Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok  




Sabtu 22 September 2018

01:06 WIB

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
@prfmnews

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
PRFMNewsChannel

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
Kamis 12 Juli 2018, 16:54 WIB
Jawa Barat

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok




Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG,(PRFM) - Konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengajukan permintaan perubahan penetapan lokasi (penlok) kereta cepat Jakarta-Bandung pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Direktur Utama PT PSBI Natal Argawan Pardede terkait permohonan revisi guna mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. “Ada permohonan revisi penlok, ini terkait sisa 1000 bidang tanah yang belum dibebaskan,” katanya di Bandung, Kamis (12/07/2018).

Menurutnya pihak PSBI melaporkan dari sekitar 5000 lebih bidang tanah yang berada di wilayah Jabar, sebanyak 2500 lebih bidang tanah sudah dibebaskan, lalu sekitar 1200 lahan saat ini tengah dilakukan konsinyasi.

“Yang perlu mendapat dukungan Pemprov, dan daerah yang dilalui serta BPN sekitar 1000 bidang tanah, ada kesepahaman untuk mempercepat pembebasan,” tuturnya.

Revisi penlok sendiri diajukan karena pihak PSBI sudah menghitung soal panjang lahan yang dilalui, dan beberapa detil teknis yang harus berubah seperti jumlah lahan yang bertambah. Meski revisi, Iwa memastikan rute dan alur kereta cepat tidak ada perubahan dan masalah. “Kami ingin proyek sesuai ketentuan yang berlaku, jadi penlok ini perlu diperbaharui sesuai ketentuan,” katanya.

Pihak PSBI juga memastikan perubahan ini tidak menganggu proses pembangunan proyek yang saat ini tengah berlangsung karena jumlah lahan yang kemungkinan didata tidak begitu banyak. Iwa memastikan pihaknya langsung menindaklanjuti permohonan tersebut dengan menugaskan Bagian Pertanahan Pemprov untuk melakukan pendataan di lapangan. 

Sekda Jabar berharap pihaknya bisa menuntaskan hal ini dalam waktu satu pekan ke depan. Gerak cepat ini menurut Iwa harus dilakukan agar target pembebasan 1000 bidang lahan bisa terkejar. “Targetnya akhir Juli atau awal Agustus, pembebasan bisa selesai,” ujarnya.

Upaya lain juga koordinasi dengan sejumlah tim yang terkait dengan pembebasan lahan. Iwa menunjuk ada tim A yang dikoordinir BPN lalu tim B yang termasuk instansi-instansi yang mengurusi pembebasan lahan. “Nanti kalau ada rumah-rumah yang harus dibebaskan akan dilibatkan Dinas Pemukiman, terkait lahan tegakan akan terlibat Dinas Kehutanan,” paparnya.



Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

 

BERITA TERKAIT


Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
 

BERITA PILIHAN


Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

 

BERITA LAINNYA

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Bagas Bagus Bawa Indonesia Kandaskan Iran U-16 di Laga Perdana AFC U-16
Jumat 21 September 2018


Rdwan Kamil : Masa Keemasan Bandung Hadir di Jaman Mang Oded
Jumat 21 September 2018 Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok Perubahan Iklim Usaha, Pengangguran Terbuka Turun
Jumat 21 September 2018 Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok Tak Ada Caleg Mantan Koroptor di Jawa Barat, KPU Sanjung Parpol
Jumat 21 September 2018 Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok Persib Lawan Persija, Ridwan Kamil Undang Anies Nyetadion Bareng di GBLA
Jumat 21 September 2018 Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok Emil Tak Soalkan Jika Ditunjuk Jadi Dewan Pengarah Timses Jokowi di Jabar
Jumat 21 September 2018 Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok Oded Fokus Selesaikan Program Yang Sudah Ada
Jumat 21 September 2018 Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

 

 

BERITA TERKAIT


Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
Kamis 12 Juli 2018, 16:54 WIB
Jawa Barat

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok
Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok


Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG,(PRFM) - Konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengajukan permintaan perubahan penetapan lokasi (penlok) kereta cepat Jakarta-Bandung pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Direktur Utama PT PSBI Natal Argawan Pardede terkait permohonan revisi guna mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. “Ada permohonan revisi penlok, ini terkait sisa 1000 bidang tanah yang belum dibebaskan,” katanya di Bandung, Kamis (12/07/2018).

Menurutnya pihak PSBI melaporkan dari sekitar 5000 lebih bidang tanah yang berada di wilayah Jabar, sebanyak 2500 lebih bidang tanah sudah dibebaskan, lalu sekitar 1200 lahan saat ini tengah dilakukan konsinyasi.

“Yang perlu mendapat dukungan Pemprov, dan daerah yang dilalui serta BPN sekitar 1000 bidang tanah, ada kesepahaman untuk mempercepat pembebasan,” tuturnya.

Revisi penlok sendiri diajukan karena pihak PSBI sudah menghitung soal panjang lahan yang dilalui, dan beberapa detil teknis yang harus berubah seperti jumlah lahan yang bertambah. Meski revisi, Iwa memastikan rute dan alur kereta cepat tidak ada perubahan dan masalah. “Kami ingin proyek sesuai ketentuan yang berlaku, jadi penlok ini perlu diperbaharui sesuai ketentuan,” katanya.

Pihak PSBI juga memastikan perubahan ini tidak menganggu proses pembangunan proyek yang saat ini tengah berlangsung karena jumlah lahan yang kemungkinan didata tidak begitu banyak. Iwa memastikan pihaknya langsung menindaklanjuti permohonan tersebut dengan menugaskan Bagian Pertanahan Pemprov untuk melakukan pendataan di lapangan. 

Sekda Jabar berharap pihaknya bisa menuntaskan hal ini dalam waktu satu pekan ke depan. Gerak cepat ini menurut Iwa harus dilakukan agar target pembebasan 1000 bidang lahan bisa terkejar. “Targetnya akhir Juli atau awal Agustus, pembebasan bisa selesai,” ujarnya.

Upaya lain juga koordinasi dengan sejumlah tim yang terkait dengan pembebasan lahan. Iwa menunjuk ada tim A yang dikoordinir BPN lalu tim B yang termasuk instansi-instansi yang mengurusi pembebasan lahan. “Nanti kalau ada rumah-rumah yang harus dibebaskan akan dilibatkan Dinas Pemukiman, terkait lahan tegakan akan terlibat Dinas Kehutanan,” paparnya.



 

BERITA LAINNYA



Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok

 

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Konsorsium Kereta Cepat Ajukan Revisi Penlok