 kamar di rumah sakit ,belum lagi Kabupaten Bandung ini menerima pasien diluar Kabupaten Bandung, seperti Cianjur, Garut,” paparnya.







 

BERITA LAINNYA



UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020
Pendidikan


UHC di Kabupaten Bandung Baru Capai 78 Persen

Soal Dugaan Pungli, Kepsek SMPN 44 Bandung Akan Telusuri
Kamis 23 Januari 2020
Dugaan Pungli SMP Bandung