Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy  




Senin 17 Juni 2019

20:40 WIB

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
@prfmnews

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
PRFMNewsChannel

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
Sabtu 12 Januari 2019, 07:08 WIB

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy




Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Redaksi Oleh : Iqbal Pratama
Foto Oleh : PRFM/Dok

BANDUNG, (PRFM) -“Ku korbankan diriku di penjara ini, demi bangsa dan negaraku,” itulah salah satu tulisan Ir. Soekarno yang terpampang di dinding penjara Banceuy blok F nomer 5. Ruang kecil yang lebarnya hanya satu setengah meter itu menyiratkan begitu kejamnya kolonial Belanda pada masa penjajahan. Penjara kelas rendah yang mengurung seorang pahlawan negeri ini, menyimpan jejak perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya.


Mimpi buruk para pejuang bangsa, ketika suara perjuangan harus tersendat dinding semen satu setengah meter yang separuhnya sudah terpakai tidur, benar-benar sudah seperti peti mati. Dinding Semen itu adalah satu hektar tanah pada suatu tempat di Bandung tepatnya di Jalan Banceuy,Keluarahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Dahulu disana berjajar puluhan sel penjara dengan pekarangan yang kotor, tidak berjendela, tidak pula berjejarak supaya bisa mengintip keluar, apalagi tempat untuk menjenguk. Pintunya saja terbuat dari besi dengan sebuah lobang kecil.


“Lobang ini ditutup dari luar, penjaga dapat melihat kedalam akan tetapi ia tertutup buat kami,”tutur Soekarno dalam kutipan bukunya yang berjudul Penyambung lidah rakyat.


Pada abad pertengahan didirikannya, ada dua macam sel yang mengurung tahanan, yang satu untuk tahanan politik dan satunya lagi untuk tahanan pepetek. Pepetek adalah sebangsa ikan murah yang biasa menjadi makanan orang miskin saat zaman penjajahan. Pepetek kerap dijadikan sebutan untuk rakyat jelata. Pepetek tidur di lantai semen dan mereka para tahanan politik tidur di atas kasur besi beralas tikar rumput setebal karton.


Pada era penjajahan Belanda, Didalam penjara Banceuy terkurung tubuh Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang ditangkap karena aktivitas perjuangannya bersama Partai Nasional Indonesia (PNI). Namun Penjara kotor itu hanya mengurung tubuhya sedangkan gagasan-gagasannya tetap ada untuk bangsa. Begitulah ide tidak bisa dikurung dalam penjara, lebih besar daripada orang besar, ialah ide yang bersamayam dalam diri Soekarno.


29 Desember 1929 bersama para aktivis yang lain yakni Maskoen Soemadireja,  Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja, Soekarno dikurung selama 1 tahun. Segera setelah mereka masuk penjara, rambut Soekarno dipotong hingga hampir botak. Pakaiannya diganti dengan pakaian biru bernomor dibelakangnya, “Rumahku adalah Blok F,” ucapan Soekarno di salah satu dinding situs penjara Banceuy.


Suatu petak komplek pejara yang terdiri dari 36 sel dan 32 diantaranya saat itu masih kosong, penjara –penjara itu menghadap ke pekarangan yang kotor. Mulai dari yang  terujung, maka 4 nomor berturut-berturut telah terisi oleh Soekarno dan sahabat perjuangnnya. Di samping sel  terdapat sumur tempat mandi para tahanan, berbaris mereka mandi bergiliran sambill telanjang. Untuk buang air, disediakan wadah kaleng usang dan berkarat di sudut sel. Tak ada roti ataupun susu, yang ada hanya seonggok nasi merah ditambah sambal untuk mereka makan.


Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy



Inggit dan Pena yang Terselip


Isi penjara pun kosong tidak ada apapun selain kasur besi dan kaleng tempat buang air. Namun dari keterbatasan itu, seorang perempuan yang mencintai Soekarno datang dengan harapan. Inggit Garnasih isteri presiden Soekarno kerap menjenguk seminggu sekali.


Saat menjenguk Soekarno, Inggit selalu membawa Pena hitam yang diselipkan di sebungkus rokok, maka dari kertas rokok itu pula soekarno menulis pesan untuk negerinya ditemani cahaya cempor. Tulisan- tulisan Soekarno dari dalam penjara kemudian Inggit sebarkan kepada masyarakat,  sebegitu cepat pula Inggit menyebar pesan itu pada rakyat yang hilang harap, hingga semangat kembali berkecambuk di segenap bangsa Indonesia.


Begitu kuat hingga menggetarkan seluruh penjuru dunia, bagai hembusan angin yang mengobarkan api semangat para pejuang tanah air. Naskah Indonesia Menggugat yang dibacakan dengan lantang oleh Soekarno pada sidang pengadilan di gedung Landraad (Gedung Indonesia Menggugat) adalah luapan pemikiran Soekarno di balik penjara Banceuy, jeruji besi gelap yang tak manusiawi itu tak akan pernah menumpulkan hasrat kemerdekaan yang menjadi impian bangsa. Indonesia telah menggugat penindasan yang dilakukan kolonial Belanda selama bertahun-tahun lamanya.


Pada tahun 1985 penjara Banceuy telah dipindah ke jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, yang tersisa kini hanya kamar sel blok F nomer 5 dengan tulisan-tulisan Soekarno selama beliau di kurung 1 tahun lamanya. Situs sejarah sel penjara Banceuy pun terus dijaga hingga kini karena menyimpan banyak cerita di baliknya. Mengajarkan pada segenap bangsa Indonesia, bahwa ide takan bisa dikurung, gagasan dan semangat yang teguh takkan pernah tumpul meski dibelenggu tembok terkokoh di dunia ini.






Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

 

BERITA TERKAIT


Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
 

BERITA PILIHAN


Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

 

BERITA LAINNYA

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Ombudsman Terima 24 Pengaduan Terkait PPDB SD dan SMP di Bandung
Senin 17 Juni 2019


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
Senin 17 Juni 2019 Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy Panitia PPDB SMAN 2 Bandung Ungkap Kelemahan Sistem Zonasi
Senin 17 Juni 2019 Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Diduga Karena Sopir Bus Diserang
Senin 17 Juni 2019 Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy Pemprov Jabar Anggarkan Dana Bantu Siswa Tidak Mampu Lanjutkan Sekolah
Senin 17 Juni 2019 Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy Pendaftaran PPDB Hari Pertama Selesai, Disdik Jabar Langsung Evaluasi
Senin 17 Juni 2019 Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy Hari Pertama PPDB Membludak, Warga Diminta Manfaatkan Hari Lainnya
Senin 17 Juni 2019 Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

 

 

BERITA TERKAIT

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
Sabtu 12 Januari 2019, 07:08 WIB

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy
Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy


Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Redaksi Oleh : Iqbal Pratama
Sumber Foto : PRFM/Dok


BANDUNG, (PRFM) -“Ku korbankan diriku di penjara ini, demi bangsa dan negaraku,” itulah salah satu tulisan Ir. Soekarno yang terpampang di dinding penjara Banceuy blok F nomer 5. Ruang kecil yang lebarnya hanya satu setengah meter itu menyiratkan begitu kejamnya kolonial Belanda pada masa penjajahan. Penjara kelas rendah yang mengurung seorang pahlawan negeri ini, menyimpan jejak perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya.


Mimpi buruk para pejuang bangsa, ketika suara perjuangan harus tersendat dinding semen satu setengah meter yang separuhnya sudah terpakai tidur, benar-benar sudah seperti peti mati. Dinding Semen itu adalah satu hektar tanah pada suatu tempat di Bandung tepatnya di Jalan Banceuy,Keluarahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Dahulu disana berjajar puluhan sel penjara dengan pekarangan yang kotor, tidak berjendela, tidak pula berjejarak supaya bisa mengintip keluar, apalagi tempat untuk menjenguk. Pintunya saja terbuat dari besi dengan sebuah lobang kecil.


“Lobang ini ditutup dari luar, penjaga dapat melihat kedalam akan tetapi ia tertutup buat kami,”tutur Soekarno dalam kutipan bukunya yang berjudul Penyambung lidah rakyat.


Pada abad pertengahan didirikannya, ada dua macam sel yang mengurung tahanan, yang satu untuk tahanan politik dan satunya lagi untuk tahanan pepetek. Pepetek adalah sebangsa ikan murah yang biasa menjadi makanan orang miskin saat zaman penjajahan. Pepetek kerap dijadikan sebutan untuk rakyat jelata. Pepetek tidur di lantai semen dan mereka para tahanan politik tidur di atas kasur besi beralas tikar rumput setebal karton.


Pada era penjajahan Belanda, Didalam penjara Banceuy terkurung tubuh Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang ditangkap karena aktivitas perjuangannya bersama Partai Nasional Indonesia (PNI). Namun Penjara kotor itu hanya mengurung tubuhya sedangkan gagasan-gagasannya tetap ada untuk bangsa. Begitulah ide tidak bisa dikurung dalam penjara, lebih besar daripada orang besar, ialah ide yang bersamayam dalam diri Soekarno.


29 Desember 1929 bersama para aktivis yang lain yakni Maskoen Soemadireja,  Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja, Soekarno dikurung selama 1 tahun. Segera setelah mereka masuk penjara, rambut Soekarno dipotong hingga hampir botak. Pakaiannya diganti dengan pakaian biru bernomor dibelakangnya, “Rumahku adalah Blok F,” ucapan Soekarno di salah satu dinding situs penjara Banceuy.


Suatu petak komplek pejara yang terdiri dari 36 sel dan 32 diantaranya saat itu masih kosong, penjara –penjara itu menghadap ke pekarangan yang kotor. Mulai dari yang  terujung, maka 4 nomor berturut-berturut telah terisi oleh Soekarno dan sahabat perjuangnnya. Di samping sel  terdapat sumur tempat mandi para tahanan, berbaris mereka mandi bergiliran sambill telanjang. Untuk buang air, disediakan wadah kaleng usang dan berkarat di sudut sel. Tak ada roti ataupun susu, yang ada hanya seonggok nasi merah ditambah sambal untuk mereka makan.


Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy



Inggit dan Pena yang Terselip


Isi penjara pun kosong tidak ada apapun selain kasur besi dan kaleng tempat buang air. Namun dari keterbatasan itu, seorang perempuan yang mencintai Soekarno datang dengan harapan. Inggit Garnasih isteri presiden Soekarno kerap menjenguk seminggu sekali.


Saat menjenguk Soekarno, Inggit selalu membawa Pena hitam yang diselipkan di sebungkus rokok, maka dari kertas rokok itu pula soekarno menulis pesan untuk negerinya ditemani cahaya cempor. Tulisan- tulisan Soekarno dari dalam penjara kemudian Inggit sebarkan kepada masyarakat,  sebegitu cepat pula Inggit menyebar pesan itu pada rakyat yang hilang harap, hingga semangat kembali berkecambuk di segenap bangsa Indonesia.


Begitu kuat hingga menggetarkan seluruh penjuru dunia, bagai hembusan angin yang mengobarkan api semangat para pejuang tanah air. Naskah Indonesia Menggugat yang dibacakan dengan lantang oleh Soekarno pada sidang pengadilan di gedung Landraad (Gedung Indonesia Menggugat) adalah luapan pemikiran Soekarno di balik penjara Banceuy, jeruji besi gelap yang tak manusiawi itu tak akan pernah menumpulkan hasrat kemerdekaan yang menjadi impian bangsa. Indonesia telah menggugat penindasan yang dilakukan kolonial Belanda selama bertahun-tahun lamanya.


Pada tahun 1985 penjara Banceuy telah dipindah ke jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, yang tersisa kini hanya kamar sel blok F nomer 5 dengan tulisan-tulisan Soekarno selama beliau di kurung 1 tahun lamanya. Situs sejarah sel penjara Banceuy pun terus dijaga hingga kini karena menyimpan banyak cerita di baliknya. Mengajarkan pada segenap bangsa Indonesia, bahwa ide takan bisa dikurung, gagasan dan semangat yang teguh takkan pernah tumpul meski dibelenggu tembok terkokoh di dunia ini.






 

BERITA LAINNYA



Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy

 

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Menapak Jejak Pemikiran Soekarno di Sebalik Penjara Banceuy