Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi  




Senin 20 Mei 2019

03:51 WIB

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
@prfmnews

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
PRFMNewsChannel

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Minggu 24 Maret 2019, 09:09 WIB
PERSIB

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi




Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Instagram @fabianobeltrame15

BANDUNG, (PRFM) - Datangnya Fabiano Da Rosa Beltrame ke Persib Bandung menuai pro kontra dikalangan bobotoh. Pendukung fanatik Persib tersebut sangat menyambut baik datangnya pria kelahiran Brasil ini. Namun, tak sendikit pula yang mengkritik manajemen terkait dengan umur Fabiano yang telah mencapai 36 tahun.

Menurut Bobotoh Persib yang juga Peneliti Hukum Olahraga di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Eko Noer Kristiyanto, karakteristik liga di Indonesia berbeda dengan negara lain yang sudah maju dalam persepakbolaan. Sebab, level kompetitif dan keketatan di liga Indonesia masih termasuk pada level bawah.

"Misalnya di negara lain usia 30 sudah tidak terpakai, tapi di Indonesia yang  levelnya di bawah, dia masih bisa bagus. Kalau lihat kelasnya Fabiano untuk level Indonesia walaupun usia 36 dia bisa main bagus satu atau dua tahun lagi," kata pria yang karib disapa Eko Maung, Sabtu (23/3/2019).

Eko menambahkan, datangnya Fabiano ke Persib pun dinilai dapat membuat lini pertahanan Maung Bandung semakin solid. Jadi, lanjut Eko, tinggal lini tengah dan lini serang yang harus dimatangkan lagi.

"Angin segar untuk di belakang. Artinya Ini buat pelatih harus tahu skema yang pas, mungkin cuma di tengah dan di depan yang belum klop," ujarnya.

Namun di sisi lain, Eko pun menyesalkan pemain yang datang ke Persib kebanyakan sudah melewati masa jayanya. Sama halnya ketika Robertino Pugliara yang pertama kali datang ke Indonesia dan ingin bermain dengan Persib namun manajemen punya pertimbangan lain. Sehingga Pugliara tidak jadi memperkuat Persib pada masa jayanya.

"Kadang kadang yang saya sesalkan itu kita dapat ampasnya aja gitu. Tapi alangkah lebih bagusnya kita menggunakan jasa dia 4 tahun lalu. Kan ini tidak jadi jadi. Ini mirip kasusnya Robertino Pugliara. Baru ketika udah lewat masa jayanya diambil ke Persib," paparnya.

Naturalisasi Fabiano Hanya untuk Kepentingan Persib

Selain itu, Eko mengkritik naturalisasi Fabiano untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia menambahkan, untuk melakukan naturalisasi ada syarat yang menyebut bahwa seorang calon WNI harus memiliki jasa atau berkontribusi untuk negara.

"Syaratnya orang naturalisasi jadi WNI itu menikahi orang Indonesia, tinggal selama 5 tahun berturut turut atau tinggal selama 10 tahun tidak berturut turut. Itu cara yang biasa. Ada juga pasal yang menyebutkan cara yang luar biasa. Ini biasanya dilakukan oleh atlet, yaitu dianggap memiliki jasa atau kontribusi buat negara," ungkapnya.

Sehingga, menurut Eko, ini tidak ada kaitannya dengan kontribusi dengan negara dan kepentingannya hanya untuk klub.

"Saya termasuk orang yang sangat menentang naturalisasi seperti ini. Syaratnya itu ada yang memiliki kontribusi untuk negara. Artinya, minimal timnas, usia produktif, masih ke pakai lama. Jadi Fabiano naturalisasi seperti ini kepentingannya bukan untuk negara tapi kepentingan klub. Kepentingan jadi kepentingan Persib," jelas Eko.



Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

 

BERITA TERKAIT


Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
 

BERITA PILIHAN


Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

 

BERITA LAINNYA

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
Minggu 19 Mei 2019


Kebakaran di Pasar Kosambi, Kepala Pasar: Semi Basement Tidak Terselamatkan
Minggu 19 Mei 2019 Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi Lalu Muhammad Zohri Rebut Tiket Olimpiade Tokyo 2020 Pertama untuk Indonesia
Minggu 19 Mei 2019 Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi Antisipasi Antrean Saat Arus Mudik, Jasa Marga Batasi Waktu Penggunaan Rest Area
Minggu 19 Mei 2019 Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi One Way Akan Diberlakukan di Tol Cikampek-Brebes Barat pada Mudik-Balik 2019
Minggu 19 Mei 2019 Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi Menhub: Akses Pintu Keluar Tol Disediakan Di Sepanjang Jalur One Way
Minggu 19 Mei 2019 Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi Indonesia Taklukkan Inggris 4-1 di Piala Sudirman 2019
Minggu 19 Mei 2019 Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

 

 

BERITA TERKAIT


Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Djanur : Qurban Ajang Berbagi Kebahagiaan
Senin 12 September 2016, 17:56 WIB Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Diogo dan Marcos Siap Bertanding Kontra Bali United
Jumat 16 September 2016, 19:57 WIB Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Preview: Lawan Bali United, Momentum Kebangkitan Persib?
Minggu 18 September 2016, 13:28 WIB

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Minggu 24 Maret 2019, 09:09 WIB
PERSIB

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi
Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi


Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Instagram @fabianobeltrame15


BANDUNG, (PRFM) - Datangnya Fabiano Da Rosa Beltrame ke Persib Bandung menuai pro kontra dikalangan bobotoh. Pendukung fanatik Persib tersebut sangat menyambut baik datangnya pria kelahiran Brasil ini. Namun, tak sendikit pula yang mengkritik manajemen terkait dengan umur Fabiano yang telah mencapai 36 tahun.

Menurut Bobotoh Persib yang juga Peneliti Hukum Olahraga di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Eko Noer Kristiyanto, karakteristik liga di Indonesia berbeda dengan negara lain yang sudah maju dalam persepakbolaan. Sebab, level kompetitif dan keketatan di liga Indonesia masih termasuk pada level bawah.

"Misalnya di negara lain usia 30 sudah tidak terpakai, tapi di Indonesia yang  levelnya di bawah, dia masih bisa bagus. Kalau lihat kelasnya Fabiano untuk level Indonesia walaupun usia 36 dia bisa main bagus satu atau dua tahun lagi," kata pria yang karib disapa Eko Maung, Sabtu (23/3/2019).

Eko menambahkan, datangnya Fabiano ke Persib pun dinilai dapat membuat lini pertahanan Maung Bandung semakin solid. Jadi, lanjut Eko, tinggal lini tengah dan lini serang yang harus dimatangkan lagi.

"Angin segar untuk di belakang. Artinya Ini buat pelatih harus tahu skema yang pas, mungkin cuma di tengah dan di depan yang belum klop," ujarnya.

Namun di sisi lain, Eko pun menyesalkan pemain yang datang ke Persib kebanyakan sudah melewati masa jayanya. Sama halnya ketika Robertino Pugliara yang pertama kali datang ke Indonesia dan ingin bermain dengan Persib namun manajemen punya pertimbangan lain. Sehingga Pugliara tidak jadi memperkuat Persib pada masa jayanya.

"Kadang kadang yang saya sesalkan itu kita dapat ampasnya aja gitu. Tapi alangkah lebih bagusnya kita menggunakan jasa dia 4 tahun lalu. Kan ini tidak jadi jadi. Ini mirip kasusnya Robertino Pugliara. Baru ketika udah lewat masa jayanya diambil ke Persib," paparnya.

Naturalisasi Fabiano Hanya untuk Kepentingan Persib

Selain itu, Eko mengkritik naturalisasi Fabiano untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia menambahkan, untuk melakukan naturalisasi ada syarat yang menyebut bahwa seorang calon WNI harus memiliki jasa atau berkontribusi untuk negara.

"Syaratnya orang naturalisasi jadi WNI itu menikahi orang Indonesia, tinggal selama 5 tahun berturut turut atau tinggal selama 10 tahun tidak berturut turut. Itu cara yang biasa. Ada juga pasal yang menyebutkan cara yang luar biasa. Ini biasanya dilakukan oleh atlet, yaitu dianggap memiliki jasa atau kontribusi buat negara," ungkapnya.

Sehingga, menurut Eko, ini tidak ada kaitannya dengan kontribusi dengan negara dan kepentingannya hanya untuk klub.

"Saya termasuk orang yang sangat menentang naturalisasi seperti ini. Syaratnya itu ada yang memiliki kontribusi untuk negara. Artinya, minimal timnas, usia produktif, masih ke pakai lama. Jadi Fabiano naturalisasi seperti ini kepentingannya bukan untuk negara tapi kepentingan klub. Kepentingan jadi kepentingan Persib," jelas Eko.



 

BERITA LAINNYA



Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi

 

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Fabiano Dinilai Dapat Bermain Apik Diusia yang Tak Muda Lagi