Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit  




Selasa 22 Oktober 2019

03:10 WIB

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
@prfmnews

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
PRFMNewsChannel

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Selasa 25 September 2018, 11:10 WIB
Pemilu 2019
Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit




Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Pemilihan Umum 2019 diperkirakan akan lebih rumit, kompleks, dan massal daripada pemilu yang lalu. Hal ini dikarenakan Pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak mulai dari Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden maupun Wakil Presiden.

Demikian disampaikan Menko Polhukam Wiranto usai melakukan video conference dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata 2018 di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2018).

“Pemilu 2019 memang lebih rumit, lebih kompleks, lebih massal, dibandingkan pemilu yang lalu. Karena memang secara serentak akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan Presiden maupun Wakil Presiden,” ujarnya. 

Dalam pemilihan legislatif di tingkat pusat dan daerah misalnya, menurut Menko Polhukam, paling tidak akan ada 5 pilihan yang harus dilakukan oleh masyarakat, termasuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Jika dilihat, kontestan yang terlibat yakni para partai politik yang harus berkontestasi menjaga eksistensi sebagai parpol dengan batas parliamentary threshold 4 persen. Kalau sampai tidak lewat dari itu, dia akan tersingkir dari perpolitikan nasional karena itu parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi," terang Wiranto dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Lalu perorangan, lanjutnya, para calon legislatif di pusat maupun daerah juga melakukan kontestasi, termasuk DPD. “Sehingga memang hiruk pikuk, memang akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan,” terangnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan mencari hal-hal yang cukup rawan dalam rapat koordinasi untuk diperbincangkan bersama, baik soal perhitungan, aktivitas di lapangan, dan sebagainya.

“Para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan, himbauan dan penekanan pada para pemangku kepentingan di daerah,” ungkap Wiranto.

Hal terpenting yang diperlukan, menurut Menko Polhukam Wiranto, adalah satu sinergi dan koordinasi hingga ke tingkat yang paling ujung, ke tingkat dimana di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung memilih pilihan mereka.

 “Karena dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita tidak setiap daerah itu sama, masing-masing daerah secara spesifik punya masalah-masalah yang berbeda satu dengan yang lain, itu dikenali, dipahami betul, bahkan harus dicari jalan keluarnya,” tukasnya.











 

BERITA TERKAIT


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
 

BERITA PILIHAN


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

 

BERITA LAINNYA

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Banyak Pohon Tumbang, Akses Jalan Pangalengan-Kertasari Lumpuh Total
Senin 21 Oktober 2019


Wakil Gubernur Jabar Berharap Jokowi Bentuk Kementerian Pesantren
Senin 21 Oktober 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Pekan Hari Santri Siap Ramaikan Perayaan Hari Santri Nasional
Senin 21 Oktober 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Cegah Politik Uang, Tim Anti Judi dan Anti Kampanye Uang Disiagakan
Senin 21 Oktober 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Hutan di Gunung Puntang Terbakar Kembali
Senin 21 Oktober 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Ini Trik Mudah Liburan ke Bali dengan Bujet Minim
Senin 21 Oktober 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Ketum Golkar Siap Jadi Menteri Lagi
Senin 21 Oktober 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

 

 

BERITA TERKAIT

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Selasa 25 September 2018, 11:10 WIB
Pemilu 2019

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Pemilihan Umum 2019 diperkirakan akan lebih rumit, kompleks, dan massal daripada pemilu yang lalu. Hal ini dikarenakan Pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak mulai dari Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden maupun Wakil Presiden.

Demikian disampaikan Menko Polhukam Wiranto usai melakukan video conference dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata 2018 di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2018).

“Pemilu 2019 memang lebih rumit, lebih kompleks, lebih massal, dibandingkan pemilu yang lalu. Karena memang secara serentak akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan Presiden maupun Wakil Presiden,” ujarnya. 

Dalam pemilihan legislatif di tingkat pusat dan daerah misalnya, menurut Menko Polhukam, paling tidak akan ada 5 pilihan yang harus dilakukan oleh masyarakat, termasuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Jika dilihat, kontestan yang terlibat yakni para partai politik yang harus berkontestasi menjaga eksistensi sebagai parpol dengan batas parliamentary threshold 4 persen. Kalau sampai tidak lewat dari itu, dia akan tersingkir dari perpolitikan nasional karena itu parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi," terang Wiranto dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Lalu perorangan, lanjutnya, para calon legislatif di pusat maupun daerah juga melakukan kontestasi, termasuk DPD. “Sehingga memang hiruk pikuk, memang akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan,” terangnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan mencari hal-hal yang cukup rawan dalam rapat koordinasi untuk diperbincangkan bersama, baik soal perhitungan, aktivitas di lapangan, dan sebagainya.

“Para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan, himbauan dan penekanan pada para pemangku kepentingan di daerah,” ungkap Wiranto.

Hal terpenting yang diperlukan, menurut Menko Polhukam Wiranto, adalah satu sinergi dan koordinasi hingga ke tingkat yang paling ujung, ke tingkat dimana di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung memilih pilihan mereka.

 “Karena dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita tidak setiap daerah itu sama, masing-masing daerah secara spesifik punya masalah-masalah yang berbeda satu dengan yang lain, itu dikenali, dipahami betul, bahkan harus dicari jalan keluarnya,” tukasnya.







 

BERITA LAINNYA



Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Cegah Politik Uang, Tim Anti Judi dan Anti Kampanye Uang Disiagakan
Senin 21 Oktober 2019
Pilkades Serentak Kabupaten Bandung 2019


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Hutan di Gunung Puntang Terbakar Kembali
Senin 21 Oktober 2019
Kebakaran