Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan  




Rabu 24 April 2019

13:28 WIB

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
@prfmnews

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
PRFMNewsChannel

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
Senin 15 April 2019, 16:36 WIB
Kota Bandung

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan




Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG (PRFM),- Puluhan Warga RW 05 komplek Bahagia Permai Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung mendatangi Komisi C DPRD kota Bandung. Mereka mengadukan pembongkaran benteng pembatas perumahan Bahagia Permai, oleh belasan oknum Ormas beberapa waktu lalu. Pembongkaran benteng sendiri diduga berkaitan erat dengan rencana pembangunan akses jalan keluar untuk perumahan baru Bahagia Asri yang sedang dibangun.

Salah seorang warga, Arifin, menuturkan, benteng sepanjang 40 meter yang dibongkar oknum Ormas tersebut, diduga akan menjadi akses jalan keluar bagi perumahan baru yang letaknya berdampingan dengan Komplek Bahagaia Permai. Warga sendiri, lanjut Arifin, menolak rencana tersebut dengan berbagai alasan. 

“Dari rencana tapak yang dikeluarkan Distaru, tidak ada akses jalan ke kita. Yang ada dari Kiara Asri ke Cipagalo, dan itu yang diijinkan Distaru. Karena ada pemaksaan terjadi perobohan benteng yang dilakukan oknum bahagia permai dengan ormas dihadapan para petugas satpol pp dan kepolisian,” jelas Arifin saat ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Senin (15/4/2019).

Arifin pun menyayangkan petugas tidak melakukan tindakan sehingga terkesan pembongkaran tersebut merupakan tindakan yang dilegalkan. Akibat dari tindakan itu, saat ini kenyamanan dan keamanan warga di komplek Bahagia Permai mulai terganggu aktivitas pembangunan. Bahkan warga seringkali mendapatkan tekanan secara psikologis dari oknum preman.

“Memang mereka pernah mengajukan permohonan tersebut kepada warga sebagai salah satu persyaratan perijinan. Tetapi kami sampai sekarang tidak pernah memberikan persetujuan itu. Kalau pun ada yang memberi persetujuan, itu bukan warga kami karena mereka hanya ngontrak,” katanya.

Persoalan ini, kata Arifin, sudah disampaikan ke instansi terkait dan jawaban dari Distaru tidak ada ijin untuk pembongkaran itu. Warga sendiri menginginkan aktivitas pembangunan jalan akses dari komplek baru Bahagia Asri ke Bahagia Permai, dihentikan.

Ketua Komisi C DPRD kota Bandung, Agus Gunawan, di dampingi anggota Komisi C Folmer Silalahi, Tedi Rusmawan, Jhonson Panjaitan, dan Sofyanudin Syarif yang menerima warga mengatakan, akan mempelajari pengaduan ini dan juga memanggil pihak pihak terkait.

“Kami segera mempelajari masalah ini, dan secepatnya kita akan meninjau lokasi pembongkaran tersebut,” kata Agus

Sementara itu anggota Komisi C, Jhonson Panjaitan menilai, pembongkaran tersebut seharusnya bisa dihindari jika ada komunikasi yang baik antar warga dan juga instansi terkait. Pihaknya sendiri belum bisa memutuskan sebelum melihat langsung ke lokasi. 

“Seharusnya pembingkaran itu dilakukan setelah semua pihak, baik warga maupun pengembang, sudah menemukan kata sepakat. Ini kan sepertinya dilakukan sepihak saja ya. Makanya kami ingin memastikan lagi agar lebih jelas,” kata Jhonson.

Anggota Komisi C lainnya, Tedi Rusmawan mengatakan, konflik seperti ini kerap kali terjadi akibat komunikasi antar pihak yang tidak optimal. Namun  keberadaan petugas kepolisian dan juga Satpol PP serta Distaru di lokasi tersebut, seperti yang disampaikan warga, yang menjadi pertanyaan politisi PKS ini.

“Jika pengaduan warga benar, lalu untuk apa ada petugas kepolisian dan Satpol PP serta Distaru saat pembongkaran itu? Ini juga yang ingin kami telusuri,” singkatnya



Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

 

BERITA TERKAIT


Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
 

BERITA PILIHAN


Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

 

BERITA LAINNYA

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

136 Titik di Kabupaten Sumedang Berpotensi Terjadi Bencana Alam
Rabu 24 April 2019


Pemprov Jabar Beri Santunan 50 Juta untuk Pahlawan Demokrasi yang Gugur
Rabu 24 April 2019 Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan Sekarang Menuju Gunung Papandayan Dapat Dijangkau Bus
Rabu 24 April 2019 Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan BKSDA Imbau Warga Agar Tetap Waspada Akan Adanya Buaya di Pangandaran
Rabu 24 April 2019 Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan Sambut Ramadhan, Shopee Gelar Big Ramadhan Sale dan Luncurkan Fitur Zakat Donasi
Rabu 24 April 2019 Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan Avengers: Endgame Rilis, Ini yang Harus Anda Persiapkan
Rabu 24 April 2019 Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan Bila Tidak Puas Dengan Hasil KPU, Ketua MUI Jabar: Ada Langkah Konstitusional
Rabu 24 April 2019 Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

 

 

BERITA TERKAIT

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
Senin 15 April 2019, 16:36 WIB
Kota Bandung

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan
Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan


Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG (PRFM),- Puluhan Warga RW 05 komplek Bahagia Permai Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung mendatangi Komisi C DPRD kota Bandung. Mereka mengadukan pembongkaran benteng pembatas perumahan Bahagia Permai, oleh belasan oknum Ormas beberapa waktu lalu. Pembongkaran benteng sendiri diduga berkaitan erat dengan rencana pembangunan akses jalan keluar untuk perumahan baru Bahagia Asri yang sedang dibangun.

Salah seorang warga, Arifin, menuturkan, benteng sepanjang 40 meter yang dibongkar oknum Ormas tersebut, diduga akan menjadi akses jalan keluar bagi perumahan baru yang letaknya berdampingan dengan Komplek Bahagaia Permai. Warga sendiri, lanjut Arifin, menolak rencana tersebut dengan berbagai alasan. 

“Dari rencana tapak yang dikeluarkan Distaru, tidak ada akses jalan ke kita. Yang ada dari Kiara Asri ke Cipagalo, dan itu yang diijinkan Distaru. Karena ada pemaksaan terjadi perobohan benteng yang dilakukan oknum bahagia permai dengan ormas dihadapan para petugas satpol pp dan kepolisian,” jelas Arifin saat ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Senin (15/4/2019).

Arifin pun menyayangkan petugas tidak melakukan tindakan sehingga terkesan pembongkaran tersebut merupakan tindakan yang dilegalkan. Akibat dari tindakan itu, saat ini kenyamanan dan keamanan warga di komplek Bahagia Permai mulai terganggu aktivitas pembangunan. Bahkan warga seringkali mendapatkan tekanan secara psikologis dari oknum preman.

“Memang mereka pernah mengajukan permohonan tersebut kepada warga sebagai salah satu persyaratan perijinan. Tetapi kami sampai sekarang tidak pernah memberikan persetujuan itu. Kalau pun ada yang memberi persetujuan, itu bukan warga kami karena mereka hanya ngontrak,” katanya.

Persoalan ini, kata Arifin, sudah disampaikan ke instansi terkait dan jawaban dari Distaru tidak ada ijin untuk pembongkaran itu. Warga sendiri menginginkan aktivitas pembangunan jalan akses dari komplek baru Bahagia Asri ke Bahagia Permai, dihentikan.

Ketua Komisi C DPRD kota Bandung, Agus Gunawan, di dampingi anggota Komisi C Folmer Silalahi, Tedi Rusmawan, Jhonson Panjaitan, dan Sofyanudin Syarif yang menerima warga mengatakan, akan mempelajari pengaduan ini dan juga memanggil pihak pihak terkait.

“Kami segera mempelajari masalah ini, dan secepatnya kita akan meninjau lokasi pembongkaran tersebut,” kata Agus

Sementara itu anggota Komisi C, Jhonson Panjaitan menilai, pembongkaran tersebut seharusnya bisa dihindari jika ada komunikasi yang baik antar warga dan juga instansi terkait. Pihaknya sendiri belum bisa memutuskan sebelum melihat langsung ke lokasi. 

“Seharusnya pembingkaran itu dilakukan setelah semua pihak, baik warga maupun pengembang, sudah menemukan kata sepakat. Ini kan sepertinya dilakukan sepihak saja ya. Makanya kami ingin memastikan lagi agar lebih jelas,” kata Jhonson.

Anggota Komisi C lainnya, Tedi Rusmawan mengatakan, konflik seperti ini kerap kali terjadi akibat komunikasi antar pihak yang tidak optimal. Namun  keberadaan petugas kepolisian dan juga Satpol PP serta Distaru di lokasi tersebut, seperti yang disampaikan warga, yang menjadi pertanyaan politisi PKS ini.

“Jika pengaduan warga benar, lalu untuk apa ada petugas kepolisian dan Satpol PP serta Distaru saat pembongkaran itu? Ini juga yang ingin kami telusuri,” singkatnya



 

BERITA LAINNYA



Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan

 

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Tembok Pembatas Dibongkar, Warga Bahagia Permai Mengadu Ke Dewan