Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu  




Kamis 13 Desember 2018

10:39 WIB

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
@prfmnews

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
PRFMNewsChannel

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Minggu 04 Maret 2018, 17:24 WIB

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu




Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan perjalanan waktu ke masa depan? Jika kita pernah menonton animasi Doraemon, melakukan perjalanan waktu bukan waktu yang mustahil karena ada alat super canggih yang bisa mengantarkan kita pergi ke masa depan.


Ternyata, secara teoritis manusia dapat berpergian ke masa depan dengan kecepatan cahaya. Profesor Stephen Hawking dan Profesor Brian Cox percaya perjalanan waktu bukan lagi dianggap sebagai ajaran sesat.


"Perjalanan waktu pernah dianggap sebagai ajaran sesat. Dulu sayang menghindari membicarakannya karena takut dilabeli sinting. Tapi akhir-akhir ini, saya tidak terlalu berhati-hati. Sebenarnya saya terobsesi oleh waktu," ungkap Hawking dikutip dari The Sun, Minggu (4/3/2018). 


Hal senada juga diungkapkan oleh Profesor Cox. Menurutnya perjalanan waktu ke masa depan adalah mungkin. 


"Sebenarnya, ini adalah bagian intrinsik dari cara alam semesta dibangun. Kita semua adalah penjelajah waktu dengan cara kita sendiri," kata Profesor Cox. 


Tak hanya itu, lanjutnya, berdasarkan teori relativitas khusus milik Albert Einstein yang diterbitkan pada 1905 menjelaskan, benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan mengalami waktu yang melambat. Dengan kata lain, orang yang bergerak sangat cepat (dengan kecepatan cahaya) akan melihat waktu mereka melambat. Tapi hal ini tidak berlaku untuk orang yang bergerak normal. Menurut teori relativitas khusus, semakin cepat Anda bergerak melalui ruang angkasa, semakin lambat pengaruh waktu pada Anda dibanding obyek-obyek yang masih berdiri. 


"Contohnya, jika pergi dengan pesawat ruang angkasa mendekati kecepatan cahaya (299.337 kilometer per detik), maka sepertinya mungkin beberapa tahun lagi Anda akan sampai di bumi dan menemukan saudara kembar Anda yang jauh lebih tua. Hal ini telah diuji coba oleh NASA dan disebut paradoks kembar. Semua pendapat tersebut mendukung bahwa perjalanan waktu sangat mungkin dilakukan. Hanya saja, hal ini akan memerlukan energi yang luar biasa," terangnya.


Seorang ahli fisika, Profesor Ronald Mallett mengungkapkan, dirinya optimis dengan penjelajahan waktu. Namun bergantung pada terobosan (teknologi) dan pendanaannya.


"Saya percaya manusia yang bisa menjelajah waktu akan terjadi pada abad ini," ujar Profesor Fisika di University of Connecticut, AS tersebut. 


Pertanyaan selanjutnya, jika memang perjalanan waktu mungkin, bagaimana agar manusia bergerak dalam kecepatan cahaya tanpa membunuh mereka? Peneliti dari Organisasi Penelitian Nuklir Eropa (CERN) menyebut bahwa mereka telah mendorong partikel kecil dengan kecepatan cahaya menggunakan Large Hadron Collider. Sayangnya, masih membutuhkan perjalanan panjang untuk melakukan hal tersebut pada manusia. 


Teori lain adalah menggunakan lubang cacing di luar angkasa untuk memindahkan manusia dari satu titik ke titik lain di antariksa secara instan. Teori ini dikembangkan oleh fisikawan di California Institute of Technology (Caltech), Kip Thorne pada 1980-an. Thorne percaya manusia di masa depan harus membangun lubang cacing sendiri untuk menjelajah waktu. Di samping bergerak dengan kecepatan cahaya yang berisiko "membunuh" manusia, tantangan perjalanan waktu juga terjadi dari penuaan. 




Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

BERITA TERKAIT


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
 

BERITA PILIHAN


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

BERITA LAINNYA

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Soal Pengganti Gomez, Manajemen Jangan Sampai Blunder
Kamis 13 Desember 2018


Persib Pecat Gomez, Pengamat : Ada Penyesalan Dari Bobotoh
Kamis 13 Desember 2018 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Ini Kata Umuh Soal Pengganti Gomez
Kamis 13 Desember 2018 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Sanitasi Sehat di Seluruh Wilayah Kota Bandung Terus Diupayakan
Selasa 11 Desember 2018 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Wujudkan Kota Literasi, Bandung Canangkan Gerakan Indonesia Membaca
Selasa 11 Desember 2018 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Narkoba Senilai Rp 21 Miliar Dimusnahkan
Selasa 11 Desember 2018 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Bandung Zoo Tambah Dua Koleksi Bambu Endemik
Selasa 11 Desember 2018 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

 

BERITA TERKAIT

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Minggu 04 Maret 2018, 17:24 WIB

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan perjalanan waktu ke masa depan? Jika kita pernah menonton animasi Doraemon, melakukan perjalanan waktu bukan waktu yang mustahil karena ada alat super canggih yang bisa mengantarkan kita pergi ke masa depan.


Ternyata, secara teoritis manusia dapat berpergian ke masa depan dengan kecepatan cahaya. Profesor Stephen Hawking dan Profesor Brian Cox percaya perjalanan waktu bukan lagi dianggap sebagai ajaran sesat.


"Perjalanan waktu pernah dianggap sebagai ajaran sesat. Dulu sayang menghindari membicarakannya karena takut dilabeli sinting. Tapi akhir-akhir ini, saya tidak terlalu berhati-hati. Sebenarnya saya terobsesi oleh waktu," ungkap Hawking dikutip dari The Sun, Minggu (4/3/2018). 


Hal senada juga diungkapkan oleh Profesor Cox. Menurutnya perjalanan waktu ke masa depan adalah mungkin. 


"Sebenarnya, ini adalah bagian intrinsik dari cara alam semesta dibangun. Kita semua adalah penjelajah waktu dengan cara kita sendiri," kata Profesor Cox. 


Tak hanya itu, lanjutnya, berdasarkan teori relativitas khusus milik Albert Einstein yang diterbitkan pada 1905 menjelaskan, benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan mengalami waktu yang melambat. Dengan kata lain, orang yang bergerak sangat cepat (dengan kecepatan cahaya) akan melihat waktu mereka melambat. Tapi hal ini tidak berlaku untuk orang yang bergerak normal. Menurut teori relativitas khusus, semakin cepat Anda bergerak melalui ruang angkasa, semakin lambat pengaruh waktu pada Anda dibanding obyek-obyek yang masih berdiri. 


"Contohnya, jika pergi dengan pesawat ruang angkasa mendekati kecepatan cahaya (299.337 kilometer per detik), maka sepertinya mungkin beberapa tahun lagi Anda akan sampai di bumi dan menemukan saudara kembar Anda yang jauh lebih tua. Hal ini telah diuji coba oleh NASA dan disebut paradoks kembar. Semua pendapat tersebut mendukung bahwa perjalanan waktu sangat mungkin dilakukan. Hanya saja, hal ini akan memerlukan energi yang luar biasa," terangnya.


Seorang ahli fisika, Profesor Ronald Mallett mengungkapkan, dirinya optimis dengan penjelajahan waktu. Namun bergantung pada terobosan (teknologi) dan pendanaannya.


"Saya percaya manusia yang bisa menjelajah waktu akan terjadi pada abad ini," ujar Profesor Fisika di University of Connecticut, AS tersebut. 


Pertanyaan selanjutnya, jika memang perjalanan waktu mungkin, bagaimana agar manusia bergerak dalam kecepatan cahaya tanpa membunuh mereka? Peneliti dari Organisasi Penelitian Nuklir Eropa (CERN) menyebut bahwa mereka telah mendorong partikel kecil dengan kecepatan cahaya menggunakan Large Hadron Collider. Sayangnya, masih membutuhkan perjalanan panjang untuk melakukan hal tersebut pada manusia. 


Teori lain adalah menggunakan lubang cacing di luar angkasa untuk memindahkan manusia dari satu titik ke titik lain di antariksa secara instan. Teori ini dikembangkan oleh fisikawan di California Institute of Technology (Caltech), Kip Thorne pada 1980-an. Thorne percaya manusia di masa depan harus membangun lubang cacing sendiri untuk menjelajah waktu. Di samping bergerak dengan kecepatan cahaya yang berisiko "membunuh" manusia, tantangan perjalanan waktu juga terjadi dari penuaan. 




 

BERITA LAINNYA



Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Ini Kata Umuh Soal Pengganti Gomez
Kamis 13 Desember 2018
PERSIB


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Narkoba Senilai Rp 21 Miliar Dimusnahkan
Selasa 11 Desember 2018
Kota Bandung


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu