Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama  




Minggu 24 Maret 2019

21:13 WIB

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
@prfmnews

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
PRFMNewsChannel

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
Minggu 10 Maret 2019, 20:00 WIB

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama




Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Redaksi Oleh : Iqbal Pratama
Foto Oleh : Tim Data PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Sejak awal tahun 2019 wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak terjadi. Untuk itu masyarakat di Kota Bandung dan sekitarnya perlu menjaga kebersihan agar terhindar dari penyebaran DBD tersebut.  


Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung,  selama bulan Januari 2019 telah terjadi 224 kasus demam berdarah yang menyebar di Kota Bandung. Bahkan, jumlah warga Kota Bandung yang terkena demam berdarah terus meningkat secara signifikan setiap harinya. 


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan  pasien paling banyak berada pada rentang usia 4 hingga 15 tahun. Beranjak dari data di awal tahun itu, ternyata angka penderita DBD diawal tahun memang cenderung sama dan selalu melonjak diatas 200 orang pasien. Portal open data bandung (data.bandung.go.id) mencatat pada bulan Januari 2018 angka pasien penderita DBD di Kota Bandung bahkan lebih banyak dari tahun ini yaitu sebanyak 251 orang.


Angka tersebut hanya berasal dari kota Bandung, belum lagi angka pasien pengidap DBD yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Dikutip dari Pikiran Rakyat, Dinkes Jawa Barat mencatat  baru lima minggu berlalu di 2019, sudah 3.188 orang tercatat terkena demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat. Yang lebih menyedihkan, 18 orang di antaranya meninggal dunia.


Banyaknya kasus DBD pada awal tahun tentu disebabkan karena beberapa faktor terutama peralihan cuaca ke musim hujan.  Nyamuk aedes agepty sebagai penular sangat senang dengan kondisi cuaca di awal tahun. Dengan kelembaban seperti ini, cocok untuk mereka berkembang biak. Di sisi lain, kepedulian masyarakat dengan pemberantasan sarang nyamuk masih perlu ditingkatkan.


Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Disamping itu masyarakat pun perlu mengetahui cara mendeteksi adanya gejala DBD. Adapun ciri-ciri DBD ialah demam mendadak selama 2 hingga 7 hari. Patokannya lebih dari 2 x24 jam disertai demam, mual, muntah, sakit perut dan tidak jelas disertai penyakit lain. Tapi tidak menutup kemungkinan ciri-cirinya ganda, misalnya demam dan lemas, pegal nyeri kepala dan pada dewasa biasanya demam dan pegal saja.

"Jadi hati-hati saja kalau lewat 2 x24 jam sebaiknya ke dokter dan dokter akan memeriksa darah, biasanya yang 2x24 jam demam masih normal maka akan diulang," kata Kepala divisi infeksi KSM anak RSHS,  dr Djatnika Setiabudi dilansir Pikiran Rakyat. 

Sebagai penanganan awal, lanjut dia, pemberian minum yang banyak karena bisa mempercepat turun suhu tapi tetap kalau tanda-tanda kegawatan segera ke IGD.

Cegah dengan 3M 

Selain mengetahui ciri dari DBD, masyarakat pun perlu mencegah terjadinya mulai dari lingkungan sekitar. Gerakan 3M yang dikenal sebagai metode untuk pencegahan perlu terus dilakukan. 3Mmerupakan kepanjangan dari menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali, bukan lagi mengubur.

Gerakan itu merupakan kebiasaan baik yang sepatutnya dilakukan terus menerus, tidak harus menunggu momen pergantian musim yang biasanya menjadi momen bagi peningkatan kasus DBD.  Sekarang, gerakan 3M telah menjadi 3M plus. Plus itu adalah mencegah gigitan nyamuk dengan berbagai cara yang bisa dilakukan.

Selain 3M ada juga Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik untuk melengkapi gerakan 3M itu. Jumantik adalah juru pemantau jentik. Setiap rumah ada satu anggota keluarga yang bertugas mengawasi keberadaan jentik di area rumah masing-masing. 

Salah satunya di Kecamatan Kiaracondong yang sudah mendeklarasikan satu rumah satu kader juru pemantau jentik (jumantik) pada Jumat, 8 Maret 2019.  Deklarasi yang dihadiri langsung Walikota Bandung Oded M Danial itu,  dicetuskan oleh Camat Kiaracodong, Tarya karena selama ini pencegahan dan pemberantasan perkembangbiakan nyamuk DBD dirasa kurang. 



Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

 

BERITA TERKAIT


Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
 

BERITA PILIHAN


Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

 

BERITA LAINNYA

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Ada 29 Ribu Pesantren, Presiden Harap RUU Pesantren Segera Selesai
Minggu 24 Maret 2019


Fabiano Akan Mudah Berkomunikasi dengan Pemain Lain
Minggu 24 Maret 2019 Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Minggu 24 Maret 2019 Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama Fabiano Datang, Persib Belum Hentikan Perburuan Pemain
Minggu 24 Maret 2019 Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama Setiap Harinya 20 Orang Indonesia Meninggal Akibat Kanker
Sabtu 23 Maret 2019 Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama Warga Heran Pemkot Tak Juga Angkat Lurah Batununggal
Sabtu 23 Maret 2019 Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama Done! Fabiano Beltrame Resmi Berseragam Persib
Sabtu 23 Maret 2019 Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

 

 

BERITA TERKAIT

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
Minggu 10 Maret 2019, 20:00 WIB

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama
Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama


Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Redaksi Oleh : Iqbal Pratama
Sumber Foto : Tim Data PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Sejak awal tahun 2019 wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak terjadi. Untuk itu masyarakat di Kota Bandung dan sekitarnya perlu menjaga kebersihan agar terhindar dari penyebaran DBD tersebut.  


Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung,  selama bulan Januari 2019 telah terjadi 224 kasus demam berdarah yang menyebar di Kota Bandung. Bahkan, jumlah warga Kota Bandung yang terkena demam berdarah terus meningkat secara signifikan setiap harinya. 


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan  pasien paling banyak berada pada rentang usia 4 hingga 15 tahun. Beranjak dari data di awal tahun itu, ternyata angka penderita DBD diawal tahun memang cenderung sama dan selalu melonjak diatas 200 orang pasien. Portal open data bandung (data.bandung.go.id) mencatat pada bulan Januari 2018 angka pasien penderita DBD di Kota Bandung bahkan lebih banyak dari tahun ini yaitu sebanyak 251 orang.


Angka tersebut hanya berasal dari kota Bandung, belum lagi angka pasien pengidap DBD yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Dikutip dari Pikiran Rakyat, Dinkes Jawa Barat mencatat  baru lima minggu berlalu di 2019, sudah 3.188 orang tercatat terkena demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat. Yang lebih menyedihkan, 18 orang di antaranya meninggal dunia.


Banyaknya kasus DBD pada awal tahun tentu disebabkan karena beberapa faktor terutama peralihan cuaca ke musim hujan.  Nyamuk aedes agepty sebagai penular sangat senang dengan kondisi cuaca di awal tahun. Dengan kelembaban seperti ini, cocok untuk mereka berkembang biak. Di sisi lain, kepedulian masyarakat dengan pemberantasan sarang nyamuk masih perlu ditingkatkan.


Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Disamping itu masyarakat pun perlu mengetahui cara mendeteksi adanya gejala DBD. Adapun ciri-ciri DBD ialah demam mendadak selama 2 hingga 7 hari. Patokannya lebih dari 2 x24 jam disertai demam, mual, muntah, sakit perut dan tidak jelas disertai penyakit lain. Tapi tidak menutup kemungkinan ciri-cirinya ganda, misalnya demam dan lemas, pegal nyeri kepala dan pada dewasa biasanya demam dan pegal saja.

"Jadi hati-hati saja kalau lewat 2 x24 jam sebaiknya ke dokter dan dokter akan memeriksa darah, biasanya yang 2x24 jam demam masih normal maka akan diulang," kata Kepala divisi infeksi KSM anak RSHS,  dr Djatnika Setiabudi dilansir Pikiran Rakyat. 

Sebagai penanganan awal, lanjut dia, pemberian minum yang banyak karena bisa mempercepat turun suhu tapi tetap kalau tanda-tanda kegawatan segera ke IGD.

Cegah dengan 3M 

Selain mengetahui ciri dari DBD, masyarakat pun perlu mencegah terjadinya mulai dari lingkungan sekitar. Gerakan 3M yang dikenal sebagai metode untuk pencegahan perlu terus dilakukan. 3Mmerupakan kepanjangan dari menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali, bukan lagi mengubur.

Gerakan itu merupakan kebiasaan baik yang sepatutnya dilakukan terus menerus, tidak harus menunggu momen pergantian musim yang biasanya menjadi momen bagi peningkatan kasus DBD.  Sekarang, gerakan 3M telah menjadi 3M plus. Plus itu adalah mencegah gigitan nyamuk dengan berbagai cara yang bisa dilakukan.

Selain 3M ada juga Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik untuk melengkapi gerakan 3M itu. Jumantik adalah juru pemantau jentik. Setiap rumah ada satu anggota keluarga yang bertugas mengawasi keberadaan jentik di area rumah masing-masing. 

Salah satunya di Kecamatan Kiaracondong yang sudah mendeklarasikan satu rumah satu kader juru pemantau jentik (jumantik) pada Jumat, 8 Maret 2019.  Deklarasi yang dihadiri langsung Walikota Bandung Oded M Danial itu,  dicetuskan oleh Camat Kiaracodong, Tarya karena selama ini pencegahan dan pemberantasan perkembangbiakan nyamuk DBD dirasa kurang. 



 

BERITA LAINNYA



Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama

 

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Perbandingan Tahun Lalu, Data Penderita DBD di Awal Tahun Cenderung Sama