Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada  




Senin 27 Januari 2020

01:14 WIB

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada
@prfmnews

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada
PRFMNewsChannel

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada "Desa Hantu" di Wilayahnya
Rabu 13 November 2019, 20:40 WIB
Desa Hantu
Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada
Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada




Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Ilustrasi - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan tidak ada "Desa Hantu" di wilayahnya. Hal ini sekaligus membantah adanya desa fiktif yang menyedot anggaran dari Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar Dedi Supandi menyatakan, semenjak Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 disahkan, dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk Jabar hanya untuk 5.312 desa. 

Jumlah tersebut, kata Dedi, telah sesuai setelah 6 desa di wilayah Kabupaten Sumedang dihapuskan secara administratif untuk kepentingan perluasan pembangunan Waduk Jatigede.

"Kita pastikan bahwa desa yang hilang tersebut tidak ikut mendapat anggaran," ujarnya saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu (13/11/2019).

Dedi melanjutkan, tidak adanya pemekaran desa di Jabar menjadi bukti akurat untuk mematahkan anggapan adanya desa fiktif di provinsi yang kini dipimpin Ridwan Kamil.

"Dana desa dikucurkan sejak 2015. Untuk seluruh desa di Jabar anggaran mencapai Rp 5,7 triliun dan ini hanya untuk 5.312 desa yang ada di Jabar," jelasnya.

Seperti diberitakan, fenomena "Desa Hantu" menjadi sorotan publik setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan adanya beberapa desa fiktif. 

Menurut Sri Mulyani,  desa tak berpenduduk tersebut sengaja didaftarkan untuk mendapatkan dana desa yang digulirkan pemerintah.










 

BERITA TERKAIT


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada
 

BERITA PILIHAN


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

 

BERITA LAINNYA

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Akibat Rem Mendadak, Empat Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Flyover Kircon
Minggu 26 Januari 2020


Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020 Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020 Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Kemenlu Terbitkan Travel Advice Ke Tiongkok
Minggu 26 Januari 2020 Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020 Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada Dewan Tuding Proyek KCIC dan Tol Cisumdawu Penyebab Banjir Rancaekek Kian Parah
Minggu 26 Januari 2020 Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada PSSI Sahkan Perubahan Nama Blitar Bandung United Jadi Bandung United
Minggu 26 Januari 2020 Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

 

 

BERITA TERKAIT


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada "Desa Hantu" di Wilayahnya
Rabu 13 November 2019, 20:40 WIB
Desa Hantu

Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada
Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Ilustrasi - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan tidak ada "Desa Hantu" di wilayahnya. Hal ini sekaligus membantah adanya desa fiktif yang menyedot anggaran dari Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar Dedi Supandi menyatakan, semenjak Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 disahkan, dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk Jabar hanya untuk 5.312 desa. 

Jumlah tersebut, kata Dedi, telah sesuai setelah 6 desa di wilayah Kabupaten Sumedang dihapuskan secara administratif untuk kepentingan perluasan pembangunan Waduk Jatigede.

"Kita pastikan bahwa desa yang hilang tersebut tidak ikut mendapat anggaran," ujarnya saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu (13/11/2019).

Dedi melanjutkan, tidak adanya pemekaran desa di Jabar menjadi bukti akurat untuk mematahkan anggapan adanya desa fiktif di provinsi yang kini dipimpin Ridwan Kamil.

"Dana desa dikucurkan sejak 2015. Untuk seluruh desa di Jabar anggaran mencapai Rp 5,7 triliun dan ini hanya untuk 5.312 desa yang ada di Jabar," jelasnya.

Seperti diberitakan, fenomena "Desa Hantu" menjadi sorotan publik setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan adanya beberapa desa fiktif. 

Menurut Sri Mulyani,  desa tak berpenduduk tersebut sengaja didaftarkan untuk mendapatkan dana desa yang digulirkan pemerintah.






 

BERITA LAINNYA



Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020
Berita 26 Januari 2020


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada

Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020
Banjir Kabupaten Bandung 2020