Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab  




Selasa 20 Agustus 2019

14:51 WIB

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
@prfmnews

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
PRFMNewsChannel

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
Senin 08 Juli 2019, 18:43 WIB
MODUS OPERANDI

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab




Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Orangtua calon siswa mesti berhati-hati di masa penerimaan peserta didik baru seperti saat ini. Pasalnya, ada sejumlah pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi untuk melancarkan tindak kejahatan. 

Salah satu tindak kejahatan di masa masuk sekolah, menimpa orangtua siswa bernama Feby. Ia mengatakan sempat ditelepon oleh orang yang mengaku kepala sekolah dari sekolah baru anaknya. Orang tersebut menipu dengan dalih pemberian beasiswa kepada putra Feby. 

"Ada telepon mengaku dari kepala sekolah, dia menanyakan tentang pembayaran, saya bilang semua biaya administrasi sudah lunas. Kemudian dia bilang bahwa anak saya termasuk dari 10 anak yang mendapat beasiswa dari Dinas Pendidikan," kata Feby saat On Air di PRFM, Senin (9/7/2019). 

Feby merasa heran, lantaran yang ia tahu sekolah anaknya tidak berada di bawah naungan Dinas Pendikan. Karena sekolah anaknya adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang berada dibawah naungan Kemenag. 

"Saya curiga, kan aneh, kalau MAN itu kan dibawah Kemenag. Itu satu hal yang bikin aneh," katanya. 

Selain itu dia juga merasa heran lantaran ketika bicara ditelepon, logat orang yang mengaku kepala sekolah itu bukan logat sunda. Padahal, yang dia tahu, kepala sekolah anaknya berlogat sunda kental. 

"Saat ditelepon dia (orang yang mengaku kepsek) logatnya orang sebrang," katanya. 

Feby menambahkan, orang yang mengaku kepala sekolah itu menyebut bahwa anaknya mendapat beasiswa sebesar Rp 17 juta. Namun, beasiswa tersebut tidak berupa uang, melainkan berupa rekening tabungan, yang suata saat bisa digunakan ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.  

Beasiswa tersebut disebut baru bisa cair pada Rabu lusa. Feby pun diminta untuk datang ke sekolah pada Rabu lusa untuk serahterima buku tabungan.  

Namun, Feby semakin curiga ketika orang yang mengaku kepala sekolah tersebut meminta transfer uang sebesar Rp 1.750.000 kepadanya. Uang tersebut diminta dikirim untuk kemudian dicairkan pada hari Rabu. 

Karena makin curiga, ia tidak langsung mentransfer uang tersebut ke rekening yang disebutkan. Ia mengkonfirmasikan terlebih dahulu hal itu kepada pihak sekolah. 

Alangkah terkejutnya dia, lantaran pihak sekolah mengaku hal itu adalah penipuan. Pihak sekolah mengaku sudah banyak orangtua siswa yang mengadukan modus penipuan tersebut. 

"Pihak sekolah bilang, katanya ini murni penipuan, karena sekolah tidak pernah meminta uang secara transfer," katanya. 

Beruntung, Feby tidak terlanjur mentransfer uang kepada penipu. Namun, ia tak habis pikir lantaran penipu itu tahu segala hal mengenai biaya administrasi sekolah anaknya. 

"Nama sekolah dia tidak sebutkan, hanya saja dia tahu pasti mengenai biaya administrasi di sekolah anak saya," katanya. 

Pihak sekolah sudah melaporkan modus penipuan tersebut kepada yang berwajib. Agar, bisa ditelusuri dan diselidiki, sehingga kasus modus penipuan serupa tidak terjadi lagi.   







Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab




 

BERITA TERKAIT


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
 

BERITA PILIHAN


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

 

BERITA LAINNYA

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
Selasa 20 Agustus 2019


Aher : Jawa Barat Sudah Siap untuk Pembentukan Beberapa DOB
Selasa 20 Agustus 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab Aher Sebut Jawa Barat Mengalami Kemajuan Setiap Tahunnya
Selasa 20 Agustus 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab Pemekaran Daerah Harus Perhatikan Potensi PAD DOB
Selasa 20 Agustus 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab Pembentukan DOB Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Selasa 20 Agustus 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab Pemekaran Desa Solusi Moratorium DOB di Jawa Barat
Selasa 20 Agustus 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab Kini di Cimahi ada Damri dari dan Menuju BIJB Kertajati
Selasa 20 Agustus 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

 

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
Senin 08 Juli 2019, 18:43 WIB
MODUS OPERANDI

Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab
Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Orangtua calon siswa mesti berhati-hati di masa penerimaan peserta didik baru seperti saat ini. Pasalnya, ada sejumlah pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi untuk melancarkan tindak kejahatan. 

Salah satu tindak kejahatan di masa masuk sekolah, menimpa orangtua siswa bernama Feby. Ia mengatakan sempat ditelepon oleh orang yang mengaku kepala sekolah dari sekolah baru anaknya. Orang tersebut menipu dengan dalih pemberian beasiswa kepada putra Feby. 

"Ada telepon mengaku dari kepala sekolah, dia menanyakan tentang pembayaran, saya bilang semua biaya administrasi sudah lunas. Kemudian dia bilang bahwa anak saya termasuk dari 10 anak yang mendapat beasiswa dari Dinas Pendidikan," kata Feby saat On Air di PRFM, Senin (9/7/2019). 

Feby merasa heran, lantaran yang ia tahu sekolah anaknya tidak berada di bawah naungan Dinas Pendikan. Karena sekolah anaknya adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang berada dibawah naungan Kemenag. 

"Saya curiga, kan aneh, kalau MAN itu kan dibawah Kemenag. Itu satu hal yang bikin aneh," katanya. 

Selain itu dia juga merasa heran lantaran ketika bicara ditelepon, logat orang yang mengaku kepala sekolah itu bukan logat sunda. Padahal, yang dia tahu, kepala sekolah anaknya berlogat sunda kental. 

"Saat ditelepon dia (orang yang mengaku kepsek) logatnya orang sebrang," katanya. 

Feby menambahkan, orang yang mengaku kepala sekolah itu menyebut bahwa anaknya mendapat beasiswa sebesar Rp 17 juta. Namun, beasiswa tersebut tidak berupa uang, melainkan berupa rekening tabungan, yang suata saat bisa digunakan ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.  

Beasiswa tersebut disebut baru bisa cair pada Rabu lusa. Feby pun diminta untuk datang ke sekolah pada Rabu lusa untuk serahterima buku tabungan.  

Namun, Feby semakin curiga ketika orang yang mengaku kepala sekolah tersebut meminta transfer uang sebesar Rp 1.750.000 kepadanya. Uang tersebut diminta dikirim untuk kemudian dicairkan pada hari Rabu. 

Karena makin curiga, ia tidak langsung mentransfer uang tersebut ke rekening yang disebutkan. Ia mengkonfirmasikan terlebih dahulu hal itu kepada pihak sekolah. 

Alangkah terkejutnya dia, lantaran pihak sekolah mengaku hal itu adalah penipuan. Pihak sekolah mengaku sudah banyak orangtua siswa yang mengadukan modus penipuan tersebut. 

"Pihak sekolah bilang, katanya ini murni penipuan, karena sekolah tidak pernah meminta uang secara transfer," katanya. 

Beruntung, Feby tidak terlanjur mentransfer uang kepada penipu. Namun, ia tak habis pikir lantaran penipu itu tahu segala hal mengenai biaya administrasi sekolah anaknya. 

"Nama sekolah dia tidak sebutkan, hanya saja dia tahu pasti mengenai biaya administrasi di sekolah anak saya," katanya. 

Pihak sekolah sudah melaporkan modus penipuan tersebut kepada yang berwajib. Agar, bisa ditelusuri dan diselidiki, sehingga kasus modus penipuan serupa tidak terjadi lagi.   






 

BERITA LAINNYA



Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Aher : Jawa Barat Sudah Siap untuk Pembentukan Beberapa DOB
Selasa 20 Agustus 2019
Pemekaran Wilayah Jawa Barat


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Aher Sebut Jawa Barat Mengalami Kemajuan Setiap Tahunnya
Selasa 20 Agustus 2019
HUT Jabar ke-74


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Pemekaran Daerah Harus Perhatikan Potensi PAD DOB
Selasa 20 Agustus 2019
Pemekaran Wilayah Jawa Barat


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Pembentukan DOB Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Selasa 20 Agustus 2019
Pemekaran Wilayah Jawa Barat


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab

Pemekaran Desa Solusi Moratorium DOB di Jawa Barat
Selasa 20 Agustus 2019
Pemekaran Wilayah Jawa Barat


Hati-Hati Modus Penipuan Beasiswa dari Orang Tidak Bertanggungjawab





 

BERITA PILIHAN