Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi  




Jumat 23 Agustus 2019

07:16 WIB

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
@prfmnews

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
PRFMNewsChannel

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
Selasa 21 Mei 2019, 19:30 WIB
Pemilu 2019

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi




Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Pikiran Rakyat/dok

BANDUNG, (PRFM) - Hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini, tak diterima oleh pasangan calon (Paslon) 02 Prabowo-Sandi.

Dalam konferensi pers, Prabowo menolak hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilakukan KPU.

Menanggapi hal ini, pengamat komunikasi politik dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Adiyana Slamet menjelaskan, Paslon 02 bisa menggunakan jalur konstitusi untuk menguggat hasil Pilpres 2019.

Ia mengatakan, jalur konstitusi merupakan tata cara hukum yang diamanatkan dalam Undang-Undang  Dasar 1945, dan Undang-Undang tentang Pemilu.

"Harus memakai jalur hukum yang titiknya ada di Mahkamah Konstitusi untuk melihat bahwa seberapa besar kecurangan yang terstruktur, masif dan terencana tersebut. Dan, bukti-buktinya ada atau tidak," terangnya saat on air di PRFM, Selasa (21/5/2019).

Diharapkan Adiyana, pendukung Paslon 02 tak menerjemahkan sikap Prabowo sebagai dasar untuk menggelar "parlemen jalanan". Parlemen jalanan ini mengarah pada aksi demontrasi dalam menolak hasil Pemilu.

"Demontrasi tidak akan merubah hasil rekapitulasi secara manual di KPU. Kecuali, Mahkamah Konstitusi yang kemudian memutuskan ada kecurangan," tutupnya.







Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi




 

BERITA TERKAIT


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Selasa 25 September 2018

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
 

BERITA PILIHAN


Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

 

BERITA LAINNYA

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019
Jumat 23 Agustus 2019


Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019
Jumat 23 Agustus 2019 Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Jumat 23 Agustus 2019
Jumat 23 Agustus 2019 Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung Jumat 23 Agustus 2019
Jumat 23 Agustus 2019 Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Kamis 22 Agustus 2019 Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Kamis 22 Agustus 2019 Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi Imbas Kabel Optik Putus, Jaringan Telpon dan Internet di Wilayah ini Terganggu
Kamis 22 Agustus 2019 Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

 

 

BERITA TERKAIT


Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

KPU Jabar Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Senin 24 September 2018, 06:53 WIB Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

KTP-el dan DPT Ganda Hantui Persiapan Pemilu 2019
Senin 24 September 2018, 08:15 WIB Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Selasa 25 September 2018, 11:10 WIB Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
Selasa 21 Mei 2019, 19:30 WIB
Pemilu 2019

Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi
Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi


Prabowo Tak Terima Hasil Perhitungan KPU, Pengamat: Gunakan Jalur Konstitusi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Pikiran Rakyat/dok


BANDUNG, (PRFM) - Hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini, tak diterima oleh pasangan calon (Paslon) 02 Prabowo-Sandi.

Dalam konferensi pers, Prabowo menolak hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilakukan KPU.

Menanggapi hal ini, pengamat komunikasi politik dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Adiyana Slamet menjelaskan, Paslon 02 bisa menggunakan jalur konstitusi untuk menguggat hasil Pilpres 2019.

Ia mengatakan, jalur konstitusi merupakan tata cara hukum yang diamanatkan dalam Undang-Undang  Dasar 1945, dan Undang-Undang tentang Pemilu.

"Harus memakai jalur hukum yang titiknya ada di Mahkamah Konstitusi untuk melihat bahwa seberapa besar kecurangan yang terstruktur, masif dan terencana tersebut. Dan, bukti-buktinya ada atau tidak," terangnya saat on air di PRFM, Selasa (21/5/2019).

Diharapkan Adiyana, pendukung Paslon 02 tak menerjemahkan sikap Prabowo sebagai dasar untuk menggelar "parlemen jalanan". Parlemen jalanan ini mengarah pada aksi demontrasi dalam menolak hasil Pemilu.

"Demontrasi tidak akan merubah hasil rekapitulasi secara manual di KPU. Kecuali, Mahkamah Konstitusi yang kemudian memutuskan ada kecurangan," tutupnya.






 

BERITA LAINNYA