Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi  




Rabu 13 November 2019

21:30 WIB

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
@prfmnews

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
PRFMNewsChannel

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
Minggu 16 Juni 2019, 22:34 WIB

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi




Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Redaksi Oleh : Muhammad Fauzi
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Seorang oknum pekerja sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, SR (50) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap SW (15), perempuan penyandang tunarungu dan tunawicara.

Dituturkan Kepala Panti Titipan Anak Bangsa  sekaligus ibu asuh SW, YR, korban mengalami tindakan pelecehan seksual saat mengikuti pelatihan di BRSPD Cimahi yang berlangsung pada Maret hingga Oktober 2019.

“Kejadian pelecehan yang dilakukan oleh pelaku diperkirakanterjadi pada bulan Mei 2019 lalu ketika diikutsertakannya SW dalam kegiatan BRSPD dan pada bulan kemarin,kegiatan pelatikan diliburkan dulu karena ada libur lebaran. Tapi setelah mengetahui kejadian ini kita tidak akan mengembalikan SW untuk meneruskan pelatihan di BRSPD,” ucap ibu asuh korban YR, saat on air di 107.5 PRFM News Channel,Minggu (16/6/2019).

YR menambahkan, saat pelatihan tengah berlangsung,pelaku kerap membeli makanan untuk SW. Lebih lanjut, berdasarkan keterangandari korban, pelaku melakukan pelecehan seksualnya di kantor SR yang beradadidalam areal BRSPD Cimahi.

Selama kegiatan pelatihan di BRSPD  korban sering dibelikan makanan oleh Pelaku dan pelaku juga pernah mengajak korban mendampingi pelaku untuk dinas di luar kota, tapi korban menolak.

“Begitu SW pulang, pelaku pernah datang ke rumah korbanmenemui ibu korban dengan tergesa gesa. Pelaku meminta izin kepada ibu korbanuntuk membelikan korban jam tangan. Izin pergi selama 1 jam. Tapi belum sampai1 jam sudah kembali diduga karena ibu korban mencari tahu tentang pelaku denganmenelepon pekerja sosial lain,” tambahnya.

Namun, ibu kandung korban,  curiga dengan kedekatanantara pelaku dan anaknya. Setelah ditelusuri, ditemukan beberapa kejanggalan dan rasa kekhawatiran setelah melihat pesan Whatapps yang menjurus ke tindakan pelecehan antara anaknya dan pelaku.

"Saat itu ibu kandung korban penasaran dengan bapak-bapak tersebut yang datang menggunakanseragam BRSPD. Ibu korban langsung mencari tahu tentang bapak-bapak tersebut.Korban juga mendapat pesan di WA yang terkesan mencurigakan," tuturnya.

Ibu kandung korban akhirnya meminta pendampingan dari ibuasuh korban dari Panti Titipan Anak Bangsa untuk melaporkan kejadian ini kepadapihak Kepolisian.

YR mengaku, sudah melakukan pelaporan kepada PolresCimahi pada Kamis,(13/6/2019) lalu. Pihak kepolisian pun meminta kepada korbanmelakukan visum untuk memastikan dugaan pelecehan seksual yang menimpa wargaasal Sumatera Utara itu.

Terkait kondisi korban saat ini, YR menerangkan bahwakorban dalam kondisi trauma atas perbuatan yang dilakukan oleh SR. Lebih lanjut, istri pelaku sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh suaminya kepada SW dan beberapa kali ia meminta keluarga korban menempuh jalur kekeluargaan. Namun, Pihak keluarga SW bersikeras untuk menempuh jalur hukum.

"Korban pada waktu dilakukan penyidikan itu berterusterang kepada penyidik mengenai apa yang dilakukan pelaku. Korban sangat traumadengan kejadian ini. Dari pihak keluarga pelaku, dalam hal ini istri pelaku,mencoba melakukan negosiasi ke rumah korban. Kita tetap mengambil jalurhukum," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih menungguhasil visum dari Rumah Sakit Cibabat, Kota Cimahi yang rencana akan dirilispada Senin, (17/6/2019) dan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak PolresCimahi serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengawal kasus ini.










 

BERITA TERKAIT


Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
 

BERITA PILIHAN


Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

 

BERITA LAINNYA

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Pemkot Bakal Labeli Gedung Bertingkat
Rabu 13 November 2019


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada "Desa Hantu" di Wilayahnya
Rabu 13 November 2019 Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi Tingkatkan Diplomasi Ekonomi Melalui Pasar Domestik
Rabu 13 November 2019 Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019 Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019 Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi Pelatih Arema FC Mengaku Sulit Cari Pengganti Hamka Hamzah
Rabu 13 November 2019 Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019 Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

 

 

BERITA TERKAIT

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
Minggu 16 Juni 2019, 22:34 WIB

Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi
Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi


Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Redaksi Oleh : Muhammad Fauzi
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Seorang oknum pekerja sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, SR (50) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap SW (15), perempuan penyandang tunarungu dan tunawicara.

Dituturkan Kepala Panti Titipan Anak Bangsa  sekaligus ibu asuh SW, YR, korban mengalami tindakan pelecehan seksual saat mengikuti pelatihan di BRSPD Cimahi yang berlangsung pada Maret hingga Oktober 2019.

“Kejadian pelecehan yang dilakukan oleh pelaku diperkirakanterjadi pada bulan Mei 2019 lalu ketika diikutsertakannya SW dalam kegiatan BRSPD dan pada bulan kemarin,kegiatan pelatikan diliburkan dulu karena ada libur lebaran. Tapi setelah mengetahui kejadian ini kita tidak akan mengembalikan SW untuk meneruskan pelatihan di BRSPD,” ucap ibu asuh korban YR, saat on air di 107.5 PRFM News Channel,Minggu (16/6/2019).

YR menambahkan, saat pelatihan tengah berlangsung,pelaku kerap membeli makanan untuk SW. Lebih lanjut, berdasarkan keterangandari korban, pelaku melakukan pelecehan seksualnya di kantor SR yang beradadidalam areal BRSPD Cimahi.

Selama kegiatan pelatihan di BRSPD  korban sering dibelikan makanan oleh Pelaku dan pelaku juga pernah mengajak korban mendampingi pelaku untuk dinas di luar kota, tapi korban menolak.

“Begitu SW pulang, pelaku pernah datang ke rumah korbanmenemui ibu korban dengan tergesa gesa. Pelaku meminta izin kepada ibu korbanuntuk membelikan korban jam tangan. Izin pergi selama 1 jam. Tapi belum sampai1 jam sudah kembali diduga karena ibu korban mencari tahu tentang pelaku denganmenelepon pekerja sosial lain,” tambahnya.

Namun, ibu kandung korban,  curiga dengan kedekatanantara pelaku dan anaknya. Setelah ditelusuri, ditemukan beberapa kejanggalan dan rasa kekhawatiran setelah melihat pesan Whatapps yang menjurus ke tindakan pelecehan antara anaknya dan pelaku.

"Saat itu ibu kandung korban penasaran dengan bapak-bapak tersebut yang datang menggunakanseragam BRSPD. Ibu korban langsung mencari tahu tentang bapak-bapak tersebut.Korban juga mendapat pesan di WA yang terkesan mencurigakan," tuturnya.

Ibu kandung korban akhirnya meminta pendampingan dari ibuasuh korban dari Panti Titipan Anak Bangsa untuk melaporkan kejadian ini kepadapihak Kepolisian.

YR mengaku, sudah melakukan pelaporan kepada PolresCimahi pada Kamis,(13/6/2019) lalu. Pihak kepolisian pun meminta kepada korbanmelakukan visum untuk memastikan dugaan pelecehan seksual yang menimpa wargaasal Sumatera Utara itu.

Terkait kondisi korban saat ini, YR menerangkan bahwakorban dalam kondisi trauma atas perbuatan yang dilakukan oleh SR. Lebih lanjut, istri pelaku sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh suaminya kepada SW dan beberapa kali ia meminta keluarga korban menempuh jalur kekeluargaan. Namun, Pihak keluarga SW bersikeras untuk menempuh jalur hukum.

"Korban pada waktu dilakukan penyidikan itu berterusterang kepada penyidik mengenai apa yang dilakukan pelaku. Korban sangat traumadengan kejadian ini. Dari pihak keluarga pelaku, dalam hal ini istri pelaku,mencoba melakukan negosiasi ke rumah korban. Kita tetap mengambil jalurhukum," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih menungguhasil visum dari Rumah Sakit Cibabat, Kota Cimahi yang rencana akan dirilispada Senin, (17/6/2019) dan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak PolresCimahi serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengawal kasus ini.






 

BERITA LAINNYA



Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Pemkot Bakal Labeli Gedung Bertingkat
Rabu 13 November 2019
Kota Bandung


Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019
Pemangkasan Eselon


Oknum Pekerja Sosial Jabar Diduga Lecehkan Anak Disabilitas di Cimahi

Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019
Pornas ke-15 Bangka Belitung