Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun  




Selasa 17 September 2019

03:57 WIB

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
@prfmnews

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
PRFMNewsChannel

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
Rabu 11 September 2019, 10:29 WIB
NASIONAL
Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun




Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Dua kementerian, yaitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019-2020 ini menyiapkan anggaran sebesar Rp4,6 triliun untuk mengembangkan 5 (lima) Kawasan Pariwisata Super Prioritas di tanah air.

Anggaran sebesar Rp4,6 triliun itu terdiri dari anggaran Kemenhub sebesar Rp2,9 triliun, dan anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp1,7 triliun. Sedangkan lima Kawan Pariwisata Super Prioritas dimaksud adalah Danau Toba (Sumut), Borobudur Joglosemar (Jateng), Mandalika Lombok (NTB), Komodo, Labuan Bajo (NTT), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Likupang, Sulwesi Utara.

“Dari total Rp2,953 triliun, Kemenhub mengalokasikan sebesar Rp353,99 miliar pada tahun 2019 dan Rp2,6 triliun pada tahun 2020, untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam siaran pers, Rabu (11/9/2019).

Dukungan yang dapat diberikan oleh Kementerian Perhubungan, menurut Menhub, diantaranya dengan menyusun beberapa kebijakan seperti: untuk Transportasi Angkutan Darat, yaitu dengan Pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata dan Pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air.

Sementara, untuk Transportasi Perkeretaapian, yaitu dengan pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan Konektivitas jaringan kereta api dan menuju ke Bandara. Untuk Transportasi laut, yaitu dengan Perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar dan pemberlakuan Terminal Pelabuhan Laut pada destinasi pariwisata, akan diperuntukan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang.

Sedangkan untuk Transportasi Udara, dengan melakukan perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional dan peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.

Kesediaan Infrastruktur

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengemukakan, anggaran sebesar sebesar Rp 1,7 triliun yang disediakan kementerian dimaksudkan untuk pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas, sumber daya air, perumahan dan permukiman.

“Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur,” kata Basuki dalam Rakornas itu.

Menurut Basuki, pada tahun 2020, dalam mendukung konektivitas di KSPN Danau Toba,
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, membangun infrastruktur diantaranya Jembatan Tano Pangol di Kabupaten Samosir sepanjang 1,2 km dengan anggaran Rp 297 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2020 – 2021. Kemudian Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Samosir dengan total anggaran sebesar Rp 526 miliar.

Sementara infrastruktur Sumber Daya Air berupa Pelebaran Alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter dengan panjang 120 meter dengan anggaran Rp 325 miliar.  Kementerian PUPR juga melakukan Penataan Kawasan Parapat yakni Pembangunan Gerbang Kawasan Rp 148,2 miliar, dan Penataan Ruang Publik Parapat dengan anggaran Rp 50 miliar.










 

BERITA TERKAIT


Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
 

BERITA PILIHAN


Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

 

BERITA LAINNYA

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

 

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
Rabu 11 September 2019, 10:29 WIB
NASIONAL

Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun
Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun


Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Dua kementerian, yaitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019-2020 ini menyiapkan anggaran sebesar Rp4,6 triliun untuk mengembangkan 5 (lima) Kawasan Pariwisata Super Prioritas di tanah air.

Anggaran sebesar Rp4,6 triliun itu terdiri dari anggaran Kemenhub sebesar Rp2,9 triliun, dan anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp1,7 triliun. Sedangkan lima Kawan Pariwisata Super Prioritas dimaksud adalah Danau Toba (Sumut), Borobudur Joglosemar (Jateng), Mandalika Lombok (NTB), Komodo, Labuan Bajo (NTT), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Likupang, Sulwesi Utara.

“Dari total Rp2,953 triliun, Kemenhub mengalokasikan sebesar Rp353,99 miliar pada tahun 2019 dan Rp2,6 triliun pada tahun 2020, untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam siaran pers, Rabu (11/9/2019).

Dukungan yang dapat diberikan oleh Kementerian Perhubungan, menurut Menhub, diantaranya dengan menyusun beberapa kebijakan seperti: untuk Transportasi Angkutan Darat, yaitu dengan Pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata dan Pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air.

Sementara, untuk Transportasi Perkeretaapian, yaitu dengan pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan Konektivitas jaringan kereta api dan menuju ke Bandara. Untuk Transportasi laut, yaitu dengan Perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar dan pemberlakuan Terminal Pelabuhan Laut pada destinasi pariwisata, akan diperuntukan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang.

Sedangkan untuk Transportasi Udara, dengan melakukan perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional dan peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.

Kesediaan Infrastruktur

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengemukakan, anggaran sebesar sebesar Rp 1,7 triliun yang disediakan kementerian dimaksudkan untuk pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas, sumber daya air, perumahan dan permukiman.

“Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur,” kata Basuki dalam Rakornas itu.

Menurut Basuki, pada tahun 2020, dalam mendukung konektivitas di KSPN Danau Toba,
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, membangun infrastruktur diantaranya Jembatan Tano Pangol di Kabupaten Samosir sepanjang 1,2 km dengan anggaran Rp 297 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2020 – 2021. Kemudian Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Samosir dengan total anggaran sebesar Rp 526 miliar.

Sementara infrastruktur Sumber Daya Air berupa Pelebaran Alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter dengan panjang 120 meter dengan anggaran Rp 325 miliar.  Kementerian PUPR juga melakukan Penataan Kawasan Parapat yakni Pembangunan Gerbang Kawasan Rp 148,2 miliar, dan Penataan Ruang Publik Parapat dengan anggaran Rp 50 miliar.






 

BERITA LAINNYA



Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Kembangkan Kawasan Pariwisata, Dua Kementerian Anggarkan Hampir 5 Triliun

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau