Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu  




Senin 20 Mei 2019

03:20 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
@prfmnews

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
PRFMNewsChannel

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Senin 22 April 2019, 20:40 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu




Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Pemilu Serentak 2019 menghadirkan lima pemilihan sekaligus mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, dan DPD RI. Pelaksanan Pemilu Serentak terbesar di dunia ini diwarnai sejumlah persoalan. Sejauh ini, sedikitnya 54 petugas KPPS meninggal dunia. 

Adanya persoalan itu membuat Koalisi Pemantau Pemilu menyodorkan solusi agar memisahkan pemilu serentak di tingkat nasional dan tingkat daerah. Pasalnya, hal itu dinilai mampu mengurangi resiko pemilu. 

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengapresiai penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu yang telah melangsungkan pemilu dengan lancar. Mengenai solusi perubahan metode pemilu, ia mengaku hal itu terlalu cepat jika dilakukan saat ini. 

"Nanti lah (evaluasi), pemilu kan belum selesai, itu kecepetan," katanya saat On Air di PRFM, Senin (22/4/2019). 

Ia ingin masyarakat menunggu terlebih dahulu pemilu selesai. Menurutnya, masih banyak hal penting yang harus segera dilakukan saat ini ketimbang melakukan evaluasi pemilu. Seperti, meredakan ketegangan paslon capres-cawapres beserta pendukungnya, 

"Pemilu belum usai, ketegangan masih ada, paslon masih saling klaim kemenangan, itu gimana. Ini jauh lebih penting ketimbang evaluasi," katanya. 

Ia mengatakan, setelah pemilu usai, barulah dilakukan evaluasi. Evaluasi menurutnya, mesti dilakukan secara komprehensif. 

"Evaluasi harus terintegrasi dan komprehensif, menilainya jangan satu persatu," katanya. 



Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

BERITA TERKAIT


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
 

BERITA PILIHAN


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

BERITA LAINNYA

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Menhub: Akses Pintu Keluar Tol Disediakan Di Sepanjang Jalur One Way
Minggu 19 Mei 2019


Indonesia Taklukkan Inggris 4-1 di Piala Sudirman 2019
Minggu 19 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Pemkab Bandung Akan Gelar Ramadan Fair 1440 H
Minggu 19 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Karena Hal Ini, Petugas Sulit Memadamkan Api di Pasar Kosambi
Minggu 19 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Seorang Petugas Damkar Sesak Nafas Saat Padamkan Api di Pasar Kosambi
Minggu 19 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Oded Kunjungi Korban Longsor Hegarmanah
Minggu 19 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Sebelum Tanding, Umuh Beri Motivasi Pemain Persib
Minggu 19 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

 

BERITA TERKAIT

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Senin 22 April 2019, 20:40 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Pemilu Serentak 2019 menghadirkan lima pemilihan sekaligus mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, dan DPD RI. Pelaksanan Pemilu Serentak terbesar di dunia ini diwarnai sejumlah persoalan. Sejauh ini, sedikitnya 54 petugas KPPS meninggal dunia. 

Adanya persoalan itu membuat Koalisi Pemantau Pemilu menyodorkan solusi agar memisahkan pemilu serentak di tingkat nasional dan tingkat daerah. Pasalnya, hal itu dinilai mampu mengurangi resiko pemilu. 

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengapresiai penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu yang telah melangsungkan pemilu dengan lancar. Mengenai solusi perubahan metode pemilu, ia mengaku hal itu terlalu cepat jika dilakukan saat ini. 

"Nanti lah (evaluasi), pemilu kan belum selesai, itu kecepetan," katanya saat On Air di PRFM, Senin (22/4/2019). 

Ia ingin masyarakat menunggu terlebih dahulu pemilu selesai. Menurutnya, masih banyak hal penting yang harus segera dilakukan saat ini ketimbang melakukan evaluasi pemilu. Seperti, meredakan ketegangan paslon capres-cawapres beserta pendukungnya, 

"Pemilu belum usai, ketegangan masih ada, paslon masih saling klaim kemenangan, itu gimana. Ini jauh lebih penting ketimbang evaluasi," katanya. 

Ia mengatakan, setelah pemilu usai, barulah dilakukan evaluasi. Evaluasi menurutnya, mesti dilakukan secara komprehensif. 

"Evaluasi harus terintegrasi dan komprehensif, menilainya jangan satu persatu," katanya. 



 

BERITA LAINNYA



Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Pemkab Bandung Akan Gelar Ramadan Fair 1440 H
Minggu 19 Mei 2019
Kabupaten Bandung


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Oded Kunjungi Korban Longsor Hegarmanah
Minggu 19 Mei 2019
Kota Bandung


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu