Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk  




Rabu 17 Oktober 2018

12:14 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
@prfmnews

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
PRFMNewsChannel

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Jumat 12 Oktober 2018, 23:34 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk




Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Beberapa pekan terakhir warga di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat resah. Ini karena beredarnya informasi yang menyebutkan adanya grup gay di media sosial Facebook yang beranggotakan ribuan pelajar SMP dan SMA. 

Nama Grup FB gay itu mencantumkan nama daerah Garut dan Tasikmalaya yakni Grup Gay Tasikmalaya, Gay Singaparna Baru, dan Gay Ciawi Panambangan.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad) Ari Ganjar menilai tingginya penyebaran kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tidak terlepas dari sikap masyarakat yang cenderung hanya bersikap dengan cara mengutuk. Padahal persoalan ini harus dicari jalan keluarnya secepatnya.

"Mengutuk saja tidak cukup. Dalam teori sosial, semakin komunitas itu ditekan, maka dia kan semakin melebar. Karena sesuatu yang dianggap tabu akan membuat orang makin penasaran dan membuat meraka mendapat ruang untuk menyebarkan meski tidak di ruang publik," kata Ari saat on air di Radio 107.5 PRFM, Jumat (12/10/2018).

Ditengah masyarakat yang cenderung memandang sebelah mata kelompaok LGBT, Ari menilai alternatif membuat grup di media sosial akan menjadi pilihan bagi mereka untuk menampilkan ekstensinya. 

"Mereka ingin eksistensinya semakin kuat dan diakui. Maka dengan adanya media sosial, mereka akan lebih mudah untuk mencari teman sejenis dan mempengaruhi orang-orang yang telah ditarget," jelasnya

Maka solusi yang bisa diambil yaitu menciptakan sebuah rumusan untuk menanggulagi agar kelompok LGBT dapat sembuh. Dalam kontek sebagai manusi, Ari mengatakan kelompok LGBT juga layak untuk hidup.

"Perbuatannya yang dilarang karena tidak sesuai norma dan kondrat kita.  Keberadaan mereka kemudian dipukuli, ya jangan. Mereka dilarang bekerja, ya jangan. Justru hak-haknya sebagai manusia harus dilindungi, tetapi perbuatannya yang harus kita sembuhkan," jelasnya



Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

BERITA TERKAIT


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
 

BERITA PILIHAN


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

BERITA LAINNYA

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Jelang Musim Hujan, Dona Safitri dan Jurig Cai Berkolaborasi
Rabu 17 Oktober 2018


Ini Tanggapan Dewan Soal Pembangunan Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Atasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Sebuah Rumah di Jalan Elang Hangus Terbakar
Selasa 16 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Bupati Bandung Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
Selasa 16 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Bupati Bekasi Jadi Tersangka KPK, Ini Tanggapan Wagub Jabar
Selasa 16 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Sekda Jabar Minta 16 Kabupaten/Kota Segera Ajukan RPJMD
Selasa 16 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

 

BERITA TERKAIT

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Jumat 12 Oktober 2018, 23:34 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Beberapa pekan terakhir warga di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat resah. Ini karena beredarnya informasi yang menyebutkan adanya grup gay di media sosial Facebook yang beranggotakan ribuan pelajar SMP dan SMA. 

Nama Grup FB gay itu mencantumkan nama daerah Garut dan Tasikmalaya yakni Grup Gay Tasikmalaya, Gay Singaparna Baru, dan Gay Ciawi Panambangan.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad) Ari Ganjar menilai tingginya penyebaran kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tidak terlepas dari sikap masyarakat yang cenderung hanya bersikap dengan cara mengutuk. Padahal persoalan ini harus dicari jalan keluarnya secepatnya.

"Mengutuk saja tidak cukup. Dalam teori sosial, semakin komunitas itu ditekan, maka dia kan semakin melebar. Karena sesuatu yang dianggap tabu akan membuat orang makin penasaran dan membuat meraka mendapat ruang untuk menyebarkan meski tidak di ruang publik," kata Ari saat on air di Radio 107.5 PRFM, Jumat (12/10/2018).

Ditengah masyarakat yang cenderung memandang sebelah mata kelompaok LGBT, Ari menilai alternatif membuat grup di media sosial akan menjadi pilihan bagi mereka untuk menampilkan ekstensinya. 

"Mereka ingin eksistensinya semakin kuat dan diakui. Maka dengan adanya media sosial, mereka akan lebih mudah untuk mencari teman sejenis dan mempengaruhi orang-orang yang telah ditarget," jelasnya

Maka solusi yang bisa diambil yaitu menciptakan sebuah rumusan untuk menanggulagi agar kelompok LGBT dapat sembuh. Dalam kontek sebagai manusi, Ari mengatakan kelompok LGBT juga layak untuk hidup.

"Perbuatannya yang dilarang karena tidak sesuai norma dan kondrat kita.  Keberadaan mereka kemudian dipukuli, ya jangan. Mereka dilarang bekerja, ya jangan. Justru hak-haknya sebagai manusia harus dilindungi, tetapi perbuatannya yang harus kita sembuhkan," jelasnya



 

BERITA LAINNYA



Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Ini Tanggapan Dewan Soal Pembangunan Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018
Kota Bandung


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Atasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018
Kota Bandung


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Sebuah Rumah di Jalan Elang Hangus Terbakar
Selasa 16 Oktober 2018
Kota Bandung


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Bupati Bandung Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
Selasa 16 Oktober 2018
Kabupaten Bandung


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk