Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019  




Selasa 10 Desember 2019

15:08 WIB

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
@prfmnews

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
PRFMNewsChannel

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019




Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.











 

BERITA TERKAIT


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
 

BERITA PILIHAN


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

BERITA LAINNYA

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Milenial Rentan Terpapar Radikalisme, BNPT Bentuk Duta Damai Dunia Maya
Selasa 10 Desember 2019


Badak Lampung Optimis Lolos dari Ancaman Degradasi
Selasa 10 Desember 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Butuh Terobosan untuk Pendidikan Vokasi
Selasa 10 Desember 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Target Finis 5 Besar, Persib Bidik Tiga Poin di Stadion Segiri
Selasa 10 Desember 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Empat Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Perusakan Kantor Finance di Cimahi
Selasa 10 Desember 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Yang Mau Nikah, Mau Cerai, dan Mau Lulus Sekolah Siap-Siap Sumbang Pohon
Selasa 10 Desember 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Bupati Bandung Klaim Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun
Selasa 10 Desember 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.







 

BERITA LAINNYA



Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Badak Lampung Optimis Lolos dari Ancaman Degradasi
Selasa 10 Desember 2019
Liga 1 2019


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Butuh Terobosan untuk Pendidikan Vokasi
Selasa 10 Desember 2019
DPR RI


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Target Finis 5 Besar, Persib Bidik Tiga Poin di Stadion Segiri
Selasa 10 Desember 2019
Persib vs Borneo FC 2019