Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi  




Senin 20 Mei 2019

03:20 WIB

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
@prfmnews

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
PRFMNewsChannel

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
Selasa 26 Februari 2019, 08:47 WIB

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi




Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Indonesia merupakan negara yang tercatat menduduki peringkat 60 dari 61 negara dalam bidang literasi. Hal ini disebabkan Indonesia sangat gemuk informasi. Artinya banyak informasi yang sangat mudah didapatkan namun penduduk Indonesia cenderung malas untuk memilih informasi yang baik.

"Tantangannya adalah kita gemuk informasi kita harus mulai diet harus mulai mau berkumpul dengan yang suka baca. Jangan lupa di rumah di sekolah ini kegiatan literasi ini harus digalakan. Kita ini gemuk informasi apa apanya sudah terjadi, kepala kita ini penuh dengan informasi sehingga kita malas untuk membaca buku lain," kata Ketua Forum Lingkar Pena Bandung, Haris Abdullah saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Senin (25/2/2019).

Oleh karena itu, perlu adanya diet informasi dengan mencoba membaca buku atau bertemu dengan pegiat literasi yang ada. Sehingga informasi yang diterima bisa dipilah dan dipilih dengan baik oleh siapapun.

Selain itu, program pemerintah Jawa Barat maupun kota Bandung dengan membentuk pojok baca atau kotak baca belum berjalan efektif. Karena, lanjut Haris, tidak ada orang atau komunitas yang bertanggung jawab dalam program tersebut.

"Tidak efektif, indeks pembangunan pemuda itu tidak pernah naik. Artinya kalau ada pojok baca atau kotak baca, kalau tidak ada yang mengurus, tidak ada yang baca, tidak ada yang menentukan jenis buku, tidak ada yang menjelaskan manfaat buku dan tidak ada yang mengedukasi ke arah sana ya saya kira perlu ada evaluasi lebih lanjut lagi," jelasnya.

Terlebih pemeliharaan taman maupun pojok yang tidak berjalan dengan baik. Karenanya, pemerintah seharusnya menunjuk dinas terkait atau bahkan komunitas untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan taman maupun pojok yang yang ada di kota Bandung. Sehingga Kota Kembang ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain tertama dalam bidang literasi.

"Kenapa tidak ditunjuk dinas dinas terkait atau orang orang tertentu atau kelompok tertentu atau komunitas tertentu untuk memegang satu taman. Minimal kalau pemerintah tidak bisa mempelihara kenapa tidak dikasihkan ke kita atau sama mereka," papar Haris.



Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

 

BERITA TERKAIT


Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
 

BERITA PILIHAN


Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

 

BERITA LAINNYA

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Menhub: Akses Pintu Keluar Tol Disediakan Di Sepanjang Jalur One Way
Minggu 19 Mei 2019


Indonesia Taklukkan Inggris 4-1 di Piala Sudirman 2019
Minggu 19 Mei 2019 Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi Pemkab Bandung Akan Gelar Ramadan Fair 1440 H
Minggu 19 Mei 2019 Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi Karena Hal Ini, Petugas Sulit Memadamkan Api di Pasar Kosambi
Minggu 19 Mei 2019 Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi Seorang Petugas Damkar Sesak Nafas Saat Padamkan Api di Pasar Kosambi
Minggu 19 Mei 2019 Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi Oded Kunjungi Korban Longsor Hegarmanah
Minggu 19 Mei 2019 Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi Sebelum Tanding, Umuh Beri Motivasi Pemain Persib
Minggu 19 Mei 2019 Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

 

 

BERITA TERKAIT

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
Selasa 26 Februari 2019, 08:47 WIB

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi
Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi


Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Indonesia merupakan negara yang tercatat menduduki peringkat 60 dari 61 negara dalam bidang literasi. Hal ini disebabkan Indonesia sangat gemuk informasi. Artinya banyak informasi yang sangat mudah didapatkan namun penduduk Indonesia cenderung malas untuk memilih informasi yang baik.

"Tantangannya adalah kita gemuk informasi kita harus mulai diet harus mulai mau berkumpul dengan yang suka baca. Jangan lupa di rumah di sekolah ini kegiatan literasi ini harus digalakan. Kita ini gemuk informasi apa apanya sudah terjadi, kepala kita ini penuh dengan informasi sehingga kita malas untuk membaca buku lain," kata Ketua Forum Lingkar Pena Bandung, Haris Abdullah saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Senin (25/2/2019).

Oleh karena itu, perlu adanya diet informasi dengan mencoba membaca buku atau bertemu dengan pegiat literasi yang ada. Sehingga informasi yang diterima bisa dipilah dan dipilih dengan baik oleh siapapun.

Selain itu, program pemerintah Jawa Barat maupun kota Bandung dengan membentuk pojok baca atau kotak baca belum berjalan efektif. Karena, lanjut Haris, tidak ada orang atau komunitas yang bertanggung jawab dalam program tersebut.

"Tidak efektif, indeks pembangunan pemuda itu tidak pernah naik. Artinya kalau ada pojok baca atau kotak baca, kalau tidak ada yang mengurus, tidak ada yang baca, tidak ada yang menentukan jenis buku, tidak ada yang menjelaskan manfaat buku dan tidak ada yang mengedukasi ke arah sana ya saya kira perlu ada evaluasi lebih lanjut lagi," jelasnya.

Terlebih pemeliharaan taman maupun pojok yang tidak berjalan dengan baik. Karenanya, pemerintah seharusnya menunjuk dinas terkait atau bahkan komunitas untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan taman maupun pojok yang yang ada di kota Bandung. Sehingga Kota Kembang ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain tertama dalam bidang literasi.

"Kenapa tidak ditunjuk dinas dinas terkait atau orang orang tertentu atau kelompok tertentu atau komunitas tertentu untuk memegang satu taman. Minimal kalau pemerintah tidak bisa mempelihara kenapa tidak dikasihkan ke kita atau sama mereka," papar Haris.



 

BERITA LAINNYA



Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Pemkab Bandung Akan Gelar Ramadan Fair 1440 H
Minggu 19 Mei 2019
Kabupaten Bandung


Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Oded Kunjungi Korban Longsor Hegarmanah
Minggu 19 Mei 2019
Kota Bandung


Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi

 

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Indonesia Darurat Literasi Karena Terlalu Gemuk Informasi