Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020  




Kamis 23 Januari 2020

21:22 WIB

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
@prfmnews

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
PRFMNewsChannel

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
Selasa 20 Agustus 2019, 13:19 WIB
Kota Bandung
Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020




Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemkot Bandung

BANDUNG,(PRFM) - Direktur Utama Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung dr. Taat Tagore mengatakan, saat ini pembangunan RSKIA Kota Bandung di sekitaran Kopo, tepat di depan pintu keluar bus Terminal Leuwi Panjang Kota Bandung sudah mencapai 95 persen. Sehingga diharapkan pada awal Januari 2020 sudah bisa beroperasi.

Demikian disampaikan Taat selepas acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (20/8/2019).

Pembangunan RSKIA, kata Taat, sudah berjalan kurang lebih 3 tahun, dengan memakan anggaran sebanyar Rp 750 Miliar. Pembangunan RSKIA ini dilakukan diatas lahan seluar 4,5 hektare.

"Sampai sekarang (pembanguannya-red) sudah sampai 95 persen lebih dan di akhir tahun ini kita berharap sudah 100 persen, kecuali alkes kan itu sesuai dengan perkembangan. Kalau nambah dokter nambah (alkes). Kalau nambah kapasitasnya, pasti alatnya nambah," jelas Taat.

Saat ini, pembangunan RSKIA sedang dalam tahap penyelesaian akhir berupa pemasangan interior dan alat kesehatan.

Melihat kebutuhan masyarakat dan juga melihat dari kapasitas yang sangat luas, dan juga kelengkapan saran RSKIA ini diproyeksikan menjadi RSUD.

"Kalau hanya untuk ibu dan anak itu akan banyak kosongnya nanti, jadi harus kita naikin (jadi RSUD-red)," tegasnya.

Saat diubah menjadi RSUD, jelas Taat, selain akan melayani kebutuhan ibu dan anak, nantinya akan ada penambahan perawatan. Adapun perawatan yang disipakan adalah perawatan mata, bedah, spesialis organ dalam, mata, THT, syaraf, dan lainnya.

"Ruang perawatan jantung PICU juga kita siapkan," ujarnya.

Saat ini di kota Bandung sudah ada RSUD di kawasan Ujungberung. Nantinya, yang membedakan RSUD Ujungberung dengan RSUD ubahan dari RSKIA Kota Bandung ini adalah dari segi fasilitas yang lebih mumpuni.

"Kalau SDM ngga jauh beda," katanya.

Untuk SDM yang akan bekerja di RSUD ini nantinya selain dari PNS, bisa juga diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Bahkan, tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pun bisa dipekerjakan di RSUD ini.

Untuk fasilitas bagi pasien, RSUD ini diharapkan mampu menampung 500 pasien rawat inap di 13 lantai yang sudah siap.

Meski berdekatan dengan terminal Leuwipanjang, Taat memastikan jika kenyamanan pasien tidak akan terganggu. Pasalnya, pembangunan RSUD ini sudah diatur sedemikian rupa agar tidak terganggu dengan aktivitas terminal.

"Kan desain rumah sakitnya sudah kita desai kebisingannya supaya tidak terlalu bising dan juga tidak kena debu," tegasnya.










 

BERITA TERKAIT


Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
 

BERITA PILIHAN


Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

 

BERITA LAINNYA

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020


Alhamdulillah, Azril Kembali Bertemu Keluarganya
Kamis 23 Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020 Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020 Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020 INFO PENEMUAN: Mengaku dari Kopo, Balita Ini Diamankan di Bandung Kulon
Kamis 23 Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020 Soal Dugaan Pungli, Kepsek SMPN 44 Bandung Akan Telusuri
Kamis 23 Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020 Stadion Si Jalak Harupat Batal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021
Kamis 23 Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

 

 

BERITA TERKAIT

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020 Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
Selasa 20 Agustus 2019, 13:19 WIB
Kota Bandung

Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020
Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020


Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemkot Bandung


BANDUNG,(PRFM) - Direktur Utama Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung dr. Taat Tagore mengatakan, saat ini pembangunan RSKIA Kota Bandung di sekitaran Kopo, tepat di depan pintu keluar bus Terminal Leuwi Panjang Kota Bandung sudah mencapai 95 persen. Sehingga diharapkan pada awal Januari 2020 sudah bisa beroperasi.

Demikian disampaikan Taat selepas acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (20/8/2019).

Pembangunan RSKIA, kata Taat, sudah berjalan kurang lebih 3 tahun, dengan memakan anggaran sebanyar Rp 750 Miliar. Pembangunan RSKIA ini dilakukan diatas lahan seluar 4,5 hektare.

"Sampai sekarang (pembanguannya-red) sudah sampai 95 persen lebih dan di akhir tahun ini kita berharap sudah 100 persen, kecuali alkes kan itu sesuai dengan perkembangan. Kalau nambah dokter nambah (alkes). Kalau nambah kapasitasnya, pasti alatnya nambah," jelas Taat.

Saat ini, pembangunan RSKIA sedang dalam tahap penyelesaian akhir berupa pemasangan interior dan alat kesehatan.

Melihat kebutuhan masyarakat dan juga melihat dari kapasitas yang sangat luas, dan juga kelengkapan saran RSKIA ini diproyeksikan menjadi RSUD.

"Kalau hanya untuk ibu dan anak itu akan banyak kosongnya nanti, jadi harus kita naikin (jadi RSUD-red)," tegasnya.

Saat diubah menjadi RSUD, jelas Taat, selain akan melayani kebutuhan ibu dan anak, nantinya akan ada penambahan perawatan. Adapun perawatan yang disipakan adalah perawatan mata, bedah, spesialis organ dalam, mata, THT, syaraf, dan lainnya.

"Ruang perawatan jantung PICU juga kita siapkan," ujarnya.

Saat ini di kota Bandung sudah ada RSUD di kawasan Ujungberung. Nantinya, yang membedakan RSUD Ujungberung dengan RSUD ubahan dari RSKIA Kota Bandung ini adalah dari segi fasilitas yang lebih mumpuni.

"Kalau SDM ngga jauh beda," katanya.

Untuk SDM yang akan bekerja di RSUD ini nantinya selain dari PNS, bisa juga diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Bahkan, tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pun bisa dipekerjakan di RSUD ini.

Untuk fasilitas bagi pasien, RSUD ini diharapkan mampu menampung 500 pasien rawat inap di 13 lantai yang sudah siap.

Meski berdekatan dengan terminal Leuwipanjang, Taat memastikan jika kenyamanan pasien tidak akan terganggu. Pasalnya, pembangunan RSUD ini sudah diatur sedemikian rupa agar tidak terganggu dengan aktivitas terminal.

"Kan desain rumah sakitnya sudah kita desai kebisingannya supaya tidak terlalu bising dan juga tidak kena debu," tegasnya.






 

BERITA LAINNYA



Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Tips Biar Ga Gugup Hadapi Sidang Skripsi
Kamis 23 Januari 2020
Pendidikan


Diproyeksikan Jadi RSUD, RSKIA Kota Bandung Diharapkan Beroperasi Januari 2020

Soal Dugaan Pungli, Kepsek SMPN 44 Bandung Akan Telusuri
Kamis 23 Januari 2020
Dugaan Pungli SMP Bandung