Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba  




Kamis 18 Oktober 2018

08:17 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
@prfmnews

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
PRFMNewsChannel

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rabu 16 Mei 2018, 16:26 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba




Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Rentetan penyerangan terduga teroris terjadi dalam kurun waktu satu minggu ini. Berawal dari peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018), ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Kemudian peristiwa teror bom juga terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Terbaru, sekelompok orang terduga teroris juga melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi. 

Pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan serangkaian penyerangan tersebut terjadi akibat seruan para napi teroris yang beberapa hari lalu terlibat kericuhan di Rutan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok. 

"Akibat dari seruan para tahanan yang sempat menyandera Polisi di Mako Brimob, mereka menyerukan untuk melakukan operasi di mana saja untuk membuyarkan konsentrasi aparat," ujar Nasir kepada PRFM, Rabu (16/5/2018). 

Menurut Nasir operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak mesti menggunakan bom. Operasi yang mereka sebut dengan Jihad tersebut bisa menggunakan apa saja yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut. 

"Bagi yang bisa menggunakan bom, ya pake bom. Kalau tidak, hanya melempar batu ke polisi pun bisa dianggap sebagai Jihad," sambungnya. 

Nasir menambahkan operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak dilakukan secara lone wolf (bekerja sendiri), melainkan mereka merupakan "sel-sel" tidur yang berada di mana-mana. "Dengan adanya seruan itu, sel-sel tidur itu mulai bangkit karena menganggap bahwa inilah momennya. Keberhasilan mereka menyandera dan membunuh polisi dijadikan sebagai semangat," imbuhnya. 

Maka dari itu, Nasir menyarankan pemerintah segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Antiterorisme supaya aparat bisa menumpas terorisme secara maksimal. 

"Seperti contoh, orang yang sudah terindikasi akan melakukan sesuatu, tapi belum bisa ditangkap. Dengan adanya Undang-Undang tersebut diperbolehkan mereka ditangkap dan diperiksa. Maka dengan dilakukan penangkapan, pencegahan akan dilakukan lebih cepat," tandasnya.



Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

BERITA TERKAIT


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
 

BERITA PILIHAN


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

BERITA LAINNYA

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018


Hilang Setahun, Jasad Mak Titing Hanya Tersisa Tulang Belulang
Rabu 17 Oktober 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Jumlah Pelamar CPNS 2018 Meleset dari Perkiraan Awal
Rabu 17 Oktober 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Pulihkan Pasca Bencana, Pemerintah Bangun Kota Palu Baru dalam 2 Tahun
Rabu 17 Oktober 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

 

BERITA TERKAIT

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rabu 16 Mei 2018, 16:26 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Rentetan penyerangan terduga teroris terjadi dalam kurun waktu satu minggu ini. Berawal dari peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018), ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Kemudian peristiwa teror bom juga terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Terbaru, sekelompok orang terduga teroris juga melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi. 

Pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan serangkaian penyerangan tersebut terjadi akibat seruan para napi teroris yang beberapa hari lalu terlibat kericuhan di Rutan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok. 

"Akibat dari seruan para tahanan yang sempat menyandera Polisi di Mako Brimob, mereka menyerukan untuk melakukan operasi di mana saja untuk membuyarkan konsentrasi aparat," ujar Nasir kepada PRFM, Rabu (16/5/2018). 

Menurut Nasir operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak mesti menggunakan bom. Operasi yang mereka sebut dengan Jihad tersebut bisa menggunakan apa saja yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut. 

"Bagi yang bisa menggunakan bom, ya pake bom. Kalau tidak, hanya melempar batu ke polisi pun bisa dianggap sebagai Jihad," sambungnya. 

Nasir menambahkan operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak dilakukan secara lone wolf (bekerja sendiri), melainkan mereka merupakan "sel-sel" tidur yang berada di mana-mana. "Dengan adanya seruan itu, sel-sel tidur itu mulai bangkit karena menganggap bahwa inilah momennya. Keberhasilan mereka menyandera dan membunuh polisi dijadikan sebagai semangat," imbuhnya. 

Maka dari itu, Nasir menyarankan pemerintah segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Antiterorisme supaya aparat bisa menumpas terorisme secara maksimal. 

"Seperti contoh, orang yang sudah terindikasi akan melakukan sesuatu, tapi belum bisa ditangkap. Dengan adanya Undang-Undang tersebut diperbolehkan mereka ditangkap dan diperiksa. Maka dengan dilakukan penangkapan, pencegahan akan dilakukan lebih cepat," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018
Jawa Barat


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba