Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen  




Jumat 24 Januari 2020

00:18 WIB

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
@prfmnews

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
PRFMNewsChannel

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
Kamis 01 Agustus 2019, 07:59 WIB
Penataan PKL Cicadas
Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen




Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Foto Oleh : Tommy Riyadi-PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Rencana penataan Pasar Cicadas kini menemukan titik terang. Melalui akun Instagramnya, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, berencana menuntaskan penataan pasar tersebut September 2019 mendatang. Pengamat Sistem Manajemen dan Kebijakan Publik serta Wakil Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia Jawa Barat, Oktri Mohammad Firdaus berharap, penataan ini dapat menjadi solusi yang permanen. 

"Kalau dari niatnya Pemkot, kita harus apresiasi bahwa teman-teman di Pemkot ingin mencoba memberikan solusi. Tapi ini solusinya juga bukan solusi hoaks, tapi solusi permanen," katanya saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Rabu (31/7/2019).  

Meski demikian, dilihat dari gambar yang diunggah, menurut Oktri, penataan tetap akan menggunakan trotoar. Meski nantinya PKL akan tetap menggunakan troroar, ia mencatat harus ada beberapa syarat. 

"Tidak lantas menyelesaikan masalah namun menimbulkan masalah lain," lanjut Oktri. 

Pertama, meski masih menggunakan trotoar, seharunya ada jarak sepanjang 1,5 meter antara toko (resmi) dengan PKL di trotoar. Hal ini dilakukan agar pejalan kaki masih bisa menggunakan trotoar untuk berjalan.  

"Minimal ada 1,5 meter jarak dari toko (resmi) dengan PKL itu untuk lalu lalang orang. Kalau ada hitungan artromot simetris, jadi bisa dilalui oleh dua orang," jelasnya. 

Kemudian, lanjut Oktri, pemerintah juga perlu tegas untuk tidak menyarankan pedagang menyimpan stok barang di area berjualan. Meski dirasa sulit, namun perlu adanya kesepakatan dan tekad baik dari pemerintah untuk kemudian meralang pedagang menyimpan stok barang di lokasi tersebut.  

"Boleh memajang display pada saat jam oprasional berdagang, namun stok barang dagangannya tidak disimpan disana. Ini juga ada sebuah tantangan baru untuk pemkot," tuturnya. 

Dengan demikian, Pemkot perlu mengedukasi pedagang untuk menyimpan stok barang yang memang paling banyak dicari. Artinya, selain barang yang paling diminati, pedagang hanya bisa menyimpan barang pajangan (Display) saja dan tidak menyimpan stok. 

"Misalnya dia menjual 30 item, tidak perlu stok dari 30 item disimpan. Namun cukup 10 yang laris displaynya dan stoknya. Yang 20-nya display saja." Tegasnya. 










 

BERITA TERKAIT


Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
 

BERITA PILIHAN


Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

 

BERITA LAINNYA

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Bobol Rekening Via Nomor HP, Provider Mesti Perketat Prosedur Penggantian Kartu
Kamis 23 Januari 2020


Soal Pemangkasan Eselon III dan IV, Sekda Kota Bandung Minta SKPD Lakukan Kajian
Kamis 23 Januari 2020 Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020 Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020 Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen INFO PENEMUAN: Mengaku dari Kopo, Balita Ini Diamankan di Bandung Kulon
Kamis 23 Januari 2020 Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

 

 

BERITA TERKAIT


Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Angin Segar Penataan PKL Cicadas
Selasa 02 Juli 2019, 07:53 WIB Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Penataan PKL Cicadas, Dewan Siap Bekerja Sama
Kamis 01 Agustus 2019, 07:56 WIB Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Lapak PKL Cicadas Mulai Dibongkar untuk Penataan
Selasa 13 Agustus 2019, 13:46 WIB

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
Kamis 01 Agustus 2019, 07:59 WIB
Penataan PKL Cicadas

Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen
Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen


Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Sumber Foto : Tommy Riyadi-PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Rencana penataan Pasar Cicadas kini menemukan titik terang. Melalui akun Instagramnya, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, berencana menuntaskan penataan pasar tersebut September 2019 mendatang. Pengamat Sistem Manajemen dan Kebijakan Publik serta Wakil Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia Jawa Barat, Oktri Mohammad Firdaus berharap, penataan ini dapat menjadi solusi yang permanen. 

"Kalau dari niatnya Pemkot, kita harus apresiasi bahwa teman-teman di Pemkot ingin mencoba memberikan solusi. Tapi ini solusinya juga bukan solusi hoaks, tapi solusi permanen," katanya saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Rabu (31/7/2019).  

Meski demikian, dilihat dari gambar yang diunggah, menurut Oktri, penataan tetap akan menggunakan trotoar. Meski nantinya PKL akan tetap menggunakan troroar, ia mencatat harus ada beberapa syarat. 

"Tidak lantas menyelesaikan masalah namun menimbulkan masalah lain," lanjut Oktri. 

Pertama, meski masih menggunakan trotoar, seharunya ada jarak sepanjang 1,5 meter antara toko (resmi) dengan PKL di trotoar. Hal ini dilakukan agar pejalan kaki masih bisa menggunakan trotoar untuk berjalan.  

"Minimal ada 1,5 meter jarak dari toko (resmi) dengan PKL itu untuk lalu lalang orang. Kalau ada hitungan artromot simetris, jadi bisa dilalui oleh dua orang," jelasnya. 

Kemudian, lanjut Oktri, pemerintah juga perlu tegas untuk tidak menyarankan pedagang menyimpan stok barang di area berjualan. Meski dirasa sulit, namun perlu adanya kesepakatan dan tekad baik dari pemerintah untuk kemudian meralang pedagang menyimpan stok barang di lokasi tersebut.  

"Boleh memajang display pada saat jam oprasional berdagang, namun stok barang dagangannya tidak disimpan disana. Ini juga ada sebuah tantangan baru untuk pemkot," tuturnya. 

Dengan demikian, Pemkot perlu mengedukasi pedagang untuk menyimpan stok barang yang memang paling banyak dicari. Artinya, selain barang yang paling diminati, pedagang hanya bisa menyimpan barang pajangan (Display) saja dan tidak menyimpan stok. 

"Misalnya dia menjual 30 item, tidak perlu stok dari 30 item disimpan. Namun cukup 10 yang laris displaynya dan stoknya. Yang 20-nya display saja." Tegasnya. 






 

BERITA LAINNYA



Pengamat: Penataan Pasar Cicadas Semoga Menjadi Solusi Permanen

Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020
Pendidikan