Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika  




Senin 27 Januari 2020

01:10 WIB

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
@prfmnews

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
PRFMNewsChannel

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
Minggu 24 November 2019, 20:58 WIB
MODUS OPERANDI
Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika




Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Kawasan Jalan Asia Afrika beberapa tahun terakhir menjadi destinasi wisata favorit di Kota Bandung. Kawasan yang dipercantik saat gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) ke 60 pada tahun 2015 ini, setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat. Apalagi setelah Pemerintah Kota Bandung setiap bulannya menggelar Car Free Night (CFN) disana.

Namun sayang, kawasan wisata ini dikeluhkan oleh pendengar PRFM, Indra. Ia mengatakan, setiap banyak pengunjung atau di akhir pekan dan CFN, lorong bawah jembatan penyerangan orang (JPO) yang kondisinya gelap dimanfaatkan oleh komplotan pencopet. 

Teranyar saat CFN kemarin, Indra mengaku tak sengaja bertemu langsung korban mereka secara berturut-turut sedang menangis karena kehilangan ponselnya. 

"Kemarin malam kan ada CFN, saya melihat pas jalan sama keluarga, ada anak perempuan nangis. Saya tanya-tanya kenapa nangis katanya hapenya hilang dicopet. Saya melanjutkan lagi perjalanan, jelang beberapa meter ada lagi yang nangis, masih perempuan dan sama itu korban copet," ujar Indra saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Minggu (24/11/2019).

Selain mendengarkan kesaksian korban pencopetan, Indra juga menyaksikan sendiri komplotan itu kerap melakukan aksinya ditengah keramaian orang yang melewati lorong tersebut. Kejadiannya, lanjut Indra, sekira pukul 21 malam. 

"Pas lewat dibawah lorongan JPO itu perasaan sudah gak enak hati dan curiga sama beberapa orang bergerombol hilir mudik namun tidak melanjutkan perjalanannya ke Alun-alun atau kearah gedung merdeka. Saya lihat lagi ada orang berpasangan, langsung itu ada tujuh atau delapan orang memepet keduanya sampai ke ujung lorong itu. Setelah dilorong udah ga keliatan sebenarnya karena gelap. Cuman saya nanya ke pedagang asongan, katanya memang sering ada gerombolan copet dan berpesan agar saya hati-hati," paparnya.

Indra memaparkan ciri-ciri para pelaku, mereka rata-rata usia 23 tahun keatas kemudian ada yang menaruh tas di dalam kemeja.

"Setelah itu saya perhatikan lagi gerak-gerik mereka. Ketika ada target korban, mereka seperti mengatur formasi. Yang satu jalan mendekati korban seperti untuk mengalihkan perhatian kemudian diikuti yang lain dan ada yang meraba tas korban," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, Indra tak mau ada lagi korban lainnya sehingga ia mengusulkan Pemkot Bandung segera memasang CCTV dan lampu di lorong bawah JPO Asia Afrika, agar pengunjung aman dan nyaman serta mencegah para pelaku kembali melancarkan aksinya.

"Saya juga berharap penindakan Satpol PP tidak gertak sambal saja. Contoh salah satunya seperti kasus tatto, satu hari dua hari dia engga ada. Tapi pas CFN banyak menjamur lagi," pesannya. 

"Saya juga minta pemerintah dan kepolisian bertindak. Tidak hanya beraksi setelah menerima laporan saja. jalan asia afrika dan alun-alun kan aset pariwisata Kota Bandung," tambahnya. 










 

BERITA TERKAIT


Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
 

BERITA PILIHAN


Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

 

BERITA LAINNYA

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Akibat Rem Mendadak, Empat Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Flyover Kircon
Minggu 26 Januari 2020


Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020 Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020 Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Kemenlu Terbitkan Travel Advice Ke Tiongkok
Minggu 26 Januari 2020 Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020 Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika Dewan Tuding Proyek KCIC dan Tol Cisumdawu Penyebab Banjir Rancaekek Kian Parah
Minggu 26 Januari 2020 Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika PSSI Sahkan Perubahan Nama Blitar Bandung United Jadi Bandung United
Minggu 26 Januari 2020 Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

 

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
Minggu 24 November 2019, 20:58 WIB
MODUS OPERANDI

Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika
Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika


Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Kawasan Jalan Asia Afrika beberapa tahun terakhir menjadi destinasi wisata favorit di Kota Bandung. Kawasan yang dipercantik saat gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) ke 60 pada tahun 2015 ini, setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat. Apalagi setelah Pemerintah Kota Bandung setiap bulannya menggelar Car Free Night (CFN) disana.

Namun sayang, kawasan wisata ini dikeluhkan oleh pendengar PRFM, Indra. Ia mengatakan, setiap banyak pengunjung atau di akhir pekan dan CFN, lorong bawah jembatan penyerangan orang (JPO) yang kondisinya gelap dimanfaatkan oleh komplotan pencopet. 

Teranyar saat CFN kemarin, Indra mengaku tak sengaja bertemu langsung korban mereka secara berturut-turut sedang menangis karena kehilangan ponselnya. 

"Kemarin malam kan ada CFN, saya melihat pas jalan sama keluarga, ada anak perempuan nangis. Saya tanya-tanya kenapa nangis katanya hapenya hilang dicopet. Saya melanjutkan lagi perjalanan, jelang beberapa meter ada lagi yang nangis, masih perempuan dan sama itu korban copet," ujar Indra saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Minggu (24/11/2019).

Selain mendengarkan kesaksian korban pencopetan, Indra juga menyaksikan sendiri komplotan itu kerap melakukan aksinya ditengah keramaian orang yang melewati lorong tersebut. Kejadiannya, lanjut Indra, sekira pukul 21 malam. 

"Pas lewat dibawah lorongan JPO itu perasaan sudah gak enak hati dan curiga sama beberapa orang bergerombol hilir mudik namun tidak melanjutkan perjalanannya ke Alun-alun atau kearah gedung merdeka. Saya lihat lagi ada orang berpasangan, langsung itu ada tujuh atau delapan orang memepet keduanya sampai ke ujung lorong itu. Setelah dilorong udah ga keliatan sebenarnya karena gelap. Cuman saya nanya ke pedagang asongan, katanya memang sering ada gerombolan copet dan berpesan agar saya hati-hati," paparnya.

Indra memaparkan ciri-ciri para pelaku, mereka rata-rata usia 23 tahun keatas kemudian ada yang menaruh tas di dalam kemeja.

"Setelah itu saya perhatikan lagi gerak-gerik mereka. Ketika ada target korban, mereka seperti mengatur formasi. Yang satu jalan mendekati korban seperti untuk mengalihkan perhatian kemudian diikuti yang lain dan ada yang meraba tas korban," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, Indra tak mau ada lagi korban lainnya sehingga ia mengusulkan Pemkot Bandung segera memasang CCTV dan lampu di lorong bawah JPO Asia Afrika, agar pengunjung aman dan nyaman serta mencegah para pelaku kembali melancarkan aksinya.

"Saya juga berharap penindakan Satpol PP tidak gertak sambal saja. Contoh salah satunya seperti kasus tatto, satu hari dua hari dia engga ada. Tapi pas CFN banyak menjamur lagi," pesannya. 

"Saya juga minta pemerintah dan kepolisian bertindak. Tidak hanya beraksi setelah menerima laporan saja. jalan asia afrika dan alun-alun kan aset pariwisata Kota Bandung," tambahnya. 






 

BERITA LAINNYA



Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020
Berita 26 Januari 2020


Hati-Hati, Komplotan Copet Manfaatkan Kegelapan Lorong di Bawah JPO Asia Afrika

Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020
Banjir Kabupaten Bandung 2020