Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung  




Minggu 24 Maret 2019

20:25 WIB

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
@prfmnews

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
PRFMNewsChannel

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Sabtu 12 Januari 2019, 14:36 WIB

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung




Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, angin puting beliung yang menerjang kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Jumat (11/1/2019) sore disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya keberadaan awan cumulonimbus dan perbedaan suhu permukaan di lokasi kejadian.

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya menjelaskan, masyarakat bisa mengenali awan cumulonimbus dengan mudah. Diawali cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari dimana awan-awan lokal mulai terbentuk. Menjelang sore, awan tersebut mulai menghitam dan semakin bertumpuk ke atas. 

"Proses terbentuk dan menghilangnya cukup cepat, sehingga saat awan ini sudah terlihat hitam sebaiknya kita menghentikan sementara aktivitas di luar ruangan," tukasnya.

Namun tidak semua awan cumulonimbus menimbulkan angin puting beliung. Toni mengungkapkan, faktor lain yang menjadi pemicu fenomena angin kencang ini adalah perbedaan suhu di permukaan.

"Ada perbedaan suhu, di permukaan tanah panas sementara di sekitar awan mulai mendingin. Biasanya terjadi di sekitar area pesawahan atau tanah lapang," sambungnya.

Menurut Toni, potensi angin puting beliung lebih banyak terjadi saat musim pancaroba atau peralihan. Fenomena alam tersebut masih bisa terjadi ketika musim hujan apabila wilayah tersebut mengalami jeda hujan.

"Yang terjadi di Rancaekek, beberapa hari sebelum angin puting beliung terbentuk, cuaca Bandung cerah berawan karena ada gangguan cuaca di Thailand dan Filipina. Karena gangguan cuaca di Thailand dan Filipina sudah mulai hilang, maka Indonesia kembali berpotensi hujan lebat disertai angin kencang," ungkapnya saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu (12/1/2019).




Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

BERITA TERKAIT


Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
 

BERITA PILIHAN


Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

BERITA LAINNYA

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Ada 29 Ribu Pesantren, Presiden Harap RUU Pesantren Segera Selesai
Minggu 24 Maret 2019


Fabiano Akan Mudah Berkomunikasi dengan Pemain Lain
Minggu 24 Maret 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Minggu 24 Maret 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Fabiano Datang, Persib Belum Hentikan Perburuan Pemain
Minggu 24 Maret 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Setiap Harinya 20 Orang Indonesia Meninggal Akibat Kanker
Sabtu 23 Maret 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Warga Heran Pemkot Tak Juga Angkat Lurah Batununggal
Sabtu 23 Maret 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Done! Fabiano Beltrame Resmi Berseragam Persib
Sabtu 23 Maret 2019 Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

 

BERITA TERKAIT

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Sabtu 12 Januari 2019, 14:36 WIB

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung


Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, angin puting beliung yang menerjang kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung pada Jumat (11/1/2019) sore disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya keberadaan awan cumulonimbus dan perbedaan suhu permukaan di lokasi kejadian.

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya menjelaskan, masyarakat bisa mengenali awan cumulonimbus dengan mudah. Diawali cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari dimana awan-awan lokal mulai terbentuk. Menjelang sore, awan tersebut mulai menghitam dan semakin bertumpuk ke atas. 

"Proses terbentuk dan menghilangnya cukup cepat, sehingga saat awan ini sudah terlihat hitam sebaiknya kita menghentikan sementara aktivitas di luar ruangan," tukasnya.

Namun tidak semua awan cumulonimbus menimbulkan angin puting beliung. Toni mengungkapkan, faktor lain yang menjadi pemicu fenomena angin kencang ini adalah perbedaan suhu di permukaan.

"Ada perbedaan suhu, di permukaan tanah panas sementara di sekitar awan mulai mendingin. Biasanya terjadi di sekitar area pesawahan atau tanah lapang," sambungnya.

Menurut Toni, potensi angin puting beliung lebih banyak terjadi saat musim pancaroba atau peralihan. Fenomena alam tersebut masih bisa terjadi ketika musim hujan apabila wilayah tersebut mengalami jeda hujan.

"Yang terjadi di Rancaekek, beberapa hari sebelum angin puting beliung terbentuk, cuaca Bandung cerah berawan karena ada gangguan cuaca di Thailand dan Filipina. Karena gangguan cuaca di Thailand dan Filipina sudah mulai hilang, maka Indonesia kembali berpotensi hujan lebat disertai angin kencang," ungkapnya saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu (12/1/2019).




 

BERITA LAINNYA



Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kenali  Ciri-ciri Terjadinya Angin Puting Beliung