Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus  




Senin 17 Juni 2019

20:30 WIB

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
@prfmnews

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
PRFMNewsChannel

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Rabu 12 Juni 2019, 13:45 WIB

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus




Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Redaksi Oleh : Shinta Puspita
Foto Oleh : Ilustrasi PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Kementrian Perhubungan berencana melarang diskon pada tarif ojek online (ojol). Pelarangan itu akan dilakukan karena diskon yang diberikan dinilai menimbulkan persaingan tidak sehat antar operator. Kemenhub sedang mematangkan aturan ini yang rencananya akan diluncurkan akhir Juni 2019.

Menanggapi rencana ini, Ketua Umum Himpunan Transportasi Online Bersama (HTOB), Michael Pratama Jaya memandang dibandingkan menghapus diskon, Kemenhub seharusnya membuat regulasi untuk mengatur promosi dan diskon. Hal ini sekaligus akan mengatur kompetisi, dan membuka peluang bagi operator baru sehingga dapat turut berkompetisi dalam bisnis ojek online.

"Lebih baik daripada Kemenhub menghapus diskon atau promo ini, sebaiknya Kemenhub mengatur diskon dan promo. Sehingga kompetisi yang diharapkan dapat berjalan baik dan memberikan ruang kepada pemain (red: operator) baru. Pemerintah menentukan siapa saja yang boleh melakukan promosi, jumlahnya berapa. Agar yang dominat tidak mematikan yang kecil", ujar Michael

Konsumen dinilai belum siap apabila pemerintah menghapus diskon dan promosi. "Karena kalau langsung tarif promosinya dihapuskan saya rasa masyarakat belum siap. Masyarakat ini yang dimaksud, baik pengguna maupun pengemudinya. Karena penghapusan diskon ini akan berdampak pada kenaikan tarif", tambah Michael.



Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

BERITA TERKAIT


Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
 

BERITA PILIHAN


Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

BERITA LAINNYA

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Ombudsman Terima 24 Pengaduan Terkait PPDB SD dan SMP di Bandung
Senin 17 Juni 2019


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
Senin 17 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Panitia PPDB SMAN 2 Bandung Ungkap Kelemahan Sistem Zonasi
Senin 17 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Diduga Karena Sopir Bus Diserang
Senin 17 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Pemprov Jabar Anggarkan Dana Bantu Siswa Tidak Mampu Lanjutkan Sekolah
Senin 17 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Pendaftaran PPDB Hari Pertama Selesai, Disdik Jabar Langsung Evaluasi
Senin 17 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Hari Pertama PPDB Membludak, Warga Diminta Manfaatkan Hari Lainnya
Senin 17 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

 

BERITA TERKAIT

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Rabu 12 Juni 2019, 13:45 WIB

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus


Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Redaksi Oleh : Shinta Puspita
Sumber Foto : Ilustrasi PRFM



BANDUNG, (PRFM) - Kementrian Perhubungan berencana melarang diskon pada tarif ojek online (ojol). Pelarangan itu akan dilakukan karena diskon yang diberikan dinilai menimbulkan persaingan tidak sehat antar operator. Kemenhub sedang mematangkan aturan ini yang rencananya akan diluncurkan akhir Juni 2019.

Menanggapi rencana ini, Ketua Umum Himpunan Transportasi Online Bersama (HTOB), Michael Pratama Jaya memandang dibandingkan menghapus diskon, Kemenhub seharusnya membuat regulasi untuk mengatur promosi dan diskon. Hal ini sekaligus akan mengatur kompetisi, dan membuka peluang bagi operator baru sehingga dapat turut berkompetisi dalam bisnis ojek online.

"Lebih baik daripada Kemenhub menghapus diskon atau promo ini, sebaiknya Kemenhub mengatur diskon dan promo. Sehingga kompetisi yang diharapkan dapat berjalan baik dan memberikan ruang kepada pemain (red: operator) baru. Pemerintah menentukan siapa saja yang boleh melakukan promosi, jumlahnya berapa. Agar yang dominat tidak mematikan yang kecil", ujar Michael

Konsumen dinilai belum siap apabila pemerintah menghapus diskon dan promosi. "Karena kalau langsung tarif promosinya dihapuskan saya rasa masyarakat belum siap. Masyarakat ini yang dimaksud, baik pengguna maupun pengemudinya. Karena penghapusan diskon ini akan berdampak pada kenaikan tarif", tambah Michael.



 

BERITA LAINNYA



Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus