Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat  




Senin 20 Mei 2019

18:03 WIB

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
@prfmnews

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
PRFMNewsChannel

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
Jumat 15 Maret 2019, 22:19 WIB

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat




Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Eriko Sutarduga berharap rakyat bisa langsung bertanya dalam debat Calon Presiden dan Cawapres (Capres-Cawapres) pada yang akan datang. Sehingga rakyat sebagai pemilih akan mengetahui secara baik Capres-Cawapres yang akan dipilih pada Pemilihan Umum 17 April 2019 mendatang. Menurutnya, momentum ini bukanlah perang, melainkan pesta demokrasi untuk rakyat.

“Maka alangkah menariknya kalau rakyat bisa langsung bertanya dalam debat capres-cawapres nanti,” saran Eriko dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Menakar Efektifitas Debat Capres dalam Meraih Suara bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan pengamat politik CSIS Arya Fernandes di Media Center DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dengan rakyat bertanya seperti itu dalam debat itu, kata Eriko, maka rakyat akan makin mengetahui kapasitas dan jejak rekam calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. “Tentu pertanyaannya disesuaikan dengan tema yang sudah ditetapkan oleh KPU,” tambah Eriko dilansir laman resmi DPR.

Selain itu, masih kata Eriko, wartawan dari televisi yang menyiarkan juga diberi kebebasan untuk menggali pertanyaan terhadap kedua kandidat sekaligus menyiarkan debat tersebut. “Saya yakin dengan model itu debat akan sangat menarik,” nilai legislator dapil DKI Jakarta II itu.

Diakui Eriko, kalau debat capres-cawapres ini tidak berpengaruh banyak pada rakyat. Terutama bagi mereka yang belum mempunyai pilihan atau swing voters. “Memang ada peningkatan 50,6 persen rakyat menyaksikan debat di TV, tapi tetap belum memenuhi keinginan rakyat,” tambah Eriko.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menginginkan debat itu seperti cerdas-cermat di sekolah. Di mana kedua kandidat bebas bertanya dan menjawab, sehingga akan berlangsung secara alamiah, natural dan intens. Dengan begitu, maka KPU tak perlu repot-repot menentukan panelis untuk menyusun pertanyaan. Sehingga debat itu tak terkesan hanya seremonial.

“Apalagi tak ada jaminan pertanyaan itu tidak bocor kepada kedua paslon. Jadi, KPU jangan mereduksi hak-hak rakyat yang ingin tahu calon pemimpinnya,” pungkasnya.

Pengamat politik CSIS Arya Fernandes menilai, debat capres-cawapres ditonton sekitar 1,5 juta rakyat. Twitter mencatat 1,5 juta cuitan mewarnai debat kedua capres 2019 pada pertengahan Februari lalu.

“Seharusnya debat menjadi referensi utama bagi rakyat untuk mementukan pilihannya. Sehingga debat harus kaya gagasan dan banyak hal baru agar kedua capres-cawapres mendapat dukungan secara maksimal,” ungkapnya.



Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

 

BERITA TERKAIT


Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
 

BERITA PILIHAN


Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

 

BERITA LAINNYA

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Kebakaran Pasar Kosambi, Dewan Soroti Tatak Letak Lapak
Senin 20 Mei 2019


Laga Persib vs PS Tira Persikabo Ditunda Hingga 18 Juni
Senin 20 Mei 2019 Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat Kapolretabes Sebut Ada Warga Bandung Berencana Ikut Aksi 22 Mei
Senin 20 Mei 2019 Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat Ketimbang ke Jakarta, Oded Imbau Warga Doakan Kelancaran Pemilu dari Bandung
Senin 20 Mei 2019 Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat Ketimbang ke Jakarta, Oded Imbau Warga Doakan Kelancaran Pemilu dari Bandung
Senin 20 Mei 2019 Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat Bisa Bikin SIM, Ini Ragam Agenda Menarik yang Disajikan Ramadan Fair 1440 H
Senin 20 Mei 2019 Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat Gunakan Dana Wakaf, ITB Bangun Masjid dan Rumah Sakit
Senin 20 Mei 2019 Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

 

 

BERITA TERKAIT

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
Jumat 15 Maret 2019, 22:19 WIB

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat
Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat


Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Eriko Sutarduga berharap rakyat bisa langsung bertanya dalam debat Calon Presiden dan Cawapres (Capres-Cawapres) pada yang akan datang. Sehingga rakyat sebagai pemilih akan mengetahui secara baik Capres-Cawapres yang akan dipilih pada Pemilihan Umum 17 April 2019 mendatang. Menurutnya, momentum ini bukanlah perang, melainkan pesta demokrasi untuk rakyat.

“Maka alangkah menariknya kalau rakyat bisa langsung bertanya dalam debat capres-cawapres nanti,” saran Eriko dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema Menakar Efektifitas Debat Capres dalam Meraih Suara bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan pengamat politik CSIS Arya Fernandes di Media Center DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dengan rakyat bertanya seperti itu dalam debat itu, kata Eriko, maka rakyat akan makin mengetahui kapasitas dan jejak rekam calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. “Tentu pertanyaannya disesuaikan dengan tema yang sudah ditetapkan oleh KPU,” tambah Eriko dilansir laman resmi DPR.

Selain itu, masih kata Eriko, wartawan dari televisi yang menyiarkan juga diberi kebebasan untuk menggali pertanyaan terhadap kedua kandidat sekaligus menyiarkan debat tersebut. “Saya yakin dengan model itu debat akan sangat menarik,” nilai legislator dapil DKI Jakarta II itu.

Diakui Eriko, kalau debat capres-cawapres ini tidak berpengaruh banyak pada rakyat. Terutama bagi mereka yang belum mempunyai pilihan atau swing voters. “Memang ada peningkatan 50,6 persen rakyat menyaksikan debat di TV, tapi tetap belum memenuhi keinginan rakyat,” tambah Eriko.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menginginkan debat itu seperti cerdas-cermat di sekolah. Di mana kedua kandidat bebas bertanya dan menjawab, sehingga akan berlangsung secara alamiah, natural dan intens. Dengan begitu, maka KPU tak perlu repot-repot menentukan panelis untuk menyusun pertanyaan. Sehingga debat itu tak terkesan hanya seremonial.

“Apalagi tak ada jaminan pertanyaan itu tidak bocor kepada kedua paslon. Jadi, KPU jangan mereduksi hak-hak rakyat yang ingin tahu calon pemimpinnya,” pungkasnya.

Pengamat politik CSIS Arya Fernandes menilai, debat capres-cawapres ditonton sekitar 1,5 juta rakyat. Twitter mencatat 1,5 juta cuitan mewarnai debat kedua capres 2019 pada pertengahan Februari lalu.

“Seharusnya debat menjadi referensi utama bagi rakyat untuk mementukan pilihannya. Sehingga debat harus kaya gagasan dan banyak hal baru agar kedua capres-cawapres mendapat dukungan secara maksimal,” ungkapnya.



 

BERITA LAINNYA



Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat

 

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Dewan Ingin Debat Capres-Cawapres Libatkan Rakyat