BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi  




Jumat 23 Agustus 2019

07:02 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
@prfmnews

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
PRFMNewsChannel

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
Rabu 12 Juni 2019, 10:59 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi




BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Redaksi Oleh : Shinta Puspita
Foto Oleh : www.marineinsight.com

BANDUNG, (PRFM) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi pada Selasa (11/6) hingga Jumat (14/6) di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 1,25 hingga 6 meter.

“Peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan oleh pola sirkulasi di utara Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 25 knot,” bunyi siaran pers BMKG, seperti dikutip dari website Sekretariat Kabinet, Rabu (12/6).

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano hingga selatan Jawa, P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata – Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso – Merauke. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (sedang) di antaranya adalah Perairan Timur P. Simeulue, Perairan Timur Kep. Mentawai, Selat Sape bagian selatan – Selat Sumba, Laut Sawu – Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang – Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kep. Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau – Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Perairan Selatan P. Buru – Seram, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpeluang mengalami gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter (tinggi), antaranya Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Sumbawa, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu – P. Rotte, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, serta Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar.

Potensi gelombang yang tertinggi berkisar antara 4 hingga 6 meter (sangat tinggi), dapat terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Dalam wawancara On Air di PRFM, Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, memperingatkan ketinggian gelombang yang mencapai lima meter di pesisir selatan Jawa Barat. "ini normal saja mengingat pesisir selatan Jawa Barat berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang sangat luas", ujar Neneng

BMKG mengimbau pada masyarakat terutama nelayan untuk memperhatikan keselamatan pelayaran. Moda transportasi yang berisiko di antaranya adalah perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)








BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi




 

BERITA TERKAIT


BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
 

BERITA PILIHAN


BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

 

BERITA LAINNYA

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Jumat 23 Agustus 2019
Jumat 23 Agustus 2019


Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung Jumat 23 Agustus 2019
Jumat 23 Agustus 2019 BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Kamis 22 Agustus 2019 BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Kamis 22 Agustus 2019 BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Imbas Kabel Optik Putus, Jaringan Telpon dan Internet di Wilayah ini Terganggu
Kamis 22 Agustus 2019 BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Hingga Kini Gunung Tangkuban Parahu Masih Alami Gempa Tremor
Kamis 22 Agustus 2019 BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Kebakaran Hanguskan Sebuah Bedeng di Lengkong
Kamis 22 Agustus 2019 BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

 

 

BERITA TERKAIT

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
Rabu 12 Juni 2019, 10:59 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi


BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Redaksi Oleh : Shinta Puspita
Sumber Foto : www.marineinsight.com


BANDUNG, (PRFM) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi pada Selasa (11/6) hingga Jumat (14/6) di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 1,25 hingga 6 meter.

“Peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan oleh pola sirkulasi di utara Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 25 knot,” bunyi siaran pers BMKG, seperti dikutip dari website Sekretariat Kabinet, Rabu (12/6).

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano hingga selatan Jawa, P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata – Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso – Merauke. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (sedang) di antaranya adalah Perairan Timur P. Simeulue, Perairan Timur Kep. Mentawai, Selat Sape bagian selatan – Selat Sumba, Laut Sawu – Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang – Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kep. Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau – Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Perairan Selatan P. Buru – Seram, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpeluang mengalami gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter (tinggi), antaranya Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Sumbawa, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu – P. Rotte, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, serta Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar.

Potensi gelombang yang tertinggi berkisar antara 4 hingga 6 meter (sangat tinggi), dapat terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Dalam wawancara On Air di PRFM, Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, memperingatkan ketinggian gelombang yang mencapai lima meter di pesisir selatan Jawa Barat. "ini normal saja mengingat pesisir selatan Jawa Barat berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang sangat luas", ujar Neneng

BMKG mengimbau pada masyarakat terutama nelayan untuk memperhatikan keselamatan pelayaran. Moda transportasi yang berisiko di antaranya adalah perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)







 

BERITA LAINNYA



BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Hingga Kini Gunung Tangkuban Parahu Masih Alami Gempa Tremor
Kamis 22 Agustus 2019
Erupsi Tangkuban Perahu