Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris  




Rabu 16 Oktober 2019

23:59 WIB

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
@prfmnews

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
PRFMNewsChannel

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
Kamis 10 Oktober 2019, 00:03 WIB

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris




Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

Pengamat Politik dan Keamanan dari Universitas Padjadajaran, Muradi menilai ada perubahan pola teroris dalam kejadian penyerangan Wiranto. Dari yang biasanya mereka menyerang kerumunan massa dan infrastruktur, namun sekarang menyasar elite politik.

"Ini ada perubahan pola penyerangan, dari target kerumunan massa yang menewaskan banyak kerugian, ke target yang sifatnya pembunuhan mendadak. Ini pola perubahan. Situasi ini disadari betul oleh kelompok teror, karena ruang mereka makin sempit," ujar Muradi saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Kamis (10/10/19).

Dirinya juga mengatakan, aksi penyerangan di Pandeglang, Banten merupakan bentuk pernyataan eksistensi mereka. Hal ini terbukti dari beredarnya tangkapan layar dari grup whatsapp jaringan teror yang mengelu-elukan pelaku.

"Ini merupakan bentuk kebanggaan untuk menandakan mereka masih ada. Tadi setelah penyerangan ada beberapa grup whatsapp yang mengelu-elukan langkah itu. Karena standarnya lebih tinggi dari sekedar melakukan penyerangan dan membuat teror di kerumunan. Lebih di atas sedikit karena yang diserang elite politik. Ini kemudian nilainya di atas pengeboman di Surabaya sekalipun," ucap Muradi.

Selain itu, Muradi menilai target pelaku juga untuk mengangkat moral jaringan teror. Ditakutkan, nantinya kelompok ini akan menimbulkan teror baru di tempat lain.

"Target mereka untuk mengangkat moral internal kelompok teroris. Untuk kembali semangat dan punya visi. Kemudian menimbulkan teror baru di berbagai tempat," pungkas Muradi.










 

BERITA TERKAIT


Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
 

BERITA PILIHAN


Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

 

BERITA LAINNYA

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Debut Pahit Tavarez Bersama Persija
Rabu 16 Oktober 2019


PHRI Jabar Prediksi Kunjungan Wisman ke Bandung akan Meningkat pada 2021
Rabu 16 Oktober 2019 Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris Polres Bandung Berikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kiangroke
Rabu 16 Oktober 2019 Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris Soal Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Ajukan Banding Tanpa Bukti Baru
Rabu 16 Oktober 2019 Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris Heboh Crosshijaber, MUI Jabar: Tangkap dan Langsung Interogasi
Rabu 16 Oktober 2019 Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris Perempuan dan Parlemen Tak Bisa Dipisahkan
Rabu 16 Oktober 2019 Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris Tambah Kekuatan Fisik, Persib Berlatih Dua Kali dalam Sehari
Rabu 16 Oktober 2019 Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

 

 

BERITA TERKAIT

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
Kamis 10 Oktober 2019, 00:03 WIB

Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris
Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris


Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


Pengamat Politik dan Keamanan dari Universitas Padjadajaran, Muradi menilai ada perubahan pola teroris dalam kejadian penyerangan Wiranto. Dari yang biasanya mereka menyerang kerumunan massa dan infrastruktur, namun sekarang menyasar elite politik.

"Ini ada perubahan pola penyerangan, dari target kerumunan massa yang menewaskan banyak kerugian, ke target yang sifatnya pembunuhan mendadak. Ini pola perubahan. Situasi ini disadari betul oleh kelompok teror, karena ruang mereka makin sempit," ujar Muradi saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Kamis (10/10/19).

Dirinya juga mengatakan, aksi penyerangan di Pandeglang, Banten merupakan bentuk pernyataan eksistensi mereka. Hal ini terbukti dari beredarnya tangkapan layar dari grup whatsapp jaringan teror yang mengelu-elukan pelaku.

"Ini merupakan bentuk kebanggaan untuk menandakan mereka masih ada. Tadi setelah penyerangan ada beberapa grup whatsapp yang mengelu-elukan langkah itu. Karena standarnya lebih tinggi dari sekedar melakukan penyerangan dan membuat teror di kerumunan. Lebih di atas sedikit karena yang diserang elite politik. Ini kemudian nilainya di atas pengeboman di Surabaya sekalipun," ucap Muradi.

Selain itu, Muradi menilai target pelaku juga untuk mengangkat moral jaringan teror. Ditakutkan, nantinya kelompok ini akan menimbulkan teror baru di tempat lain.

"Target mereka untuk mengangkat moral internal kelompok teroris. Untuk kembali semangat dan punya visi. Kemudian menimbulkan teror baru di berbagai tempat," pungkas Muradi.






 

BERITA LAINNYA



Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Debut Pahit Tavarez Bersama Persija
Rabu 16 Oktober 2019
Liga 1 2019


Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Soal Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Ajukan Banding Tanpa Bukti Baru
Rabu 16 Oktober 2019
polemik sekda kota bandung


Pengamat Anggap Ada Perubahan Pola Penyerangan Teroris

Perempuan dan Parlemen Tak Bisa Dipisahkan
Rabu 16 Oktober 2019
DPR RI