Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!  




Selasa 24 September 2019

00:43 WIB

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
@prfmnews

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
PRFMNewsChannel

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
Kamis 18 Juli 2019, 21:35 WIB

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!




Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Maraknya masyarakat yang menggunakan Aplikasi Edit Foto FaceApp yang menampilkan muka yang terlihat lebih tua, Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya mengatakan, dalam penggunaannya, masyarakat akan melakukan perjanjian dengan aplikasi yang dinamakan End User License Agreement (EULA). 

Dalam kerjanya, EULA akan memberikan pilihan setuju atau tidak setuju dari pengguna kepada aplikasi untuk mengakses data yang ada di telpon genggam pengguna. 

"Istilahnya orang barat itu There Is No Free Lunch itu tidak ada makan siang yang gratis. Jadi aplikasi ini berikan gratis, pasti ada sesuatu di baliknya," jelasnya saat On Air di Radio PRFM, Kamis (18/7/2019).  

Alfons mengatakan, ketika aplikasi ini akan mengakses data pengguna, secara tidak langsung, pengguna secara gratis pula akan menyerahkan aplikasi untuk mengakses data yang ada di dalam telpon genggam pengguna. 

"Untuk aplikasi ini juga lebih kurang sama dengan facebook, kalau kita bicara, data kita yang diserahkan kepada aplikasi," jelasnya. 

Namun hingga kini, lanjutnya, belum ada pengguna aplikasi yang merasa dirugikan. Namun ia menuturkan, di era Big Data saat ini, pihak aplikasi dapat dengan mudah memanfaatkan data dalam jumlah besar. 

Bahkan ia mengatakan, sumber terbesar saat ini bukan hanya sumber mineral bumi, namun sumber data yang dimiliki oleh perusahaan besar seperti Facebook ataupun Amazone. 

"Jadi sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa data menjadi komoditas yang sangat berharga," tuturnya. 

Perkembangan data saat ini, lanjut Alfons sudah meningkat. Facial recognition system yang dilakukan oleh aplikasi juga sudah canggih. Terbukti di Ibu Kota Jakarta yang sudah menggunakan Facial recognition untuk memberikan sanksi tilang. 

"Jadi teknologi itu sudah baik. Sebagai gambaran kemampuan kamera sudah sedemikian canggih nyatanya sudah diterapkan di lalu lintas di Jakarta," jelasnya. 

Tak hanya itu, di beberapa negara maju, Facial Recognition bahkan digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Alfons menyebutkan, wajah kita sama halnya dengan sidik jari, dan perusahaan bebas menggunakan itu. 

"Ini yang bahayanya, apakah wajah kita digunakan dan digabungkan dengan wajah orang lain, lalu dibuat untuk memalsukan dokumen, malah kita kalau ke luar negri malah kita yang kena masalah," ucapnya.  

Dengan demikian, dalam FaceApp ini, Alfons menuturkan, akses agreemen yang dilakukan saat memulai menggunakan aplikasi, berarti aplikasi berhak menggunakan data, dan mendistribusikan data untuk kepentingan yang lain. 

"Dia jadi berhak atas data kita, memberikan data kita kepada dia hanya untuk menjadi kelihatan lebih tua atau lebih keren," tegasnya. 










 

BERITA TERKAIT


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
 

BERITA PILIHAN


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

 

BERITA LAINNYA

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Polda Jabar Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jawa Barat, 9 Polisi Jadi Korban
Senin 23 September 2019


Rumah di Depan RSHS Terbakar, Pemilik Alami Luka Ringan
Senin 23 September 2019 Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya! Soal RUU KUHP, DPR: Tidak Diputuskan Besok, Masih Ada 3 Kali Paripurna
Senin 23 September 2019 Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya! Hadapi Bali United, Persebaya Lebih Rileks
Senin 23 September 2019 Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya! Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019 Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya! Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019 Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya! Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Tolak Revisi RKHUP dan Revisi RUU KPK
Senin 23 September 2019 Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

 

 

BERITA TERKAIT

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya! Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
Kamis 18 Juli 2019, 21:35 WIB

Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!
Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Maraknya masyarakat yang menggunakan Aplikasi Edit Foto FaceApp yang menampilkan muka yang terlihat lebih tua, Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya mengatakan, dalam penggunaannya, masyarakat akan melakukan perjanjian dengan aplikasi yang dinamakan End User License Agreement (EULA). 

Dalam kerjanya, EULA akan memberikan pilihan setuju atau tidak setuju dari pengguna kepada aplikasi untuk mengakses data yang ada di telpon genggam pengguna. 

"Istilahnya orang barat itu There Is No Free Lunch itu tidak ada makan siang yang gratis. Jadi aplikasi ini berikan gratis, pasti ada sesuatu di baliknya," jelasnya saat On Air di Radio PRFM, Kamis (18/7/2019).  

Alfons mengatakan, ketika aplikasi ini akan mengakses data pengguna, secara tidak langsung, pengguna secara gratis pula akan menyerahkan aplikasi untuk mengakses data yang ada di dalam telpon genggam pengguna. 

"Untuk aplikasi ini juga lebih kurang sama dengan facebook, kalau kita bicara, data kita yang diserahkan kepada aplikasi," jelasnya. 

Namun hingga kini, lanjutnya, belum ada pengguna aplikasi yang merasa dirugikan. Namun ia menuturkan, di era Big Data saat ini, pihak aplikasi dapat dengan mudah memanfaatkan data dalam jumlah besar. 

Bahkan ia mengatakan, sumber terbesar saat ini bukan hanya sumber mineral bumi, namun sumber data yang dimiliki oleh perusahaan besar seperti Facebook ataupun Amazone. 

"Jadi sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa data menjadi komoditas yang sangat berharga," tuturnya. 

Perkembangan data saat ini, lanjut Alfons sudah meningkat. Facial recognition system yang dilakukan oleh aplikasi juga sudah canggih. Terbukti di Ibu Kota Jakarta yang sudah menggunakan Facial recognition untuk memberikan sanksi tilang. 

"Jadi teknologi itu sudah baik. Sebagai gambaran kemampuan kamera sudah sedemikian canggih nyatanya sudah diterapkan di lalu lintas di Jakarta," jelasnya. 

Tak hanya itu, di beberapa negara maju, Facial Recognition bahkan digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Alfons menyebutkan, wajah kita sama halnya dengan sidik jari, dan perusahaan bebas menggunakan itu. 

"Ini yang bahayanya, apakah wajah kita digunakan dan digabungkan dengan wajah orang lain, lalu dibuat untuk memalsukan dokumen, malah kita kalau ke luar negri malah kita yang kena masalah," ucapnya.  

Dengan demikian, dalam FaceApp ini, Alfons menuturkan, akses agreemen yang dilakukan saat memulai menggunakan aplikasi, berarti aplikasi berhak menggunakan data, dan mendistribusikan data untuk kepentingan yang lain. 

"Dia jadi berhak atas data kita, memberikan data kita kepada dia hanya untuk menjadi kelihatan lebih tua atau lebih keren," tegasnya. 






 

BERITA LAINNYA



Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Polda Jabar Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jawa Barat, 9 Polisi Jadi Korban
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Rumah di Depan RSHS Terbakar, Pemilik Alami Luka Ringan
Senin 23 September 2019
Kota Bandung


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Hadapi Bali United, Persebaya Lebih Rileks
Senin 23 September 2019
Liga 1 2019


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019
Karhutla Sumatera dan Kalimantan


Marak Penggunaan Aplikasi FaceApp, Ini Bahayanya!

Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP