Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk  




Senin 20 Mei 2019

17:37 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
@prfmnews

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
PRFMNewsChannel

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Jumat 12 Oktober 2018, 23:34 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk




Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Beberapa pekan terakhir warga di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat resah. Ini karena beredarnya informasi yang menyebutkan adanya grup gay di media sosial Facebook yang beranggotakan ribuan pelajar SMP dan SMA. 

Nama Grup FB gay itu mencantumkan nama daerah Garut dan Tasikmalaya yakni Grup Gay Tasikmalaya, Gay Singaparna Baru, dan Gay Ciawi Panambangan.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad) Ari Ganjar menilai tingginya penyebaran kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tidak terlepas dari sikap masyarakat yang cenderung hanya bersikap dengan cara mengutuk. Padahal persoalan ini harus dicari jalan keluarnya secepatnya.

"Mengutuk saja tidak cukup. Dalam teori sosial, semakin komunitas itu ditekan, maka dia kan semakin melebar. Karena sesuatu yang dianggap tabu akan membuat orang makin penasaran dan membuat meraka mendapat ruang untuk menyebarkan meski tidak di ruang publik," kata Ari saat on air di Radio 107.5 PRFM, Jumat (12/10/2018).

Ditengah masyarakat yang cenderung memandang sebelah mata kelompaok LGBT, Ari menilai alternatif membuat grup di media sosial akan menjadi pilihan bagi mereka untuk menampilkan ekstensinya. 

"Mereka ingin eksistensinya semakin kuat dan diakui. Maka dengan adanya media sosial, mereka akan lebih mudah untuk mencari teman sejenis dan mempengaruhi orang-orang yang telah ditarget," jelasnya

Maka solusi yang bisa diambil yaitu menciptakan sebuah rumusan untuk menanggulagi agar kelompok LGBT dapat sembuh. Dalam kontek sebagai manusi, Ari mengatakan kelompok LGBT juga layak untuk hidup.

"Perbuatannya yang dilarang karena tidak sesuai norma dan kondrat kita.  Keberadaan mereka kemudian dipukuli, ya jangan. Mereka dilarang bekerja, ya jangan. Justru hak-haknya sebagai manusia harus dilindungi, tetapi perbuatannya yang harus kita sembuhkan," jelasnya



Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

BERITA TERKAIT


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
 

BERITA PILIHAN


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

BERITA LAINNYA

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Laga Persib vs PS Tira Persikabo Ditunda Hingga 18 Juni
Senin 20 Mei 2019


Kapolretabes Sebut Ada Warga Bandung Berencana Ikut Aksi 22 Mei
Senin 20 Mei 2019 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Ketimbang ke Jakarta, Oded Imbau Warga Doakan Kelancaran Pemilu dari Bandung
Senin 20 Mei 2019 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Ketimbang ke Jakarta, Oded Imbau Warga Doakan Kelancaran Pemilu dari Bandung
Senin 20 Mei 2019 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Bisa Bikin SIM, Ini Ragam Agenda Menarik yang Disajikan Ramadan Fair 1440 H
Senin 20 Mei 2019 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Gunakan Dana Wakaf, ITB Bangun Masjid dan Rumah Sakit
Senin 20 Mei 2019 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Pemkot Bandung Bakal Anggarkan Dana OPM Tahun Depan
Senin 20 Mei 2019 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

 

BERITA TERKAIT

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Jumat 12 Oktober 2018, 23:34 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Beberapa pekan terakhir warga di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat resah. Ini karena beredarnya informasi yang menyebutkan adanya grup gay di media sosial Facebook yang beranggotakan ribuan pelajar SMP dan SMA. 

Nama Grup FB gay itu mencantumkan nama daerah Garut dan Tasikmalaya yakni Grup Gay Tasikmalaya, Gay Singaparna Baru, dan Gay Ciawi Panambangan.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad) Ari Ganjar menilai tingginya penyebaran kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tidak terlepas dari sikap masyarakat yang cenderung hanya bersikap dengan cara mengutuk. Padahal persoalan ini harus dicari jalan keluarnya secepatnya.

"Mengutuk saja tidak cukup. Dalam teori sosial, semakin komunitas itu ditekan, maka dia kan semakin melebar. Karena sesuatu yang dianggap tabu akan membuat orang makin penasaran dan membuat meraka mendapat ruang untuk menyebarkan meski tidak di ruang publik," kata Ari saat on air di Radio 107.5 PRFM, Jumat (12/10/2018).

Ditengah masyarakat yang cenderung memandang sebelah mata kelompaok LGBT, Ari menilai alternatif membuat grup di media sosial akan menjadi pilihan bagi mereka untuk menampilkan ekstensinya. 

"Mereka ingin eksistensinya semakin kuat dan diakui. Maka dengan adanya media sosial, mereka akan lebih mudah untuk mencari teman sejenis dan mempengaruhi orang-orang yang telah ditarget," jelasnya

Maka solusi yang bisa diambil yaitu menciptakan sebuah rumusan untuk menanggulagi agar kelompok LGBT dapat sembuh. Dalam kontek sebagai manusi, Ari mengatakan kelompok LGBT juga layak untuk hidup.

"Perbuatannya yang dilarang karena tidak sesuai norma dan kondrat kita.  Keberadaan mereka kemudian dipukuli, ya jangan. Mereka dilarang bekerja, ya jangan. Justru hak-haknya sebagai manusia harus dilindungi, tetapi perbuatannya yang harus kita sembuhkan," jelasnya



 

BERITA LAINNYA



Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk