Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya  




Selasa 17 September 2019

03:22 WIB

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
@prfmnews

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
PRFMNewsChannel

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Jumat 23 Agustus 2019, 08:02 WIB
Maraknya Penyebaran Video Porno di Medsos
Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya




Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Sosiolog dari Universitas Padjajaran, Ari Ganjar menilai maraknya pembuatan konten-konten asusila dan pornografi baik berbentuk foto maupun video yang kemudian disebar sendiri ke media sosial, tidak terlepas dari persoalan gegar budaya atau culture shock yang dialami oleh pelakunya. 

Ari menuturkan, gegar budaya yaitu fenomena ketidaksiapan dalam menerima perkembangan budaya baru dalam hal ini teknologi. Akibatnya, para pelaku saat menggunakan teknologi belum menyertai etika dan perilaku yang sesuai dengan norma berlaku.

"Jadi karena itu, adegan-adegan yang tidak pantas itu mereka malah merekamnya dan itu menjadi suatu kesenangan, suatu kebanggaan bagi mereka," ujar Ari saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat (23/8/2019).  

Bahkan, lanjut Ari, orang yang sengaja merekam dan menyebarkan video hubungan intimnya sendiri merupakan penyakit sosial yang bisa disebabkan dari kefrustasian kehidupan seksual mereka. Hal ini terbukti dengan riset yang ia dapat dari negara barat, dimana ternyata hubungan di luar nikah membuat mereka tidak bahagia, stres, penuh tekanan dan bisa berbuat apa saja, salah satunya membuat video porno.

"Mereka berpacaran kemudian berhubungan seks tetapi tidak kepastian, ada ketakutan, dan bingung harus seperti apa, akhirnya mereka upload ke media. Mungkin barangkali supaya pacarnya tidak kemana mana, supaya dia bisa mengikat pacarnya, dan tidak memutuskannya. Jadi berbagai alasan tetapi dari yang saya baca dari hasil riset dominan dari kefrustasian mereka dalam berhubungan seksual," katanya.










 

BERITA TERKAIT


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
 

BERITA PILIHAN


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

 

BERITA LAINNYA

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

 

 

BERITA TERKAIT

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Jumat 23 Agustus 2019, 08:02 WIB
Maraknya Penyebaran Video Porno di Medsos

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Sosiolog dari Universitas Padjajaran, Ari Ganjar menilai maraknya pembuatan konten-konten asusila dan pornografi baik berbentuk foto maupun video yang kemudian disebar sendiri ke media sosial, tidak terlepas dari persoalan gegar budaya atau culture shock yang dialami oleh pelakunya. 

Ari menuturkan, gegar budaya yaitu fenomena ketidaksiapan dalam menerima perkembangan budaya baru dalam hal ini teknologi. Akibatnya, para pelaku saat menggunakan teknologi belum menyertai etika dan perilaku yang sesuai dengan norma berlaku.

"Jadi karena itu, adegan-adegan yang tidak pantas itu mereka malah merekamnya dan itu menjadi suatu kesenangan, suatu kebanggaan bagi mereka," ujar Ari saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat (23/8/2019).  

Bahkan, lanjut Ari, orang yang sengaja merekam dan menyebarkan video hubungan intimnya sendiri merupakan penyakit sosial yang bisa disebabkan dari kefrustasian kehidupan seksual mereka. Hal ini terbukti dengan riset yang ia dapat dari negara barat, dimana ternyata hubungan di luar nikah membuat mereka tidak bahagia, stres, penuh tekanan dan bisa berbuat apa saja, salah satunya membuat video porno.

"Mereka berpacaran kemudian berhubungan seks tetapi tidak kepastian, ada ketakutan, dan bingung harus seperti apa, akhirnya mereka upload ke media. Mungkin barangkali supaya pacarnya tidak kemana mana, supaya dia bisa mengikat pacarnya, dan tidak memutuskannya. Jadi berbagai alasan tetapi dari yang saya baca dari hasil riset dominan dari kefrustasian mereka dalam berhubungan seksual," katanya.






 

BERITA LAINNYA



Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau