Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes  




Selasa 24 September 2019

00:30 WIB

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
@prfmnews

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
PRFMNewsChannel

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
Jumat 19 Juli 2019, 08:58 WIB

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes




Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Istimewa & Tommy Riyadi-PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Uji coba rekayasa lalu lintas di Kawasan Jalan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi yang telah digelar selama satu pekan dipastikan akan permanen. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza setelah menggelar pertemuan dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) beserta masyarakat sekitar di Hotel Grandia, Cihampelas Kota Bandung, Kamis (19/7/2019).

Banyak respons muncul pasca adanya keputusan tersebut, terutama masyarakat sekitar dan warga netizen yang menyampaikan protes dan mengaku tidak setuju harus dipermanenkan. 

Seperti yang disampaikan Rini, warga Coblong, Kota Bandung yang menyampaikan ketidak setujuan dengan adanya keputusan tersebut. Rini yang merupakan warga Jalan Hegar Asih mengeluhkan dampak rekayasa lalu lintas tersebut, seperti akses menuju rumahnya harus jauh memutar dan banyak pengendara motor yang melintas ke daerahnya. Rini pun berharap rute jalur Sukajadi-Cipaganti dirubah seperti semula.

"Tadi kaget aja pas ngeliat IG PRFM, bahwa jalur diresmiin, saya kaget, karena sebenarnya tidak setuju dengan keputusan ini. Karena rekayasa, akses menuju rumah saya mutarnya lebih jauh, terus selain itu juga jadi banyak yang pakai motor ke daerah saya, Ini kan rawan bagi anak kecil. Harusnya dipertimbangin dulu jangan main resmiin aja," ujarnya saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel.

Hal senada juga disampaikan Deni, Warga Cimahi yang berkantor Jalan Sejahtera, karena arah Pasteur jadi macet, ia lebih memilih lewat Gegerkalong. 

"Waktu awal-awal ujicoba dari arah Pasteur macet, saya harus dua jam ke kantor. Jadi hari berikutnya saya mending lewat Gerlong, karena kebawahnya arah Setiabudi lancar sih, namun saya sih lebih setuju kalau tengahnya jalan Cipaganti jadi dua jalur dipindahin. Jadi yang keatas Sukajadi, bawahnya ke Cihampelas, tengahnya jadi main road," ujarnya.

Tidak hanya mereka, warganet Twitter dan Instagram pun banyak menyampaikan protes ke akun resmi PRFMnews. Berikut cuitan mereka:

1. Akun twitter @dudepanai  siapa pak yang mayoritas mendukung teh? coba coba. jangan gegara pengen lancar satu dua, rusak semua jalan yg gak macet 🤔 jalan rekayasa aja buka tutup teu puguh. coba pak cek ulang. masa semua harus lwat pvj. pvj teh kenapa? #pemkotgakbolehkeluarinSK

2. Akun Twitter @adipangersa 

Berani buka data ga hasil survey nya? Jadi kapendak datana kumaha. Mayoritas teh saha wae? Trus apakah sample yang diambil merupakan orang yang terdampak rekayasa lalin ieu lain? Sok we buka biar jelas

3. Akun IG @biboi22 Mohon diperhitungkan bagi yang akan berobat jalan ke RSHS, kemacetan jadi pindah ke jalan Pasteur dibawah jembatan Pasopati

4. Akun IG @zulfikrnanta Ini namanya pemindahan kemacetan pak, bukan solusi kemacetan. Bapak liat deh di jalur paskal, orang-orang yang mau ke utara biasa ada dua alternatif (sukajadi-cipaganti) jadi cuma 1 yaitu sukajadi aja, efeknya kendaraan menumpuk di jalan pasirkaliki. Masa jam setengah 11 malam masih ada penumpukan kendaraan di perempatan paskal-pasteur.

Tidak hanya empat akun tersebut, hingga pukul 08.00 WIB pagi ini di postingan Instagram ini, sekitar 1.561 komentar hadir dan di status twitter PRFM sekitar 113 berkomentar dengan hasil polling 81% menyatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut dan sisanya 19% mengaku Ya setuju. Polling di twitter tersebut diposting mulai pukul 17.43 WIB pada tanggal 18 Juli 2019 dan dipilih oleh 1.747 netizen. Dipastikan, masih akan bertambah karena ada 9 jam lagi waktu tersisa untuk mengisi polling tersebut.


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Dilain pihak, Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Hanura, Gagan Hermawan mengatakan, apabila dampak dari permanennya rekayasa tersebut merugikan masyarakat, maka harus ada evaluasi kembali, sehingga Dishub bersama Satlantas Polrestabes Bandung bisa mencari solusi lain untuk mengurangi kemacetan dari keputusan tersebut.

 "Namun apabila ternyata benar mengurangi kemacetan di luar sekitar wilayah rekayasa itu saya dukung," katanya saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel.

Gagan mengaku banyak anggota Dewan yang juga mengeluhkan kurangnya sosialisasi soal perubahan jalur di kawasan Sukajadi, Setiabudi dan Cipaganti tersebut. Sehingga mereka menerima dampak adanya penambahan waktu tempuh, khususnya dari Pasteur ke Kantor DPRD Kota Bandung di Jalan Sukabumi.

"Selama ujicoba kemarin, sangat banyak sekali keluhan-keluhan, termasuk dari teman-teman DPRD juga. Biasanya dari Pasteur ke kantor itu cuman memakan waktu setengah jam atau 45 menit, kemarin pas ada rekayasa jalur tersebut bisa sampai dua jam lebih," ujarnya.

Dia menambahkan, Komisi C DPRD Kota Bandung akan segera melakukan rapat internal dengan Dishub dan Satlantas Polrestabes Bandung, menimbang adanya potensi dampak kemacetan dan ekonomi dari keputusan akan dipermanenkannya jalur tersebut.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza mengaku meski Jalur Sukajadi-Cipaganti sudah dipermanenkan, pihaknya tetap menampung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kemacetan di daerah penunjang.








 

BERITA TERKAIT


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
 

BERITA PILIHAN


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

 

BERITA LAINNYA

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Polda Jabar Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jawa Barat, 9 Polisi Jadi Korban
Senin 23 September 2019


Rumah di Depan RSHS Terbakar, Pemilik Alami Luka Ringan
Senin 23 September 2019 Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes Soal RUU KUHP, DPR: Tidak Diputuskan Besok, Masih Ada 3 Kali Paripurna
Senin 23 September 2019 Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes Hadapi Bali United, Persebaya Lebih Rileks
Senin 23 September 2019 Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019 Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019 Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Tolak Revisi RKHUP dan Revisi RUU KPK
Senin 23 September 2019 Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

 

 

BERITA TERKAIT

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
Jumat 19 Juli 2019, 08:58 WIB

Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes
Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Istimewa & Tommy Riyadi-PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Uji coba rekayasa lalu lintas di Kawasan Jalan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi yang telah digelar selama satu pekan dipastikan akan permanen. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza setelah menggelar pertemuan dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) beserta masyarakat sekitar di Hotel Grandia, Cihampelas Kota Bandung, Kamis (19/7/2019).

Banyak respons muncul pasca adanya keputusan tersebut, terutama masyarakat sekitar dan warga netizen yang menyampaikan protes dan mengaku tidak setuju harus dipermanenkan. 

Seperti yang disampaikan Rini, warga Coblong, Kota Bandung yang menyampaikan ketidak setujuan dengan adanya keputusan tersebut. Rini yang merupakan warga Jalan Hegar Asih mengeluhkan dampak rekayasa lalu lintas tersebut, seperti akses menuju rumahnya harus jauh memutar dan banyak pengendara motor yang melintas ke daerahnya. Rini pun berharap rute jalur Sukajadi-Cipaganti dirubah seperti semula.

"Tadi kaget aja pas ngeliat IG PRFM, bahwa jalur diresmiin, saya kaget, karena sebenarnya tidak setuju dengan keputusan ini. Karena rekayasa, akses menuju rumah saya mutarnya lebih jauh, terus selain itu juga jadi banyak yang pakai motor ke daerah saya, Ini kan rawan bagi anak kecil. Harusnya dipertimbangin dulu jangan main resmiin aja," ujarnya saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel.

Hal senada juga disampaikan Deni, Warga Cimahi yang berkantor Jalan Sejahtera, karena arah Pasteur jadi macet, ia lebih memilih lewat Gegerkalong. 

"Waktu awal-awal ujicoba dari arah Pasteur macet, saya harus dua jam ke kantor. Jadi hari berikutnya saya mending lewat Gerlong, karena kebawahnya arah Setiabudi lancar sih, namun saya sih lebih setuju kalau tengahnya jalan Cipaganti jadi dua jalur dipindahin. Jadi yang keatas Sukajadi, bawahnya ke Cihampelas, tengahnya jadi main road," ujarnya.

Tidak hanya mereka, warganet Twitter dan Instagram pun banyak menyampaikan protes ke akun resmi PRFMnews. Berikut cuitan mereka:

1. Akun twitter @dudepanai  siapa pak yang mayoritas mendukung teh? coba coba. jangan gegara pengen lancar satu dua, rusak semua jalan yg gak macet 🤔 jalan rekayasa aja buka tutup teu puguh. coba pak cek ulang. masa semua harus lwat pvj. pvj teh kenapa? #pemkotgakbolehkeluarinSK

2. Akun Twitter @adipangersa 

Berani buka data ga hasil survey nya? Jadi kapendak datana kumaha. Mayoritas teh saha wae? Trus apakah sample yang diambil merupakan orang yang terdampak rekayasa lalin ieu lain? Sok we buka biar jelas

3. Akun IG @biboi22 Mohon diperhitungkan bagi yang akan berobat jalan ke RSHS, kemacetan jadi pindah ke jalan Pasteur dibawah jembatan Pasopati

4. Akun IG @zulfikrnanta Ini namanya pemindahan kemacetan pak, bukan solusi kemacetan. Bapak liat deh di jalur paskal, orang-orang yang mau ke utara biasa ada dua alternatif (sukajadi-cipaganti) jadi cuma 1 yaitu sukajadi aja, efeknya kendaraan menumpuk di jalan pasirkaliki. Masa jam setengah 11 malam masih ada penumpukan kendaraan di perempatan paskal-pasteur.

Tidak hanya empat akun tersebut, hingga pukul 08.00 WIB pagi ini di postingan Instagram ini, sekitar 1.561 komentar hadir dan di status twitter PRFM sekitar 113 berkomentar dengan hasil polling 81% menyatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut dan sisanya 19% mengaku Ya setuju. Polling di twitter tersebut diposting mulai pukul 17.43 WIB pada tanggal 18 Juli 2019 dan dipilih oleh 1.747 netizen. Dipastikan, masih akan bertambah karena ada 9 jam lagi waktu tersisa untuk mengisi polling tersebut.


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Dilain pihak, Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Hanura, Gagan Hermawan mengatakan, apabila dampak dari permanennya rekayasa tersebut merugikan masyarakat, maka harus ada evaluasi kembali, sehingga Dishub bersama Satlantas Polrestabes Bandung bisa mencari solusi lain untuk mengurangi kemacetan dari keputusan tersebut.

 "Namun apabila ternyata benar mengurangi kemacetan di luar sekitar wilayah rekayasa itu saya dukung," katanya saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel.

Gagan mengaku banyak anggota Dewan yang juga mengeluhkan kurangnya sosialisasi soal perubahan jalur di kawasan Sukajadi, Setiabudi dan Cipaganti tersebut. Sehingga mereka menerima dampak adanya penambahan waktu tempuh, khususnya dari Pasteur ke Kantor DPRD Kota Bandung di Jalan Sukabumi.

"Selama ujicoba kemarin, sangat banyak sekali keluhan-keluhan, termasuk dari teman-teman DPRD juga. Biasanya dari Pasteur ke kantor itu cuman memakan waktu setengah jam atau 45 menit, kemarin pas ada rekayasa jalur tersebut bisa sampai dua jam lebih," ujarnya.

Dia menambahkan, Komisi C DPRD Kota Bandung akan segera melakukan rapat internal dengan Dishub dan Satlantas Polrestabes Bandung, menimbang adanya potensi dampak kemacetan dan ekonomi dari keputusan akan dipermanenkannya jalur tersebut.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza mengaku meski Jalur Sukajadi-Cipaganti sudah dipermanenkan, pihaknya tetap menampung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kemacetan di daerah penunjang.





 

BERITA LAINNYA



Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Polda Jabar Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jawa Barat, 9 Polisi Jadi Korban
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Rumah di Depan RSHS Terbakar, Pemilik Alami Luka Ringan
Senin 23 September 2019
Kota Bandung


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Hadapi Bali United, Persebaya Lebih Rileks
Senin 23 September 2019
Liga 1 2019


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019
Karhutla Sumatera dan Kalimantan


Rekayasa Sukajadi-Cipaganti Jadi Permanen, Warga dan Netizen Protes

Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP