KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan  




Rabu 13 November 2019

21:29 WIB

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
@prfmnews

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
PRFMNewsChannel

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
Senin 17 Juni 2019, 19:22 WIB
Jawa Barat
KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan




KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi/ppdb.disdik.jabarprov.go.id.

BANDUNG, (PRFM) - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2019 diminta dibuka secara transparan atau real time. Data peserta didik yang sudah daftar ke SMA/SMK di Jawa Barat harus terpampang di sistem hari itu juga. 

Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa barat yang juga Pengamat Pendidikan, Dan Satriana mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat belum mau menampilkan data pendaftar secara real time dengan alasan khawatir menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat. 

"Disdik tidak ada masalah untuk menampilkan data pendaftar tepat waktu atau real time, hanya khawatir ada pemikiran salah bahwa yang ditampilkan di web adalah hasil akhir seleksi," kata Dan Satriana saat On Air di PRFM, Senin (17/6/2019). 

Menurut Dan Satriana, kekhawatiran tersebut sebenarnya bisa dihilangkan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Perlu ada sosialisasi, bahwa data yang terpampang di web PPDB bukanlah daftar siswa yang diterima, melainkan data siswa yang sudah terdaftar. Karena, hasil seleksi sesuai aturan akan ditetapkan melalui rapat dewan guru yang kemudian dikuatkan dengan keputusan kepala sekolah. 

"Perlu sosialisasi untuk menghindari kesalahan paham di masyarakat," katanya. 

Dan Satriana menambahkan, keterbukaan informasi PPDB manfaatnya sangatlah besar. Jika data pendaftar PPDB ditampilkan secara real time, maka masyarakat bisa mempunyai acuan untuk memilih sekolah yang peluangnya besar untuk seleksi. Selain itu juga untuk meningkatkan kepercayaan publik bahwa seleksi yang dilakukan saat ini betul-betul dilakukan secara objektif. 

"Tidak ada lagi ruang-ruang yang memungkinkan adanya intervensi," katanya. 

Data yang mesti dipublikasikan itu diantaranya data diri, nama sekolah dan alat ukur seleksi. Jika saat ini menggunakan sistem zonasi, maka disana harus tercantum jarak dari rumah pendaftar ke sekolah. Sedangkan jika menggunakan jalur prestasi, maka yang tercantum di alat ukur seleksinya adalah skoring dari prestasi. "Itu cukup untuk memuaskan kemauan masyarakat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jabar berencana tidak menampilkan data real time dengan alasan tidak membuat masyarakat resah. Hal itu pun untuk menghindari pencabutan berkas di tengah proses PPDB.










 

BERITA TERKAIT


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
 

BERITA PILIHAN


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

 

BERITA LAINNYA

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Pemkot Bakal Labeli Gedung Bertingkat
Rabu 13 November 2019


Pemprov Jabar Pastikan Tidak Ada "Desa Hantu" di Wilayahnya
Rabu 13 November 2019 KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan Tingkatkan Diplomasi Ekonomi Melalui Pasar Domestik
Rabu 13 November 2019 KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019 KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019 KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan Pelatih Arema FC Mengaku Sulit Cari Pengganti Hamka Hamzah
Rabu 13 November 2019 KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019 KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

 

 

BERITA TERKAIT


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
Senin 17 Juni 2019, 19:22 WIB
Jawa Barat

KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan
KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi/ppdb.disdik.jabarprov.go.id.


BANDUNG, (PRFM) - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2019 diminta dibuka secara transparan atau real time. Data peserta didik yang sudah daftar ke SMA/SMK di Jawa Barat harus terpampang di sistem hari itu juga. 

Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa barat yang juga Pengamat Pendidikan, Dan Satriana mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat belum mau menampilkan data pendaftar secara real time dengan alasan khawatir menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat. 

"Disdik tidak ada masalah untuk menampilkan data pendaftar tepat waktu atau real time, hanya khawatir ada pemikiran salah bahwa yang ditampilkan di web adalah hasil akhir seleksi," kata Dan Satriana saat On Air di PRFM, Senin (17/6/2019). 

Menurut Dan Satriana, kekhawatiran tersebut sebenarnya bisa dihilangkan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Perlu ada sosialisasi, bahwa data yang terpampang di web PPDB bukanlah daftar siswa yang diterima, melainkan data siswa yang sudah terdaftar. Karena, hasil seleksi sesuai aturan akan ditetapkan melalui rapat dewan guru yang kemudian dikuatkan dengan keputusan kepala sekolah. 

"Perlu sosialisasi untuk menghindari kesalahan paham di masyarakat," katanya. 

Dan Satriana menambahkan, keterbukaan informasi PPDB manfaatnya sangatlah besar. Jika data pendaftar PPDB ditampilkan secara real time, maka masyarakat bisa mempunyai acuan untuk memilih sekolah yang peluangnya besar untuk seleksi. Selain itu juga untuk meningkatkan kepercayaan publik bahwa seleksi yang dilakukan saat ini betul-betul dilakukan secara objektif. 

"Tidak ada lagi ruang-ruang yang memungkinkan adanya intervensi," katanya. 

Data yang mesti dipublikasikan itu diantaranya data diri, nama sekolah dan alat ukur seleksi. Jika saat ini menggunakan sistem zonasi, maka disana harus tercantum jarak dari rumah pendaftar ke sekolah. Sedangkan jika menggunakan jalur prestasi, maka yang tercantum di alat ukur seleksinya adalah skoring dari prestasi. "Itu cukup untuk memuaskan kemauan masyarakat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jabar berencana tidak menampilkan data real time dengan alasan tidak membuat masyarakat resah. Hal itu pun untuk menghindari pencabutan berkas di tengah proses PPDB.






 

BERITA LAINNYA



KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Pemkot Bakal Labeli Gedung Bertingkat
Rabu 13 November 2019
Kota Bandung


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019
Pemangkasan Eselon


KIP Minta PPDB SMA/SMK Jawa Barat Dibuka Secara Transparan

Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019
Pornas ke-15 Bangka Belitung