Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin  




Selasa 17 September 2019

03:24 WIB

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
@prfmnews

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
PRFMNewsChannel

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
Minggu 08 September 2019, 07:57 WIB
Olahraga
Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin




Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - PB Djarum menyatakan menghentikan audisi umum Beasiswa Bulutangkis pada 2020 untuk menghindari polemik lebih lanjut dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

Keputusan PB Djarum itu disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu, 7 September 2019. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan, mereka akan meneruskan audisi 2019 hingga final. Tidak akan ada nama Djarum dalam kegiatan tersebut sesuai dengan permintaan pihak terkait.

Sebelumnya, KPAI menganggap PB Djarum telah melakukan eksploitasi pada anak-anak dalam acara audisi Djarum tersebut. Mereka meminta PB Djarum untuk menghentikan program tersebut.

"Tidak ada kaus yang akan dibagikan lagi kepada anak-anak seperti audisi sebelumnya. Mereka akan menggunakan kaus asal klubnya masing-masing dan itu sudah lebih dari cukup. Kami telah memutuskannya untuk berhenti sementara, tidak ada deal-deal lagi, diterima atau tidak, kami sudah memutuskan seperti itu," ungkap Yoppy, seperti dilansir dari pikiran-rakyat.com, Minggu (8/9/2019).

Ia mengatakan, pihaknya mengetahui bahwa banyak masyarakat yang menyayangkan penghentian program itu. Akan Tetapi, pihaknya lebih memilih untuk meredakan kondisi lebih dulu sehingga memberikan waktu untuk semua pihak berpikir dengan baik. Pihaknya akan melakukan diskusi internal guna mencari solusi tepat tentang format audisi supaya jangan sampai bulutangkis menjadi korbannya.

"Bulutangkis harus tetap semangat. Kami akan tetap berada di garda terdepan untuk pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi, tetap audisi harus dihentikan dulu, kami akan diskusikan dulu format seperti apa ke depannya. Kalau ada yang menangis nanti, saya minta maaf," katanya.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menyatakan, ia merasa miris dengan keputusan PB Djarum. Meski masih menunggu kajian hukumnya, dia mengatakan, harusnya KPAI memberikan solusi agar program pembinaan yang telah dilakukan menahun itu tetap bisa berjalan.

"KPAI harusnya juga memberikan solusi, mencarikan sponsor pengganti. Karena, jangan sampai justru program pembinaan itu yang jadi korban, karena kami sebagai pembina olahraga, jujur, butuh sponsor untuk itu dan tidak banyak swasta yang mau," kata Imam.

Ia menuturkan, alasan eksploitasi anak yang diangkat menyangkut penyalagunaan zat adiktif (tembakau) seharusnya sudah lama diketahui pihak kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Program beasiswa bulutangkis itu dikatakannya sudah berjalan cukup lama, sejak 2006.

Menurut Imam, pihaknya secara langsung belum bertemu dengan KPAI. Namun, ia tidak tahu apakah ada pihak Kemenpora yang sudah bertemu dengan KPAI untuk membicarakan masalah ini.

Keprihatinan turut diungkapkan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. Ia pun menyarankan supaya PB Djarum dan KPAI duduk bersama guna mencari jalan tengah atas perbedaan yang ada karena keduanya sama-sama ingin membangun bangsa Indonesia.

"Satu sisi, KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak, namun di sisi lain, olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi olahraga Indonesia. Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama,” ucapnya.

Ditambahkannya, harus ada solusi terbaik untuk masalah itu. Apalagi, bulutangkis merupakan satu-satunya cabang yang saat ini mampu menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade.










 

BERITA TERKAIT


Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
 

BERITA PILIHAN


Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

 

BERITA LAINNYA

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

 

 

BERITA TERKAIT

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
Minggu 08 September 2019, 07:57 WIB
Olahraga

Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin
Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin


Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - PB Djarum menyatakan menghentikan audisi umum Beasiswa Bulutangkis pada 2020 untuk menghindari polemik lebih lanjut dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

Keputusan PB Djarum itu disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu, 7 September 2019. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan, mereka akan meneruskan audisi 2019 hingga final. Tidak akan ada nama Djarum dalam kegiatan tersebut sesuai dengan permintaan pihak terkait.

Sebelumnya, KPAI menganggap PB Djarum telah melakukan eksploitasi pada anak-anak dalam acara audisi Djarum tersebut. Mereka meminta PB Djarum untuk menghentikan program tersebut.

"Tidak ada kaus yang akan dibagikan lagi kepada anak-anak seperti audisi sebelumnya. Mereka akan menggunakan kaus asal klubnya masing-masing dan itu sudah lebih dari cukup. Kami telah memutuskannya untuk berhenti sementara, tidak ada deal-deal lagi, diterima atau tidak, kami sudah memutuskan seperti itu," ungkap Yoppy, seperti dilansir dari pikiran-rakyat.com, Minggu (8/9/2019).

Ia mengatakan, pihaknya mengetahui bahwa banyak masyarakat yang menyayangkan penghentian program itu. Akan Tetapi, pihaknya lebih memilih untuk meredakan kondisi lebih dulu sehingga memberikan waktu untuk semua pihak berpikir dengan baik. Pihaknya akan melakukan diskusi internal guna mencari solusi tepat tentang format audisi supaya jangan sampai bulutangkis menjadi korbannya.

"Bulutangkis harus tetap semangat. Kami akan tetap berada di garda terdepan untuk pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi, tetap audisi harus dihentikan dulu, kami akan diskusikan dulu format seperti apa ke depannya. Kalau ada yang menangis nanti, saya minta maaf," katanya.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menyatakan, ia merasa miris dengan keputusan PB Djarum. Meski masih menunggu kajian hukumnya, dia mengatakan, harusnya KPAI memberikan solusi agar program pembinaan yang telah dilakukan menahun itu tetap bisa berjalan.

"KPAI harusnya juga memberikan solusi, mencarikan sponsor pengganti. Karena, jangan sampai justru program pembinaan itu yang jadi korban, karena kami sebagai pembina olahraga, jujur, butuh sponsor untuk itu dan tidak banyak swasta yang mau," kata Imam.

Ia menuturkan, alasan eksploitasi anak yang diangkat menyangkut penyalagunaan zat adiktif (tembakau) seharusnya sudah lama diketahui pihak kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Program beasiswa bulutangkis itu dikatakannya sudah berjalan cukup lama, sejak 2006.

Menurut Imam, pihaknya secara langsung belum bertemu dengan KPAI. Namun, ia tidak tahu apakah ada pihak Kemenpora yang sudah bertemu dengan KPAI untuk membicarakan masalah ini.

Keprihatinan turut diungkapkan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir. Ia pun menyarankan supaya PB Djarum dan KPAI duduk bersama guna mencari jalan tengah atas perbedaan yang ada karena keduanya sama-sama ingin membangun bangsa Indonesia.

"Satu sisi, KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak, namun di sisi lain, olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi olahraga Indonesia. Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama,” ucapnya.

Ditambahkannya, harus ada solusi terbaik untuk masalah itu. Apalagi, bulutangkis merupakan satu-satunya cabang yang saat ini mampu menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade.






 

BERITA LAINNYA



Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Djarum Hentikan Program Beasiswa Bulutangkis, Menpora Hingga KOI Merasa Prihatin

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau