Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung  




Sabtu 17 November 2018

03:46 WIB

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
@prfmnews

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
PRFMNewsChannel

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
Kamis 12 Juli 2018, 11:55 WIB
PPDB 2018

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung




Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Tommy Riyadi - PRFM

BANDUNG,(PRFM) - Sejumlah organisasi masyarakat menyampaikan asporasinya tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 tingkat SMP yang menggunakan sistem zonasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Kamis (12/07/2018).

Masa yang berunjuk rasa merasa tidak puas dengan hasil PPDB 2018 ini yang dinilai banyak merugikan orang tua siswa.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Mahmud menyebutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan massa aksi yang terdiri dari berberapa ormas.

"Kalau yang dari LSM GMBI mungkin ada sekitar 150 sampai 200, kemudian yang dari LPB2 kurang lebih 50 orang," ucapnya kepada PRFM.

Disebutkannya, untuk menjaga aksi ini, Polrestabes Bandung menerjunkan 200 personel.

Menurut Mahmud, massa aksi pun berencana mendatangi kantor DPRD Kota Bandung. Namun, dirinya berharap jika audiensi dengan Disdik berhasil, massa tidak perlu mendatangi DPRD Kota Bandung.

"Masih kita negosiasikan, mudah-mudahan kalau sudah merasa ditampung mungkin ke DPRD bisa dibatalkan, namun belum ada kepastian dari mereka," tegasnya.

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa yang turut mengikuti aksi, Heryawan mengaku anaknya tidak diterima di SMPN 35 Kota Bandung. Padahal, sebut Heryawan rumahnya jauh lebih dekat dengan siswa lain yang diterima. Bahkan, nilai ujian SDnya pun jauh lebih besar.

"Anak saya dari SD kelas 1 sampai kelas 6 tidak pernah lepas dari ranking 1-2, nilai terendah dari SD 8, sampai lulus terbaik di kelasnya 27,45 ternyata kdi sekolah terdekat tidak diterima. Sementara anak yang nilainya lebih rendah dan jaraknya lebih dekat 300 meter dengan zonasi 12 koma sekian diterima, padahal zonasi saya dipersulit," ucap Heryawan kepada PRFM.

Meski berlokasi di Kabupaten Bandung, Heryawan mengaku jika sekolah tersebut mempunyai kuota luar kota. Pasalnya, di sekitar rumahnya di Jalan Bukit Pakar timur, SMPN 35 kota Bandung adalah sekolah yang terdekat dengan jarak 3 KM.

"Karena jarak saja, dan kuota dari Kabupaten dibatasi. Kalau dibatasi anak saya harus pake jarak abnak saya ngga akan sekolah, mau sekolah kemana karena sekolah terdekat cuma itu," ujarnya.

Ditegaskannya, jika pemerintah menyiapkan sekolah lain di dekat rumahnya meskipun bukan sekolah favorit, dirinya pasti akan menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

"Solusinya ya penambahan kuota untuk jalur zonasi warga Kabupaten, misalnya dari 32 siswa menjadi 40," ujarnya.

Sebelum melakukan aksi di kantor Disdik kota Bandung, Heryawan mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak sekolah. Dan hasilnya tetap menolak.

"Banyak disini yang senasib, bahkan nilainya banyak yang lebih bagus dari anak saya," tegasnya.

Salah seorang orang tua siswa lainnya yang ikut unjuk rasa, Rudi mengaku jika anaknya tidak diterima di dua sekolah yang dekat dengan rumah di kawasan Riung Bandung, yakni SMP 51 dan SMPN 54 yang jaraknya hanya sekitar 2,4 KM dari rumahnya.

"Di kedua-duanya tidak diterima dengan alasan lebih dari siswa lain yang lebih dekat, padahal nilai bagus," sebut Rudi.

Rudi mengaku sudah mendatangi kantor Disdik Kota Bandung sejak Senin (09/07/2018) kemarin. Harapannya, dirinya bisa berbincang langsung dengan Kadisdik Kota Bandung untuk ditemukan jalan keluar terbaik.

"Saya kesini untuk update hasilnya seperti apa. Yang kita harapkan ada mediasi dengan kadis tapi sampai kemarin tidak ada, kemarin hanya bagian humas yang menemui, dari bagian humas menginformasikan bahwa ini sedang diolah paling cepatnya hari ini diumumkan," jelas Rudi.

Adapun hal yang akan diumumkan oleh bagian humas disdik kota Bandung hari ini, sebut Rudi, adalah apakah akan difasilitasi ke sekolah swasta atau ditambah kuota di sekolah tersebut.

"Yang kita harapkan penambahan kuota," tegasnya.

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

 

BERITA TERKAIT


Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
 

BERITA PILIHAN


Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

 

BERITA LAINNYA

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Pengamat: Dibutuhkan Konsistensi untuk Menimbulkan Efek Jera
Jumat 16 November 2018


Pengamat: Dibutuhkan Konsistensi untuk Menimbulkan Efek Jera
Jumat 16 November 2018 Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung Potret Pemahaman Mahasiswa Terhadap Pemilu Serentak 2019
Jumat 16 November 2018 Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung Anggota DPR Sebut Pengelolaan Museum Perlu Dioptimalkan
Jumat 16 November 2018 Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung Lindungi Anak dari Jaringan Terorisme dan Paham Radikalisme
Jumat 16 November 2018 Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung Pemprov Ingin Tambah Gairah Kepariwisataan dengan FGS
Jumat 16 November 2018 Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung Laga PSM vs Persija Berakhir Imbang, Persib Masih Berpeluang Juara
Jumat 16 November 2018 Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

 

 

BERITA TERKAIT


Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Boleh Ada Transaksi Uang dalam PPDB
Selasa 03 Juli 2018, 06:52 WIB Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Pj Gubernur Jamin PPDB 2018 Tanpa Kecurangan
Selasa 03 Juli 2018, 06:53 WIB Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

SMAN 5 Bandung Pastikan Tidak Ada
Selasa 03 Juli 2018, 06:53 WIB

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
Kamis 12 Juli 2018, 11:55 WIB
PPDB 2018

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung
Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung


Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Tommy Riyadi - PRFM


BANDUNG,(PRFM) - Sejumlah organisasi masyarakat menyampaikan asporasinya tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 tingkat SMP yang menggunakan sistem zonasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Kamis (12/07/2018).

Masa yang berunjuk rasa merasa tidak puas dengan hasil PPDB 2018 ini yang dinilai banyak merugikan orang tua siswa.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Mahmud menyebutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan massa aksi yang terdiri dari berberapa ormas.

"Kalau yang dari LSM GMBI mungkin ada sekitar 150 sampai 200, kemudian yang dari LPB2 kurang lebih 50 orang," ucapnya kepada PRFM.

Disebutkannya, untuk menjaga aksi ini, Polrestabes Bandung menerjunkan 200 personel.

Menurut Mahmud, massa aksi pun berencana mendatangi kantor DPRD Kota Bandung. Namun, dirinya berharap jika audiensi dengan Disdik berhasil, massa tidak perlu mendatangi DPRD Kota Bandung.

"Masih kita negosiasikan, mudah-mudahan kalau sudah merasa ditampung mungkin ke DPRD bisa dibatalkan, namun belum ada kepastian dari mereka," tegasnya.

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa yang turut mengikuti aksi, Heryawan mengaku anaknya tidak diterima di SMPN 35 Kota Bandung. Padahal, sebut Heryawan rumahnya jauh lebih dekat dengan siswa lain yang diterima. Bahkan, nilai ujian SDnya pun jauh lebih besar.

"Anak saya dari SD kelas 1 sampai kelas 6 tidak pernah lepas dari ranking 1-2, nilai terendah dari SD 8, sampai lulus terbaik di kelasnya 27,45 ternyata kdi sekolah terdekat tidak diterima. Sementara anak yang nilainya lebih rendah dan jaraknya lebih dekat 300 meter dengan zonasi 12 koma sekian diterima, padahal zonasi saya dipersulit," ucap Heryawan kepada PRFM.

Meski berlokasi di Kabupaten Bandung, Heryawan mengaku jika sekolah tersebut mempunyai kuota luar kota. Pasalnya, di sekitar rumahnya di Jalan Bukit Pakar timur, SMPN 35 kota Bandung adalah sekolah yang terdekat dengan jarak 3 KM.

"Karena jarak saja, dan kuota dari Kabupaten dibatasi. Kalau dibatasi anak saya harus pake jarak abnak saya ngga akan sekolah, mau sekolah kemana karena sekolah terdekat cuma itu," ujarnya.

Ditegaskannya, jika pemerintah menyiapkan sekolah lain di dekat rumahnya meskipun bukan sekolah favorit, dirinya pasti akan menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

"Solusinya ya penambahan kuota untuk jalur zonasi warga Kabupaten, misalnya dari 32 siswa menjadi 40," ujarnya.

Sebelum melakukan aksi di kantor Disdik kota Bandung, Heryawan mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak sekolah. Dan hasilnya tetap menolak.

"Banyak disini yang senasib, bahkan nilainya banyak yang lebih bagus dari anak saya," tegasnya.

Salah seorang orang tua siswa lainnya yang ikut unjuk rasa, Rudi mengaku jika anaknya tidak diterima di dua sekolah yang dekat dengan rumah di kawasan Riung Bandung, yakni SMP 51 dan SMPN 54 yang jaraknya hanya sekitar 2,4 KM dari rumahnya.

"Di kedua-duanya tidak diterima dengan alasan lebih dari siswa lain yang lebih dekat, padahal nilai bagus," sebut Rudi.

Rudi mengaku sudah mendatangi kantor Disdik Kota Bandung sejak Senin (09/07/2018) kemarin. Harapannya, dirinya bisa berbincang langsung dengan Kadisdik Kota Bandung untuk ditemukan jalan keluar terbaik.

"Saya kesini untuk update hasilnya seperti apa. Yang kita harapkan ada mediasi dengan kadis tapi sampai kemarin tidak ada, kemarin hanya bagian humas yang menemui, dari bagian humas menginformasikan bahwa ini sedang diolah paling cepatnya hari ini diumumkan," jelas Rudi.

Adapun hal yang akan diumumkan oleh bagian humas disdik kota Bandung hari ini, sebut Rudi, adalah apakah akan difasilitasi ke sekolah swasta atau ditambah kuota di sekolah tersebut.

"Yang kita harapkan penambahan kuota," tegasnya.


 

BERITA LAINNYA



Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung

 

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Tak Terima Hasil PPDB, Ratusan Orang Datangi Disdik Kota Bandung