Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi  




Selasa 17 September 2019

03:33 WIB

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
@prfmnews

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
PRFMNewsChannel

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018, 22:47 WIB
NASIONAL
Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi




Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang menghadiri acara Wisuda Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, di Jalan Ir H Djuanda, Rabu (17/10/2018). Sebanyak 385 wisudawan yang terdiri dari 24 orang Pascasarjana spesialis satu pekerja sosial dan sisanya Sarjana terapan pekerja sosial diluluskan.

Di depan hadapan para wisudawan, Agus mengatakan, kesenjangan rasio antara kebutuhan di lapangan dengan ketersediaan pekerja sosial masih tinggi.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial terus mencari solusi untuk mengejar kesenjangan tersebut. Hal ini guna perkembangan pekerjaan sosial dapat terlaksana dengan lebih baik dan cepat.

"Yang akan kita kejar adalah kuantitas dan kualitas, ada juga semacam konteks untuk membentuk STKS lainnya selain di Bandung," ujar Agus.

Pihaknya juga sedang mewacanakan meningkatkan STKS menjadi sebuah politeknik. Sebab dengan menjadi politeknik, maka sarana dan prasarana harus meningkat termasuk juga peningkatan kualitas serta kualitas mahasiswa.

Terkait inisiatif ini, Agus sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Saat ini yang masih dibahas adalah detail pelaksanaannya.

"Upayanya kita tingkatkan jadi politeknik, saya udah bicara dengan Kementerian Ristekdikti, udah ada green light tinggal masalah detail saja," tambahnya.

Menjadi seorang lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial tentunya menurut Agus, punya kesempatan lebih tinggi untuk diangkat menjadi ASN di Kementerian Sosial.

Bahkan pihaknya akan merumuskan kebijakan baru bagi para lulusan STKS untuk diprioritaskan menjadi ASN Kementerian Sosial.

"Tentunya wisudawan itu mereka yang justru kami anggap mengerti apa yang jadi tugas kerjaan sosial, jadi hal wajar jika Kemensos dahulukan wisudawan STKS untuk bisa dikerjakan di Kemensos," pungkasnya.










 

BERITA TERKAIT


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
 

BERITA PILIHAN


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

 

BERITA LAINNYA

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

 

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018, 22:47 WIB
NASIONAL

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang menghadiri acara Wisuda Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, di Jalan Ir H Djuanda, Rabu (17/10/2018). Sebanyak 385 wisudawan yang terdiri dari 24 orang Pascasarjana spesialis satu pekerja sosial dan sisanya Sarjana terapan pekerja sosial diluluskan.

Di depan hadapan para wisudawan, Agus mengatakan, kesenjangan rasio antara kebutuhan di lapangan dengan ketersediaan pekerja sosial masih tinggi.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial terus mencari solusi untuk mengejar kesenjangan tersebut. Hal ini guna perkembangan pekerjaan sosial dapat terlaksana dengan lebih baik dan cepat.

"Yang akan kita kejar adalah kuantitas dan kualitas, ada juga semacam konteks untuk membentuk STKS lainnya selain di Bandung," ujar Agus.

Pihaknya juga sedang mewacanakan meningkatkan STKS menjadi sebuah politeknik. Sebab dengan menjadi politeknik, maka sarana dan prasarana harus meningkat termasuk juga peningkatan kualitas serta kualitas mahasiswa.

Terkait inisiatif ini, Agus sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Saat ini yang masih dibahas adalah detail pelaksanaannya.

"Upayanya kita tingkatkan jadi politeknik, saya udah bicara dengan Kementerian Ristekdikti, udah ada green light tinggal masalah detail saja," tambahnya.

Menjadi seorang lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial tentunya menurut Agus, punya kesempatan lebih tinggi untuk diangkat menjadi ASN di Kementerian Sosial.

Bahkan pihaknya akan merumuskan kebijakan baru bagi para lulusan STKS untuk diprioritaskan menjadi ASN Kementerian Sosial.

"Tentunya wisudawan itu mereka yang justru kami anggap mengerti apa yang jadi tugas kerjaan sosial, jadi hal wajar jika Kemensos dahulukan wisudawan STKS untuk bisa dikerjakan di Kemensos," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau