Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif  




Selasa 24 September 2019

00:25 WIB

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
@prfmnews

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
PRFMNewsChannel

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
Rabu 07 Agustus 2019, 17:12 WIB
NASIONAL
Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif




Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : setkab.go.id

BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam upaya terobosan dalam memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di desa yang menjadi kantong-kantong Pekerja Migran Indonesia dengan mengembangkan Desa Migran Produktif (Desmigratif).

“Program Desmigratif dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat yang produktif pada wilayah asal pekerja migran yang memahami penempatan dan perlindungan tenaga kerja,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Khairul Anwar seperti disitat keterangan resmi Sekretariat Kabinet RI, Rabu (7/8/2019).

Menurut Khairul, program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melayani proses penempatan dan perlindungan calon tenaga kerja yang akan bekerja, baik di dalam dan luar negeri, yang dimulai dari desa asal PMI. Ia menambahkan, program ini juga untuk memberdayakan PMI beserta keluarganya.

“Kemnaker mempunyai target membentuk dan memfasilitasi pembangunan Desmigratif di 400 desa dalam 3 (tiga) tahun,” kata Khairul.

Sekjen Kemnaker itu mengungkapkan, pada 2016 telah dibentuk proyek percontohan Desmigratif di 2 (dua) lokasi yaitu Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kab. Indramayu, Jabar; dan Desa Kuripan, Kecamatan Watu Malang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Pada tahun 2017, lanjut Khairul, Desmigratif telah dikembangkan di  120 desa. Sementara tahun 2018 meingkat menjadi 130 Desmigratif dan tahun 2019 ini telah bertambah menjadi 150 Desmigratif.

“Kami bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Desmigratif, yaitu kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pihak swasta, perguruan tinggi, mitra lokal atau komunitas masyarakat desa, dan lembaga keuangan,” jelasnya.

Ditegaskan Khairul, pembentukan Desmigratif merupakan salah satu solusi dan bentuk kepedulian serta kehadiran negara dalam upaya meningkatkan pelayanan perlindungan kepada CPMI/PMI, dan anggota keluarganya yang bersifat terkoordinasi dan terintegrasi.










 

BERITA TERKAIT


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
 

BERITA PILIHAN


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

 

BERITA LAINNYA

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Polda Jabar Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jawa Barat, 9 Polisi Jadi Korban
Senin 23 September 2019


Rumah di Depan RSHS Terbakar, Pemilik Alami Luka Ringan
Senin 23 September 2019 Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif Hadapi Bali United, Persebaya Lebih Rileks
Senin 23 September 2019 Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019 Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019 Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Tolak Revisi RKHUP dan Revisi RUU KPK
Senin 23 September 2019 Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif Mall Pelayanan Publik di Kota Bandung Mendesak
Senin 23 September 2019 Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

 

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
Rabu 07 Agustus 2019, 17:12 WIB
NASIONAL

Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif
Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : setkab.go.id


BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam upaya terobosan dalam memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di desa yang menjadi kantong-kantong Pekerja Migran Indonesia dengan mengembangkan Desa Migran Produktif (Desmigratif).

“Program Desmigratif dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat yang produktif pada wilayah asal pekerja migran yang memahami penempatan dan perlindungan tenaga kerja,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Khairul Anwar seperti disitat keterangan resmi Sekretariat Kabinet RI, Rabu (7/8/2019).

Menurut Khairul, program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melayani proses penempatan dan perlindungan calon tenaga kerja yang akan bekerja, baik di dalam dan luar negeri, yang dimulai dari desa asal PMI. Ia menambahkan, program ini juga untuk memberdayakan PMI beserta keluarganya.

“Kemnaker mempunyai target membentuk dan memfasilitasi pembangunan Desmigratif di 400 desa dalam 3 (tiga) tahun,” kata Khairul.

Sekjen Kemnaker itu mengungkapkan, pada 2016 telah dibentuk proyek percontohan Desmigratif di 2 (dua) lokasi yaitu Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kab. Indramayu, Jabar; dan Desa Kuripan, Kecamatan Watu Malang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Pada tahun 2017, lanjut Khairul, Desmigratif telah dikembangkan di  120 desa. Sementara tahun 2018 meingkat menjadi 130 Desmigratif dan tahun 2019 ini telah bertambah menjadi 150 Desmigratif.

“Kami bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Desmigratif, yaitu kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pihak swasta, perguruan tinggi, mitra lokal atau komunitas masyarakat desa, dan lembaga keuangan,” jelasnya.

Ditegaskan Khairul, pembentukan Desmigratif merupakan salah satu solusi dan bentuk kepedulian serta kehadiran negara dalam upaya meningkatkan pelayanan perlindungan kepada CPMI/PMI, dan anggota keluarganya yang bersifat terkoordinasi dan terintegrasi.






 

BERITA LAINNYA



Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Polda Jabar Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Jawa Barat, 9 Polisi Jadi Korban
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Rumah di Depan RSHS Terbakar, Pemilik Alami Luka Ringan
Senin 23 September 2019
Kota Bandung


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Hadapi Bali United, Persebaya Lebih Rileks
Senin 23 September 2019
Liga 1 2019


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Akibat Karhutla, Belasan Ribu Warga Pekanbaru Menderita ISPA
Senin 23 September 2019
Karhutla Sumatera dan Kalimantan


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Soal Gerakan Penolakan Revisi RKUHP, Akademisi: Mahasiswa Kurang Paham Isu
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP


Kemnaker Kembangkan 400 Desa Migran Produktif

Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi Tolak Revisi RKHUP dan Revisi RUU KPK
Senin 23 September 2019
DEMO MAHASISWA TOLAK RKUHP