DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung  




Jumat 22 November 2019

11:44 WIB

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
@prfmnews

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
PRFMNewsChannel

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
Sabtu 09 November 2019, 12:50 WIB

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung




DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Ketua Fraksi PKS DPRD Jabar, Haru Suandharu mendukung wacana evaluasi sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Menurut Haru, sudah seharusnya sistem pemilu di Indonesia dievaluasi apalagi jika berkaca dari pengalaman pemilu serentak di tahun 2019 ini.

"Sudah sewajarnya kita evaluasi. Kita lihat kemarin pemilu legislatif bersamaan dengan presiden. 700 orang meninggan. Tahun 2024 mau diulang lagi? Harus dibicarakan sekarang sebelum semua menjadi lebih parah," ujar Haru ketika On Air di PRFM, Sabtu (9/11/19).

Menurut Haru, akan lebih baik jika tidak hanya pilkada saja yang dilimpahkan pemilihannya ke DPRD. Pemilihan presiden, gubernur, hingga walikota/bupati seharusnya diserahkan saja kembali kepada badan legislatif.

"Susah-susah sudah memilih DPR-RI, DPRD Provinsi hingga kota/kabupaten. Kita berkontestasi di satu event saja, di pemilu legislatif. Setelah itu presiden, gubernur, walikota/bupati diangkat oleh lembaga legislatif," kata Haru.

Haru menjelaskan sistem demokrasi Indonesia sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh para pendiri bangsa. Untuk itu, seharusnya Indonesia meneruskan sistem yang dulu sudah dibentuk.

"Padahalkan founding father sudah merumuskan dasar negara dan pancasila, kenapa tidak kita teruskan? Warisan para pendahulu kita itu yang lebih menggambarkan jati diri kita. Bukan politik demokrasi liberal, tapi demokrasi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Itu yang lebih indonesia," ungkap Haru.

Dirinya mengkritik sistem negara Indonesia yang terlalu banyak menggunakan sistem pengambilan suara di berbagai tingkatan. Menurut Haru, fungsi anggota dewan jadi tidak terlalu bermanfaat apabila sistem seperti ini terus digunakkan. 

"Saya berharap bangsa Indonesia tidak jadi bangsa pemilu. Mulai dari RT, RW, kemudian walikota hingga presiden semua menggunakan sistem voting. Lalu supaya sederhana akhirnya dibuat serentak. Saya khawatir akan timbul korban yang lebih banyak. Buat apa ada MPR, DPR, DPRD, kalau fungsi representasi dan perwakilan tidak kita gunakaan," pungkas Haru.










 

BERITA TERKAIT


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
 

BERITA PILIHAN


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

 

BERITA LAINNYA

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

PKS: Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode Usulan Berbahaya
Jumat 22 November 2019


Presiden 3 Periode Diusulkan Masuk Amandemen, Pengamat: Harus Ditolak!
Jumat 22 November 2019 DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung Hari Ini Bandung Raya Berpeluang Diguyur Hujan Ringan Hingga Sedang
Jumat 22 November 2019 DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung Karawang Tertinggi, Ini Daftar Lengkap UMK Jabar 2020!
Jumat 22 November 2019 DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung Polres Cimahi Turunkan Ratusan Personel Amankan Pilkades di KBB
Jumat 22 November 2019 DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung Pengamat: Lebih Baik Masa Jabatan Presiden Satu Periode Tapi 10 Tahun
Jumat 22 November 2019 DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung Karawang Tertinggi, Ini Daftar Lengkap UMK Jabar 2020!
Jumat 22 November 2019 DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

 

 

BERITA TERKAIT

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
Sabtu 09 November 2019, 12:50 WIB

DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung
DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Ketua Fraksi PKS DPRD Jabar, Haru Suandharu mendukung wacana evaluasi sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Menurut Haru, sudah seharusnya sistem pemilu di Indonesia dievaluasi apalagi jika berkaca dari pengalaman pemilu serentak di tahun 2019 ini.

"Sudah sewajarnya kita evaluasi. Kita lihat kemarin pemilu legislatif bersamaan dengan presiden. 700 orang meninggan. Tahun 2024 mau diulang lagi? Harus dibicarakan sekarang sebelum semua menjadi lebih parah," ujar Haru ketika On Air di PRFM, Sabtu (9/11/19).

Menurut Haru, akan lebih baik jika tidak hanya pilkada saja yang dilimpahkan pemilihannya ke DPRD. Pemilihan presiden, gubernur, hingga walikota/bupati seharusnya diserahkan saja kembali kepada badan legislatif.

"Susah-susah sudah memilih DPR-RI, DPRD Provinsi hingga kota/kabupaten. Kita berkontestasi di satu event saja, di pemilu legislatif. Setelah itu presiden, gubernur, walikota/bupati diangkat oleh lembaga legislatif," kata Haru.

Haru menjelaskan sistem demokrasi Indonesia sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh para pendiri bangsa. Untuk itu, seharusnya Indonesia meneruskan sistem yang dulu sudah dibentuk.

"Padahalkan founding father sudah merumuskan dasar negara dan pancasila, kenapa tidak kita teruskan? Warisan para pendahulu kita itu yang lebih menggambarkan jati diri kita. Bukan politik demokrasi liberal, tapi demokrasi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Itu yang lebih indonesia," ungkap Haru.

Dirinya mengkritik sistem negara Indonesia yang terlalu banyak menggunakan sistem pengambilan suara di berbagai tingkatan. Menurut Haru, fungsi anggota dewan jadi tidak terlalu bermanfaat apabila sistem seperti ini terus digunakkan. 

"Saya berharap bangsa Indonesia tidak jadi bangsa pemilu. Mulai dari RT, RW, kemudian walikota hingga presiden semua menggunakan sistem voting. Lalu supaya sederhana akhirnya dibuat serentak. Saya khawatir akan timbul korban yang lebih banyak. Buat apa ada MPR, DPR, DPRD, kalau fungsi representasi dan perwakilan tidak kita gunakaan," pungkas Haru.






 

BERITA LAINNYA



DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

PKS: Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode Usulan Berbahaya
Jumat 22 November 2019
Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Presiden 3 Periode Diusulkan Masuk Amandemen, Pengamat: Harus Ditolak!
Jumat 22 November 2019
Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Karawang Tertinggi, Ini Daftar Lengkap UMK Jabar 2020!
Jumat 22 November 2019
UMK Jabar 2020


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Polres Cimahi Turunkan Ratusan Personel Amankan Pilkades di KBB
Jumat 22 November 2019
Pilkades Serentak KBB 2019


DPRD Jabar Dukung Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Pengamat: Lebih Baik Masa Jabatan Presiden Satu Periode Tapi 10 Tahun
Jumat 22 November 2019
Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden