Kopi dan Cerita Perjalanan  




Selasa 12 November 2019

02:36 WIB

Kopi dan Cerita Perjalanan
@prfmnews

Kopi dan Cerita Perjalanan
PRFMNewsChannel

Kopi dan Cerita Perjalanan

Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019, 21:05 WIB
Komunitas
Kopi dan Cerita Perjalanan
Kopi dan Cerita Perjalanan




Kopi dan Cerita Perjalanan

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : KLAB Kreatif Lab

BANDUNG, (PRFM) - Jika biasanya gelaran seminar terasa kaku dan menjenuhkan, kali ini Klab.id mengusung konsep diskusi yang terasa lebih santai dan kasual. 

Komunitas kolaborasi asal Bandung ini menghadirkan nuansa yang berbeda untuk setiap program diskusinya. Melalui program Key Talk, bertemakan Travel, Fotografi, dan Kopi, seluruh peserta diskusi dapat berbincang hangat sambil menikmati secangkir kopi di aula Simpul Space#4, Bandung. (Rabu, 21/08/2019)

Menggaet Bandung Creative City Forum sebagai partner kolaborasi, Klab.id menghadirkan dua narasumber penuh talenta. Ada Creativepreneur sekaligus CEO Growup.idea, Ervan Raditia juga Traveler dan videografer Vega Chandra Alam.

Perhatian peserta diskusi yang terbagi kedalam berbagai latar belakang komunitas semakin terarahkan, saat panitia menayangkan sebuah vlog dengan tajuk “Ramadhan di Jalan” milik Vega. 

Dalam video tersebut, Vega bercerita mengenai pengalamanya berpuasa, jauh dari keluarga. Keheningan kembali terpecah saat Vega memberikan tips dalam menghadapi traveling.

“Jangan di ikuti apa yang saya lakukan, cuman orang bodoh aja yang puasa dan lebaranya malah menjauh dari keluarga” ucapnya sambil menunjuk vlog “Ramadhan di Jalan”.

Traveler yang berlatar belakang pendidik ini memberikan tips tambahan dalam membuat vlog perjalanan mengenai rasaya percaya diri untuk memproduksi sebuah konten. Verga menambahkan, karya yang baik itu ialah karya yang dihadirkan, bukan disimpan.

"Rasa percaya diri itu sangat diperlukan saat membuat konten, jadi jalanin aja dulu. Sekarang referensi sangat banyak, tapi jangan terlalu lama liat referensi juga, nanti ga mulai-mulai," kata Vega

Senada dengan Vega, Ervan Raditia yang juga seorang konten kreator dan sempat berkontribusi membesarkan Explore Bandung, mengatakan konten merupakan suatu pesan yang harus segera disampaikan. 

“Yang paling penting dalam sebuah konten adalah pesan yang disampaikan. Menghibur itu baik, tapi yang lebih baik tentu yang bisa berdampak positif,” ujar Ervan.

Meski kini Ervan berfokus pada bisnis kreatif, ia menanamkan pesan pada peserta diskusi selalu menyelipkan nilai positif dalam konten yang akan disebarkan kepada khalayak.

“Tapi balik lagi, jangan cuman fokus bisnisnya aja, setiap karya juga tetap harus punya nilai positif, dan berdampak besar bagi sosial. Dan nilai itu tentu jauh lebih besar dari sekedar materi,” imbuhnya.

Kopi dan Cerita Perjalanan

Jalanya diskusi semakin seru, saat moderator yang juga Penyiar PR FM Iqbal Pratama Putra kembali melemparkan pertanyaan-pertanyaan seputar dunia kreatif. 

“Apa makna kreatif menurut Kang Ervan dan Kang Aga,” ucap Iqbal melanjutkan diskusi. Ervan merespon pertanyaan Iqbal dengan jawaban jenaka.

 “Kreatif itu banyak maknanya. Seperti kere tapi aktif,” jawab Ervan disambut tawa peserta diskusi.

Semakin malam, proses diskusi semakin terasa hangat. Posisi duduk peserta acara pun tak banyak berubah, meski beberapa kali peserta bergantian datang dan pergi, namun Simpul Space #4 Bandung Creative City Forum ini tetap terlihat ramai dan hangat. 

Semoga semakin banyak kajian diskusi yang dikemas secara santai, karena studi keilmuan tidak selalu berkemaskan cangkang yang formal. Seperti yang Coba dilakukan oleh Ervan dan Vega, dengan produk kreatif, mereka berdua masih bisa berbagi gagasan dan nilai edukasi, semoga kita selalu belajar, seperti moto hidup Ervan: Long Life Learner










 

BERITA TERKAIT


C-Generation, Gaul Gak Musti Amburadul

Selasa 06 September 2016

Kopi dan Cerita Perjalanan
Kopi dan Cerita Perjalanan
 

BERITA PILIHAN


Kopi dan Cerita Perjalanan

 

BERITA LAINNYA

Kopi dan Cerita Perjalanan

Renovasi Pasar Kosambi Rampung Bulan November Ini
Senin 11 November 2019


Lima Perguruan Tinggi Bandung Jalin Kerja Sama dengan PT HBM
Senin 11 November 2019 Kopi dan Cerita Perjalanan Persib vs Arema FC, Polres Bandung Siagakan Personil di Jalur Sekitar Stadion
Senin 11 November 2019 Kopi dan Cerita Perjalanan Disnakertrans Jabar: UMP Merupakan Jaring Pengaman Pekerja
Senin 11 November 2019 Kopi dan Cerita Perjalanan Polda Jabar Siap Amankan Pertandingan Persib vs Arema FC
Senin 11 November 2019 Kopi dan Cerita Perjalanan Oknum PN Bandung Diamankan Bersama Komplotan Pencuri Mobil dan Pemalsu STNK
Senin 11 November 2019 Kopi dan Cerita Perjalanan Nasib Fakhri Husaini Bersama Timnas U-19 Masih Belum Pasti
Senin 11 November 2019 Kopi dan Cerita Perjalanan

Kopi dan Cerita Perjalanan

 

 

BERITA TERKAIT


Kopi dan Cerita Perjalanan

C-Generation, Gaul Gak Musti Amburadul
Selasa 06 September 2016, 12:46 WIB Kopi dan Cerita Perjalanan

Kopi dan Cerita Perjalanan

Mitsubishi Perkenalkan Empat Produk dan Tagline Baru
Rabu 07 September 2016, 14:44 WIB Kopi dan Cerita Perjalanan

Kopi dan Cerita Perjalanan

Sawarna Ride: Sarasa Sahate Sajiwa
Senin 08 April 2019, 18:49 WIB Kopi dan Cerita Perjalanan

Kopi dan Cerita Perjalanan
Kopi dan Cerita Perjalanan Kopi dan Cerita Perjalanan

Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019, 21:05 WIB
Komunitas

Kopi dan Cerita Perjalanan
Kopi dan Cerita Perjalanan


Kopi dan Cerita Perjalanan

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : KLAB Kreatif Lab


BANDUNG, (PRFM) - Jika biasanya gelaran seminar terasa kaku dan menjenuhkan, kali ini Klab.id mengusung konsep diskusi yang terasa lebih santai dan kasual. 

Komunitas kolaborasi asal Bandung ini menghadirkan nuansa yang berbeda untuk setiap program diskusinya. Melalui program Key Talk, bertemakan Travel, Fotografi, dan Kopi, seluruh peserta diskusi dapat berbincang hangat sambil menikmati secangkir kopi di aula Simpul Space#4, Bandung. (Rabu, 21/08/2019)

Menggaet Bandung Creative City Forum sebagai partner kolaborasi, Klab.id menghadirkan dua narasumber penuh talenta. Ada Creativepreneur sekaligus CEO Growup.idea, Ervan Raditia juga Traveler dan videografer Vega Chandra Alam.

Perhatian peserta diskusi yang terbagi kedalam berbagai latar belakang komunitas semakin terarahkan, saat panitia menayangkan sebuah vlog dengan tajuk “Ramadhan di Jalan” milik Vega. 

Dalam video tersebut, Vega bercerita mengenai pengalamanya berpuasa, jauh dari keluarga. Keheningan kembali terpecah saat Vega memberikan tips dalam menghadapi traveling.

“Jangan di ikuti apa yang saya lakukan, cuman orang bodoh aja yang puasa dan lebaranya malah menjauh dari keluarga” ucapnya sambil menunjuk vlog “Ramadhan di Jalan”.

Traveler yang berlatar belakang pendidik ini memberikan tips tambahan dalam membuat vlog perjalanan mengenai rasaya percaya diri untuk memproduksi sebuah konten. Verga menambahkan, karya yang baik itu ialah karya yang dihadirkan, bukan disimpan.

"Rasa percaya diri itu sangat diperlukan saat membuat konten, jadi jalanin aja dulu. Sekarang referensi sangat banyak, tapi jangan terlalu lama liat referensi juga, nanti ga mulai-mulai," kata Vega

Senada dengan Vega, Ervan Raditia yang juga seorang konten kreator dan sempat berkontribusi membesarkan Explore Bandung, mengatakan konten merupakan suatu pesan yang harus segera disampaikan. 

“Yang paling penting dalam sebuah konten adalah pesan yang disampaikan. Menghibur itu baik, tapi yang lebih baik tentu yang bisa berdampak positif,” ujar Ervan.

Meski kini Ervan berfokus pada bisnis kreatif, ia menanamkan pesan pada peserta diskusi selalu menyelipkan nilai positif dalam konten yang akan disebarkan kepada khalayak.

“Tapi balik lagi, jangan cuman fokus bisnisnya aja, setiap karya juga tetap harus punya nilai positif, dan berdampak besar bagi sosial. Dan nilai itu tentu jauh lebih besar dari sekedar materi,” imbuhnya.

Kopi dan Cerita Perjalanan

Jalanya diskusi semakin seru, saat moderator yang juga Penyiar PR FM Iqbal Pratama Putra kembali melemparkan pertanyaan-pertanyaan seputar dunia kreatif. 

“Apa makna kreatif menurut Kang Ervan dan Kang Aga,” ucap Iqbal melanjutkan diskusi. Ervan merespon pertanyaan Iqbal dengan jawaban jenaka.

 “Kreatif itu banyak maknanya. Seperti kere tapi aktif,” jawab Ervan disambut tawa peserta diskusi.

Semakin malam, proses diskusi semakin terasa hangat. Posisi duduk peserta acara pun tak banyak berubah, meski beberapa kali peserta bergantian datang dan pergi, namun Simpul Space #4 Bandung Creative City Forum ini tetap terlihat ramai dan hangat. 

Semoga semakin banyak kajian diskusi yang dikemas secara santai, karena studi keilmuan tidak selalu berkemaskan cangkang yang formal. Seperti yang Coba dilakukan oleh Ervan dan Vega, dengan produk kreatif, mereka berdua masih bisa berbagi gagasan dan nilai edukasi, semoga kita selalu belajar, seperti moto hidup Ervan: Long Life Learner






 

BERITA LAINNYA



Kopi dan Cerita Perjalanan

Renovasi Pasar Kosambi Rampung Bulan November Ini
Senin 11 November 2019
Kota Bandung