KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru  




Rabu 16 Oktober 2019

21:04 WIB

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
@prfmnews

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
PRFMNewsChannel

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
Minggu 10 Februari 2019, 22:37 WIB

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru




KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

Redaksi Oleh : Diki Setiawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengataka pihaknya menerima laporan video kekerasan terhadap guru itu berawal di Istagram. Setelah melakukan pencarian asal - usul video ditemukan berasal dari sebuah SMP di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Terkait persoalan ini bukan menjadi kasus pertama yang terjadi. Bahkan di tahun 2018 sebuah kasus yang sama terjadi di SMK Swasta di Kendal menjadi pengawasan terakhir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Tentu KPAI menyampaikan ke prihatinan atas sikap atau prilaku seorang siswa yang  mencerminkan sesuatu ketidaksantunan kepada seorang guru atau seorang pendidik. Serta tidak semestinya seorang siswa bersikap sedemikian," ujarnya saat On Air di PRFM, Minggu (10/2/2019).

Dalam penjelasan dari pihak sekolah hal ini dilatar belakangi sebuah guyonan atau bercanda. KPAI menilai kasus tersebut tidak bisa dengan mudah disebut sebuah guyonan.

"Soal bercanda, tidak bercanda itu bisa terlihat dalam video yang tersebar. Bagi KPAI harus dilakukan tindak lanjuti karena berarti ada masalah, ada faktor pemicu, ini yang harus diselesaikan," sambungnya.

Retno mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya hal ini, faktor pertama berasal dari siswa dan faktor kedua dari guru itu sendiri.

"Faktor pertama bisa saja dari karakter sang anak. Karakter siswa kurang terbina, baik disekolah maupun dilingkungan rumah," jelas Retno.

Pola asuh anak bisa menjadi karakter siswa dalam penyelesaian masalah. Retno mengatakan pendidikan karakter yang pertama dan utama itu adalah di rumah.

"Mengenai faktor kedua yaitu terkait dari guru itu sendiri. Dimana seorang guru harus bisa menguasai keadaan dalam suasana kegiatan belajar-mengajar, atau kita sebut sebagai manajemen penguasaan kelas," sambungnya.










 

BERITA TERKAIT


KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
 

BERITA PILIHAN


KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

 

BERITA LAINNYA

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

Polres Bandung Berikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kiangroke
Rabu 16 Oktober 2019


Soal Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Ajukan Banding Tanpa Bukti Baru
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru Heboh Crosshijaber, MUI Jabar: Tangkap dan Langsung Interogasi
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru Perempuan dan Parlemen Tak Bisa Dipisahkan
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru Tambah Kekuatan Fisik, Persib Berlatih Dua Kali dalam Sehari
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru OTT Bupati Indramayu, Ridwan Kamil: Saya Sudah Ingatkan
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Rancang Kebijakan Baru Terkait Penerbangan
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

 

 

BERITA TERKAIT

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
Minggu 10 Februari 2019, 22:37 WIB

KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru
KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru


KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

Redaksi Oleh : Diki Setiawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengataka pihaknya menerima laporan video kekerasan terhadap guru itu berawal di Istagram. Setelah melakukan pencarian asal - usul video ditemukan berasal dari sebuah SMP di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Terkait persoalan ini bukan menjadi kasus pertama yang terjadi. Bahkan di tahun 2018 sebuah kasus yang sama terjadi di SMK Swasta di Kendal menjadi pengawasan terakhir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Tentu KPAI menyampaikan ke prihatinan atas sikap atau prilaku seorang siswa yang  mencerminkan sesuatu ketidaksantunan kepada seorang guru atau seorang pendidik. Serta tidak semestinya seorang siswa bersikap sedemikian," ujarnya saat On Air di PRFM, Minggu (10/2/2019).

Dalam penjelasan dari pihak sekolah hal ini dilatar belakangi sebuah guyonan atau bercanda. KPAI menilai kasus tersebut tidak bisa dengan mudah disebut sebuah guyonan.

"Soal bercanda, tidak bercanda itu bisa terlihat dalam video yang tersebar. Bagi KPAI harus dilakukan tindak lanjuti karena berarti ada masalah, ada faktor pemicu, ini yang harus diselesaikan," sambungnya.

Retno mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya hal ini, faktor pertama berasal dari siswa dan faktor kedua dari guru itu sendiri.

"Faktor pertama bisa saja dari karakter sang anak. Karakter siswa kurang terbina, baik disekolah maupun dilingkungan rumah," jelas Retno.

Pola asuh anak bisa menjadi karakter siswa dalam penyelesaian masalah. Retno mengatakan pendidikan karakter yang pertama dan utama itu adalah di rumah.

"Mengenai faktor kedua yaitu terkait dari guru itu sendiri. Dimana seorang guru harus bisa menguasai keadaan dalam suasana kegiatan belajar-mengajar, atau kita sebut sebagai manajemen penguasaan kelas," sambungnya.






 

BERITA LAINNYA



KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

Soal Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Ajukan Banding Tanpa Bukti Baru
Rabu 16 Oktober 2019
polemik sekda kota bandung


KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

Perempuan dan Parlemen Tak Bisa Dipisahkan
Rabu 16 Oktober 2019
DPR RI


KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

Tambah Kekuatan Fisik, Persib Berlatih Dua Kali dalam Sehari
Rabu 16 Oktober 2019
Persib vs Persebaya 2019


KPAI Soroti Kasus Video Murid Menantang Guru

OTT Bupati Indramayu, Ridwan Kamil: Saya Sudah Ingatkan
Rabu 16 Oktober 2019
OTT Bupati Indramayu