Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih  




Selasa 17 September 2019

03:07 WIB

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
@prfmnews

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
PRFMNewsChannel

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
Rabu 11 September 2019, 16:45 WIB
Kekeringan 2019
Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih




Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Budi Satria-PRFM

BANDUNG,(PRFM) - Kemarau panjang mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Bandung mengalami kekurangan air bersih. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan bantuan air bersih kepada warga di Kampung Badran, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (11/9/2019).

Bupati Bandung Dadang M Naser menyebutkan, selain harus menyiapkan rumah layak huni, ketersediaan air harus turut diperhatikan. Untuk itu, Pemkab Bandung pun memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kemarau.

"Kita supporting terus air bersih melalui monbilisasi baik dari BPPD maupun dari Disperkimtan dan PDAM," ucap Dadang di sela-sela acara pemberian air bersih.

Selain memberikan bantuan air bersih, Pemkab Bandung pun turut membangun sumur air. Sumur tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat agar bisa dipergunakan oleh banyak warga.

Selain peran aktif pemerintah, Dadang mengharapkan peran aktif dari pelaku industri. Menurutnya, jika industri dekat dengan pemukiman warga diharapkan untuk bisa membagi air bersih kepada warga.

"Saya imbau kepada mereka yang dekat perusahaan, dekat industri, tolong industri sebagaimana janji akan mendistribusikan air kepada warga saat musim kemarau," tegasnya.

Untuk warga Kabupaten Bandung, Dadang meminta warga untuk menghindari membakar daun-daun kering. Pasalnya di musim kemarau ini potensi kebakaran lahan kosong menjadi lebih tinggi.

Hingga saat ini, Kabupaten Bandung masih dalam status siaga kekeringan. Status ini akan dicabut jika memang kebutuhan air warga sudah terpenuhi.

"Sampai masyarakat sudah tidak membutuhkan distribusi air seperti ini," tegasnya.










 

BERITA TERKAIT


Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
 

BERITA PILIHAN


Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

 

BERITA LAINNYA

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

 

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
Rabu 11 September 2019, 16:45 WIB
Kekeringan 2019

Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih
Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih


Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Budi Satria-PRFM


BANDUNG,(PRFM) - Kemarau panjang mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Bandung mengalami kekurangan air bersih. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan bantuan air bersih kepada warga di Kampung Badran, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (11/9/2019).

Bupati Bandung Dadang M Naser menyebutkan, selain harus menyiapkan rumah layak huni, ketersediaan air harus turut diperhatikan. Untuk itu, Pemkab Bandung pun memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kemarau.

"Kita supporting terus air bersih melalui monbilisasi baik dari BPPD maupun dari Disperkimtan dan PDAM," ucap Dadang di sela-sela acara pemberian air bersih.

Selain memberikan bantuan air bersih, Pemkab Bandung pun turut membangun sumur air. Sumur tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat agar bisa dipergunakan oleh banyak warga.

Selain peran aktif pemerintah, Dadang mengharapkan peran aktif dari pelaku industri. Menurutnya, jika industri dekat dengan pemukiman warga diharapkan untuk bisa membagi air bersih kepada warga.

"Saya imbau kepada mereka yang dekat perusahaan, dekat industri, tolong industri sebagaimana janji akan mendistribusikan air kepada warga saat musim kemarau," tegasnya.

Untuk warga Kabupaten Bandung, Dadang meminta warga untuk menghindari membakar daun-daun kering. Pasalnya di musim kemarau ini potensi kebakaran lahan kosong menjadi lebih tinggi.

Hingga saat ini, Kabupaten Bandung masih dalam status siaga kekeringan. Status ini akan dicabut jika memang kebutuhan air warga sudah terpenuhi.

"Sampai masyarakat sudah tidak membutuhkan distribusi air seperti ini," tegasnya.






 

BERITA LAINNYA



Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Bupati Minta Industri Bantu Warga yang Kekurangan Air Bersih

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau