Udara Riau Kian Buruk  




Selasa 12 November 2019

03:51 WIB

Udara Riau Kian Buruk
@prfmnews

Udara Riau Kian Buruk
PRFMNewsChannel

Udara Riau Kian Buruk

Udara Riau Kian Buruk
Minggu 15 September 2019, 10:42 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau
Udara Riau Kian Buruk
Udara Riau Kian Buruk




Udara Riau Kian Buruk

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) -  Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Riau masih berdampak pada kualitas udara hingga hari Sabtu (14/9/2019). Kualitas udara dengan kategori sedang hingga sangat tidak sehat terpantau di beberapa titik.

Terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), rekapitulasi Data P3E Sumatera KLHK dan Dinas LHK Provinsi Riau pada pukul 07.00 - 15.00 WIB kemarin, mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) tertinggi di wilayah Pekanbaru 269, Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113. Angka tersebut mengindikasikan kondisi kualitas udara tidak sehat atau penunjuk angka 101 - 199. Sehari sebelumnya Jumat (13/9/2019), kualitas udara di wilayah Riau pada kondisi sangat tidak sehat hingga berbahaya. 

Data juga menunjukkan kualitas udara di provinsi lain, seperti Jambi (123), Kepulauan Riau (89), Sumatera Selatan (51), Sumatera Barat (46) dan Aceh (14). Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 - 50), sedang (51 - 100), tidak sehat (101 - 199), sangat tidak sehat (200 - 299), dan berbahaya (lebih dari 300).     

Mendukung operasi pemadaman karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama kementerian/lembaga, TNI dan Polri menggerahkan personel untuk penanganan di beberapa provinsi. Tujuh helikopter untuk pengemboman air dan patroli dikerahkan untuk wilayah Provinsi Riau. Terhitung dari 19 Februari 2019 hingga 31 Oktober lalu, lebih dari 124 juta liter air digelontorkan untuk pengemboman air dan lebih dari 159 ton garam untuk operasi hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca (TMC). 

Luas lahan terbakar akibat karhutla di wilayah Riau menurut catatan BNPB yaitu seluas 49.266 hektar. Sejumlah luas lahan terbakar lahan gambut seluas 40.553 ha dan mineral 8.713 ha. Karhutla yang masih terus berlangsung ini mengakibatkan dampak yang luas selain kerusakan lingkungan dan kesehatan, juga aktivitas kehidupan warga masyarakat. 

BNPB mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya bermain dengan kata-kata saja, tetapi harus bertindak secara nyata. Hal ini diungkapkan mengingat sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo mendengar slogan "Riau Tanpa Asap". Namun, ini bertolak belakang dengan kondisi yang dihadapi Riau saat ini. 

"Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap," ujar Doni dilansir laman BNPB, Minggu (15/9/2019).










 

BERITA TERKAIT


Udara Riau Kian Buruk
 

BERITA PILIHAN


Udara Riau Kian Buruk

 

BERITA LAINNYA

Udara Riau Kian Buruk

Renovasi Pasar Kosambi Rampung Bulan November Ini
Senin 11 November 2019


Lima Perguruan Tinggi Bandung Jalin Kerja Sama dengan PT HBM
Senin 11 November 2019 Udara Riau Kian Buruk Persib vs Arema FC, Polres Bandung Siagakan Personil di Jalur Sekitar Stadion
Senin 11 November 2019 Udara Riau Kian Buruk Disnakertrans Jabar: UMP Merupakan Jaring Pengaman Pekerja
Senin 11 November 2019 Udara Riau Kian Buruk Polda Jabar Siap Amankan Pertandingan Persib vs Arema FC
Senin 11 November 2019 Udara Riau Kian Buruk Oknum PN Bandung Diamankan Bersama Komplotan Pencuri Mobil dan Pemalsu STNK
Senin 11 November 2019 Udara Riau Kian Buruk Nasib Fakhri Husaini Bersama Timnas U-19 Masih Belum Pasti
Senin 11 November 2019 Udara Riau Kian Buruk

Udara Riau Kian Buruk

 

Udara Riau Kian Buruk
Minggu 15 September 2019, 10:42 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Udara Riau Kian Buruk
Udara Riau Kian Buruk


Udara Riau Kian Buruk

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) -  Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Riau masih berdampak pada kualitas udara hingga hari Sabtu (14/9/2019). Kualitas udara dengan kategori sedang hingga sangat tidak sehat terpantau di beberapa titik.

Terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), rekapitulasi Data P3E Sumatera KLHK dan Dinas LHK Provinsi Riau pada pukul 07.00 - 15.00 WIB kemarin, mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) tertinggi di wilayah Pekanbaru 269, Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113. Angka tersebut mengindikasikan kondisi kualitas udara tidak sehat atau penunjuk angka 101 - 199. Sehari sebelumnya Jumat (13/9/2019), kualitas udara di wilayah Riau pada kondisi sangat tidak sehat hingga berbahaya. 

Data juga menunjukkan kualitas udara di provinsi lain, seperti Jambi (123), Kepulauan Riau (89), Sumatera Selatan (51), Sumatera Barat (46) dan Aceh (14). Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 - 50), sedang (51 - 100), tidak sehat (101 - 199), sangat tidak sehat (200 - 299), dan berbahaya (lebih dari 300).     

Mendukung operasi pemadaman karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama kementerian/lembaga, TNI dan Polri menggerahkan personel untuk penanganan di beberapa provinsi. Tujuh helikopter untuk pengemboman air dan patroli dikerahkan untuk wilayah Provinsi Riau. Terhitung dari 19 Februari 2019 hingga 31 Oktober lalu, lebih dari 124 juta liter air digelontorkan untuk pengemboman air dan lebih dari 159 ton garam untuk operasi hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca (TMC). 

Luas lahan terbakar akibat karhutla di wilayah Riau menurut catatan BNPB yaitu seluas 49.266 hektar. Sejumlah luas lahan terbakar lahan gambut seluas 40.553 ha dan mineral 8.713 ha. Karhutla yang masih terus berlangsung ini mengakibatkan dampak yang luas selain kerusakan lingkungan dan kesehatan, juga aktivitas kehidupan warga masyarakat. 

BNPB mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya bermain dengan kata-kata saja, tetapi harus bertindak secara nyata. Hal ini diungkapkan mengingat sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo mendengar slogan "Riau Tanpa Asap". Namun, ini bertolak belakang dengan kondisi yang dihadapi Riau saat ini. 

"Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap," ujar Doni dilansir laman BNPB, Minggu (15/9/2019).






 

BERITA LAINNYA



Udara Riau Kian Buruk

Renovasi Pasar Kosambi Rampung Bulan November Ini
Senin 11 November 2019
Kota Bandung