Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya  




Kamis 23 Januari 2020

21:19 WIB

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
@prfmnews

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
PRFMNewsChannel

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Jumat 23 Agustus 2019, 08:02 WIB
Maraknya Penyebaran Video Porno di Medsos
Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya




Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Sosiolog dari Universitas Padjajaran, Ari Ganjar menilai maraknya pembuatan konten-konten asusila dan pornografi baik berbentuk foto maupun video yang kemudian disebar sendiri ke media sosial, tidak terlepas dari persoalan gegar budaya atau culture shock yang dialami oleh pelakunya. 

Ari menuturkan, gegar budaya yaitu fenomena ketidaksiapan dalam menerima perkembangan budaya baru dalam hal ini teknologi. Akibatnya, para pelaku saat menggunakan teknologi belum menyertai etika dan perilaku yang sesuai dengan norma berlaku.

"Jadi karena itu, adegan-adegan yang tidak pantas itu mereka malah merekamnya dan itu menjadi suatu kesenangan, suatu kebanggaan bagi mereka," ujar Ari saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat (23/8/2019).  

Bahkan, lanjut Ari, orang yang sengaja merekam dan menyebarkan video hubungan intimnya sendiri merupakan penyakit sosial yang bisa disebabkan dari kefrustasian kehidupan seksual mereka. Hal ini terbukti dengan riset yang ia dapat dari negara barat, dimana ternyata hubungan di luar nikah membuat mereka tidak bahagia, stres, penuh tekanan dan bisa berbuat apa saja, salah satunya membuat video porno.

"Mereka berpacaran kemudian berhubungan seks tetapi tidak kepastian, ada ketakutan, dan bingung harus seperti apa, akhirnya mereka upload ke media. Mungkin barangkali supaya pacarnya tidak kemana mana, supaya dia bisa mengikat pacarnya, dan tidak memutuskannya. Jadi berbagai alasan tetapi dari yang saya baca dari hasil riset dominan dari kefrustasian mereka dalam berhubungan seksual," katanya.










 

BERITA TERKAIT


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
 

BERITA PILIHAN


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

 

BERITA LAINNYA

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020


Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya INFO PENEMUAN: Mengaku dari Kopo, Balita Ini Diamankan di Bandung Kulon
Kamis 23 Januari 2020 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Soal Dugaan Pungli, Kepsek SMPN 44 Bandung Akan Telusuri
Kamis 23 Januari 2020 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Stadion Si Jalak Harupat Batal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021
Kamis 23 Januari 2020 Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

 

 

BERITA TERKAIT

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Jumat 23 Agustus 2019, 08:02 WIB
Maraknya Penyebaran Video Porno di Medsos

Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya
Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Sosiolog dari Universitas Padjajaran, Ari Ganjar menilai maraknya pembuatan konten-konten asusila dan pornografi baik berbentuk foto maupun video yang kemudian disebar sendiri ke media sosial, tidak terlepas dari persoalan gegar budaya atau culture shock yang dialami oleh pelakunya. 

Ari menuturkan, gegar budaya yaitu fenomena ketidaksiapan dalam menerima perkembangan budaya baru dalam hal ini teknologi. Akibatnya, para pelaku saat menggunakan teknologi belum menyertai etika dan perilaku yang sesuai dengan norma berlaku.

"Jadi karena itu, adegan-adegan yang tidak pantas itu mereka malah merekamnya dan itu menjadi suatu kesenangan, suatu kebanggaan bagi mereka," ujar Ari saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat (23/8/2019).  

Bahkan, lanjut Ari, orang yang sengaja merekam dan menyebarkan video hubungan intimnya sendiri merupakan penyakit sosial yang bisa disebabkan dari kefrustasian kehidupan seksual mereka. Hal ini terbukti dengan riset yang ia dapat dari negara barat, dimana ternyata hubungan di luar nikah membuat mereka tidak bahagia, stres, penuh tekanan dan bisa berbuat apa saja, salah satunya membuat video porno.

"Mereka berpacaran kemudian berhubungan seks tetapi tidak kepastian, ada ketakutan, dan bingung harus seperti apa, akhirnya mereka upload ke media. Mungkin barangkali supaya pacarnya tidak kemana mana, supaya dia bisa mengikat pacarnya, dan tidak memutuskannya. Jadi berbagai alasan tetapi dari yang saya baca dari hasil riset dominan dari kefrustasian mereka dalam berhubungan seksual," katanya.






 

BERITA LAINNYA



Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020
Pendidikan


Maraknya Video Porno Tak Terlepas dari Persoalan Gegar Budaya

Soal Dugaan Pungli, Kepsek SMPN 44 Bandung Akan Telusuri
Kamis 23 Januari 2020
Dugaan Pungli SMP Bandung