Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung  




Kamis 27 Juni 2019

03:18 WIB

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
@prfmnews

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
PRFMNewsChannel

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Sabtu 12 Januari 2019, 14:36 WIB

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung




Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, angin puting beliung yang menerjang kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Jumat (11/1/2019) sore disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya keberadaan awan cumulonimbus dan perbedaan suhu permukaan di lokasi kejadian.

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya menjelaskan, masyarakat bisa mengenali awan cumulonimbus dengan mudah. Diawali cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari dimana awan-awan lokal mulai terbentuk. Menjelang sore, awan tersebut mulai menghitam dan semakin bertumpuk ke atas. 

"Proses terbentuk dan menghilangnya cukup cepat, sehingga saat awan ini sudah terlihat hitam sebaiknya kita menghentikan sementara aktivitas di luar ruangan," tukasnya.

Namun tidak semua awan cumulonimbus menimbulkan angin puting beliung. Toni mengungkapkan, faktor lain yang menjadi pemicu fenomena angin kencang ini adalah perbedaan suhu di permukaan.

"Ada perbedaan suhu, di permukaan tanah panas sementara di sekitar awan mulai mendingin. Biasanya terjadi di sekitar area pesawahan atau tanah lapang," sambungnya.

Menurut Toni, potensi angin puting beliung lebih banyak terjadi saat musim pancaroba atau peralihan. Fenomena alam tersebut masih bisa terjadi ketika musim hujan apabila wilayah tersebut mengalami jeda hujan.

"Yang terjadi di Rancaekek, beberapa hari sebelum angin puting beliung terbentuk, cuaca Bandung cerah berawan karena ada gangguan cuaca di Thailand dan Filipina. Karena gangguan cuaca di Thailand dan Filipina sudah mulai hilang, maka Indonesia kembali berpotensi hujan lebat disertai angin kencang," ungkapnya saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu (12/1/2019).




Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

BERITA TERKAIT


Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
 

BERITA PILIHAN


Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

BERITA LAINNYA

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

BTN Diharapkan Tak Bangun Perumahan Eksklusif
Kamis 27 Juni 2019


Truk Terguling di Cicalengka, Setengah Badan Sopir Terjepit
Rabu 26 Juni 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Harga Ayam Tingkat Peternak Anjlok, DKPP Jabar: Tak Separah Provinsi Lain
Rabu 26 Juni 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Komite Korea Kadin Kota Bandung Terpilih Ikuti Trade Meeting di Suwon
Rabu 26 Juni 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Rabu 26 Juni 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Polda Jabar Imbau Warga tak Ikut Aksi Saat Putusan Sidang MK
Rabu 26 Juni 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Rabu 26 Juni 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

 

BERITA TERKAIT

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Sabtu 12 Januari 2019, 14:36 WIB

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung


Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, angin puting beliung yang menerjang kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Jumat (11/1/2019) sore disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya keberadaan awan cumulonimbus dan perbedaan suhu permukaan di lokasi kejadian.

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya menjelaskan, masyarakat bisa mengenali awan cumulonimbus dengan mudah. Diawali cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari dimana awan-awan lokal mulai terbentuk. Menjelang sore, awan tersebut mulai menghitam dan semakin bertumpuk ke atas. 

"Proses terbentuk dan menghilangnya cukup cepat, sehingga saat awan ini sudah terlihat hitam sebaiknya kita menghentikan sementara aktivitas di luar ruangan," tukasnya.

Namun tidak semua awan cumulonimbus menimbulkan angin puting beliung. Toni mengungkapkan, faktor lain yang menjadi pemicu fenomena angin kencang ini adalah perbedaan suhu di permukaan.

"Ada perbedaan suhu, di permukaan tanah panas sementara di sekitar awan mulai mendingin. Biasanya terjadi di sekitar area pesawahan atau tanah lapang," sambungnya.

Menurut Toni, potensi angin puting beliung lebih banyak terjadi saat musim pancaroba atau peralihan. Fenomena alam tersebut masih bisa terjadi ketika musim hujan apabila wilayah tersebut mengalami jeda hujan.

"Yang terjadi di Rancaekek, beberapa hari sebelum angin puting beliung terbentuk, cuaca Bandung cerah berawan karena ada gangguan cuaca di Thailand dan Filipina. Karena gangguan cuaca di Thailand dan Filipina sudah mulai hilang, maka Indonesia kembali berpotensi hujan lebat disertai angin kencang," ungkapnya saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu (12/1/2019).




 

BERITA LAINNYA



Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung