Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah  




Kamis 27 Juni 2019

03:17 WIB

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
@prfmnews

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
PRFMNewsChannel

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
Sabtu 12 Januari 2019, 12:51 WIB

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah




Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) -  Tiga Faktor Penentu Peningkatan Provitas Padi diperkirakan terpenuhi, sehingga produktivitas padi di 2019 diprediksi meningkat bahkan melimpah. Ketiga hal itu meliputi faktor genetik, lingkungan, serta interaksi faktor genetik dengan lingkungan. 

Demikian disampaikan Kepala Balai Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Priatna Sasmita dalam siaran pers yang diterima PRFM, Sabtu (12/1/2018).

Priatna menyampaikan, upaya peningkatan produksi dari aspek genetik saat ini hampir sebagian besar telah dilakukan petani di Indonesia melalui penggunaan berbagai varietas unggul potensi hasil tinggi yang telah teruji di masing-masing sentra. 

"Serta dengan melakukan pengelolaan lingkungan melalui perbaikan berbagai teknologi budidaya dan adaptasi spesifik lokasi (menginteraksikan kedua faktor varietas dan lingkungan)," kata Priatna.

Namun demikian masih ada faktor lingkungan lainnya yang sulit dikontrol manusia khususnya iklim. "Ini berkaitan dengan curah hujan, intensitas cahaya, temperature dan kelembaban yang sangat menentukan pertumbuhan tanaman terutama fase generative yang dibutuhkan untuk akumulasi fotosintat optimal pada proses pengisian bulir gabah," katanya.

 Kondisi lingkungan ideal untuk fase pertumbuhan generative padi secara umum meliputi Intensitas (kualitas) cahaya tinggi, temperature relative tinggi, serta kelembaban dan curah hujan rendah yang biasanya terjadi mulai bulan Maret-April. 

Selain efek fisiologis yang kondusif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, kondisi di atas secara tidak langsung juga dapat mengurangi perkembangan populasi hama dan penyakit tanaman di lapang. 

"Oleh karena itu prediksi pergeseran waktu tanam padi periode Oktober 2018 -Maret 2019 ke Januari 2019 cukup beralasan berimplikasi kondusif terhadap peningkatan produktivitas tanaman padi secara signifikanm," tukasnya.



Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

 

BERITA TERKAIT


Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
 

BERITA PILIHAN


Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

 

BERITA LAINNYA

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

BTN Diharapkan Tak Bangun Perumahan Eksklusif
Kamis 27 Juni 2019


Truk Terguling di Cicalengka, Setengah Badan Sopir Terjepit
Rabu 26 Juni 2019 Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah Harga Ayam Tingkat Peternak Anjlok, DKPP Jabar: Tak Separah Provinsi Lain
Rabu 26 Juni 2019 Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah Komite Korea Kadin Kota Bandung Terpilih Ikuti Trade Meeting di Suwon
Rabu 26 Juni 2019 Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Rabu 26 Juni 2019 Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah Polda Jabar Imbau Warga tak Ikut Aksi Saat Putusan Sidang MK
Rabu 26 Juni 2019 Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Rabu 26 Juni 2019 Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

 

 

BERITA TERKAIT

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
Sabtu 12 Januari 2019, 12:51 WIB

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah
Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah


Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) -  Tiga Faktor Penentu Peningkatan Provitas Padi diperkirakan terpenuhi, sehingga produktivitas padi di 2019 diprediksi meningkat bahkan melimpah. Ketiga hal itu meliputi faktor genetik, lingkungan, serta interaksi faktor genetik dengan lingkungan. 

Demikian disampaikan Kepala Balai Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Priatna Sasmita dalam siaran pers yang diterima PRFM, Sabtu (12/1/2018).

Priatna menyampaikan, upaya peningkatan produksi dari aspek genetik saat ini hampir sebagian besar telah dilakukan petani di Indonesia melalui penggunaan berbagai varietas unggul potensi hasil tinggi yang telah teruji di masing-masing sentra. 

"Serta dengan melakukan pengelolaan lingkungan melalui perbaikan berbagai teknologi budidaya dan adaptasi spesifik lokasi (menginteraksikan kedua faktor varietas dan lingkungan)," kata Priatna.

Namun demikian masih ada faktor lingkungan lainnya yang sulit dikontrol manusia khususnya iklim. "Ini berkaitan dengan curah hujan, intensitas cahaya, temperature dan kelembaban yang sangat menentukan pertumbuhan tanaman terutama fase generative yang dibutuhkan untuk akumulasi fotosintat optimal pada proses pengisian bulir gabah," katanya.

 Kondisi lingkungan ideal untuk fase pertumbuhan generative padi secara umum meliputi Intensitas (kualitas) cahaya tinggi, temperature relative tinggi, serta kelembaban dan curah hujan rendah yang biasanya terjadi mulai bulan Maret-April. 

Selain efek fisiologis yang kondusif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, kondisi di atas secara tidak langsung juga dapat mengurangi perkembangan populasi hama dan penyakit tanaman di lapang. 

"Oleh karena itu prediksi pergeseran waktu tanam padi periode Oktober 2018 -Maret 2019 ke Januari 2019 cukup beralasan berimplikasi kondusif terhadap peningkatan produktivitas tanaman padi secara signifikanm," tukasnya.



 

BERITA LAINNYA



Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah

 

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Panen Padi 2019 Diperkirakan Melimpah