Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba  




Jumat 17 Agustus 2018

16:13 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
@prfmnews

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
PRFMNewsChannel

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rabu 16 Mei 2018, 16:26 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba




Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Rentetan penyerangan terduga teroris terjadi dalam kurun waktu satu minggu ini. Berawal dari peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018), ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Kemudian peristiwa teror bom juga terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Terbaru, sekelompok orang terduga teroris juga melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi. 

Pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan serangkaian penyerangan tersebut terjadi akibat seruan para napi teroris yang beberapa hari lalu terlibat kericuhan di Rutan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok. 

"Akibat dari seruan para tahanan yang sempat menyandera Polisi di Mako Brimob, mereka menyerukan untuk melakukan operasi di mana saja untuk membuyarkan konsentrasi aparat," ujar Nasir kepada PRFM, Rabu (16/5/2018). 

Menurut Nasir operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak mesti menggunakan bom. Operasi yang mereka sebut dengan Jihad tersebut bisa menggunakan apa saja yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut. 

"Bagi yang bisa menggunakan bom, ya pake bom. Kalau tidak, hanya melempar batu ke polisi pun bisa dianggap sebagai Jihad," sambungnya. 

Nasir menambahkan operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak dilakukan secara lone wolf (bekerja sendiri), melainkan mereka merupakan "sel-sel" tidur yang berada di mana-mana. "Dengan adanya seruan itu, sel-sel tidur itu mulai bangkit karena menganggap bahwa inilah momennya. Keberhasilan mereka menyandera dan membunuh polisi dijadikan sebagai semangat," imbuhnya. 

Maka dari itu, Nasir menyarankan pemerintah segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Antiterorisme supaya aparat bisa menumpas terorisme secara maksimal. 

"Seperti contoh, orang yang sudah terindikasi akan melakukan sesuatu, tapi belum bisa ditangkap. Dengan adanya Undang-Undang tersebut diperbolehkan mereka ditangkap dan diperiksa. Maka dengan dilakukan penangkapan, pencegahan akan dilakukan lebih cepat," tandasnya.



Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

BERITA TERKAIT


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
 

BERITA PILIHAN


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

BERITA LAINNYA

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Emil Janjikan Benahi Transportasi Kota Bandung Saat Jabat Gubernur
Jumat 17 Agustus 2018


Kondusifitas Jawa Barat Jadi Modal untuk Percepatan Pembangunan
Jumat 17 Agustus 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Ridwan Kamil Titipkan Hal Ini untuk Walikota Bandung Terpilih Oded M Danial
Jumat 17 Agustus 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Ini Pesan Ridwan Kamil untuk Para Pemuda di Hari Kemerdekaan
Jumat 17 Agustus 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Pemain Persib Diliburkan Hingga Akhir Agustus
Kamis 16 Agustus 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Walikota Bogor Lepas Api Obor Asian Games 2018 Menuju Jakarta
Kamis 16 Agustus 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Misteri Letusan Gunung Api Terbesar Dipecahkan Menggunakan Lingkaran Pohon
Kamis 16 Agustus 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

 

BERITA TERKAIT

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rabu 16 Mei 2018, 16:26 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Rentetan penyerangan terduga teroris terjadi dalam kurun waktu satu minggu ini. Berawal dari peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018), ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Kemudian peristiwa teror bom juga terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Terbaru, sekelompok orang terduga teroris juga melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi. 

Pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan serangkaian penyerangan tersebut terjadi akibat seruan para napi teroris yang beberapa hari lalu terlibat kericuhan di Rutan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok. 

"Akibat dari seruan para tahanan yang sempat menyandera Polisi di Mako Brimob, mereka menyerukan untuk melakukan operasi di mana saja untuk membuyarkan konsentrasi aparat," ujar Nasir kepada PRFM, Rabu (16/5/2018). 

Menurut Nasir operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak mesti menggunakan bom. Operasi yang mereka sebut dengan Jihad tersebut bisa menggunakan apa saja yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut. 

"Bagi yang bisa menggunakan bom, ya pake bom. Kalau tidak, hanya melempar batu ke polisi pun bisa dianggap sebagai Jihad," sambungnya. 

Nasir menambahkan operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak dilakukan secara lone wolf (bekerja sendiri), melainkan mereka merupakan "sel-sel" tidur yang berada di mana-mana. "Dengan adanya seruan itu, sel-sel tidur itu mulai bangkit karena menganggap bahwa inilah momennya. Keberhasilan mereka menyandera dan membunuh polisi dijadikan sebagai semangat," imbuhnya. 

Maka dari itu, Nasir menyarankan pemerintah segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Antiterorisme supaya aparat bisa menumpas terorisme secara maksimal. 

"Seperti contoh, orang yang sudah terindikasi akan melakukan sesuatu, tapi belum bisa ditangkap. Dengan adanya Undang-Undang tersebut diperbolehkan mereka ditangkap dan diperiksa. Maka dengan dilakukan penangkapan, pencegahan akan dilakukan lebih cepat," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba