Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas  




Minggu 21 Juli 2019

01:00 WIB

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
@prfmnews

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
PRFMNewsChannel

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Rabu 26 Juni 2019, 19:15 WIB
PPDB 2019

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas




Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memantau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Hal tersebut dilakukan agar persepsi sekolah negeri favorit tak berlaku lagi dan menciptakan tata kelola sekolah yang berintegritas menolak praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotsime (KKN).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, stigma sekolah favorit merupakan celah bagi praktik KKN. Pasalnya demi sekolah negeri, sejumlah orangtua kerap memalsukan dokumen agar anaknya bisa mengenyam pendidikan di sekolah favorit.

"Tahun lalu saya dalam kunjungan di satu kota di Sumatera, ketemu keterangan tidak mampu (SKTM) yan dipalsukan dan lainnya, itu dalam rangka PPDB," bebernya saat on air di PRFM, Rabu (26/6/2019).

Turut memantau pelaksanaan PDDB 2019, ujar Saut, merupakan komitmen KPK untuk membangun integritas sekolah, baik itu dari sisi peserta didik, maupun tata kelola.

"Itu sebabnya pada awal tahun ini kita sudah membuat MoU antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. MoU itu pada intinya selain berbicara kurikulum yang membangun intergritas, kita juga berbicara banyak demi membuat tata kelola sekolah yang membangun integritas," urainya.

KPK sejak tahun lalu turut memantau pelaksanaan PPDB dengan sistem zonasi. Sempat ramai diberitakan, sistem zonasi diwarwani aksi pembuatan SKTM palsu.

Dengan demikian Saut menegaskan, sistem zonasi diterapkan untuk memeratakan kualitas pendidikan. Sehingga, semua siswa bisa bersekolah dengan standar yang sama.

"Semua sekolah harus memiliki sistem dan kualitas yang sama. Sehingga kita daya saingnya menjadi lebih tinggi," tutupnya



Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

 

BERITA TERKAIT


Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
 

BERITA PILIHAN


Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

 

BERITA LAINNYA

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Muncul Wacana Pembubaran SMK, Pengamat: Pemprov Jangan Sembarang Kasih Izin
Sabtu 20 Juli 2019


21 Tahun Hilang Kontak, Turini Ditemukan dan Segera Dipulangkan ke Indonesia
Sabtu 20 Juli 2019 Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019 Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019 Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas Rambu di Kawasan Rekayasa Lalin Belum Maksimal, Polisi Tunggu Perda
Sabtu 20 Juli 2019 Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas Indonesia Open 2019: Kevin-Marcus ke Final, Indonesia Pastikan Satu Gelar
Sabtu 20 Juli 2019 Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas Atasi Cegukan dengan Pelatihan Pernapasan
Sabtu 20 Juli 2019 Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

 

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Rabu 26 Juni 2019, 19:15 WIB
PPDB 2019

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas
Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas


Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memantau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Hal tersebut dilakukan agar persepsi sekolah negeri favorit tak berlaku lagi dan menciptakan tata kelola sekolah yang berintegritas menolak praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotsime (KKN).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, stigma sekolah favorit merupakan celah bagi praktik KKN. Pasalnya demi sekolah negeri, sejumlah orangtua kerap memalsukan dokumen agar anaknya bisa mengenyam pendidikan di sekolah favorit.

"Tahun lalu saya dalam kunjungan di satu kota di Sumatera, ketemu keterangan tidak mampu (SKTM) yan dipalsukan dan lainnya, itu dalam rangka PPDB," bebernya saat on air di PRFM, Rabu (26/6/2019).

Turut memantau pelaksanaan PDDB 2019, ujar Saut, merupakan komitmen KPK untuk membangun integritas sekolah, baik itu dari sisi peserta didik, maupun tata kelola.

"Itu sebabnya pada awal tahun ini kita sudah membuat MoU antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. MoU itu pada intinya selain berbicara kurikulum yang membangun intergritas, kita juga berbicara banyak demi membuat tata kelola sekolah yang membangun integritas," urainya.

KPK sejak tahun lalu turut memantau pelaksanaan PPDB dengan sistem zonasi. Sempat ramai diberitakan, sistem zonasi diwarwani aksi pembuatan SKTM palsu.

Dengan demikian Saut menegaskan, sistem zonasi diterapkan untuk memeratakan kualitas pendidikan. Sehingga, semua siswa bisa bersekolah dengan standar yang sama.

"Semua sekolah harus memiliki sistem dan kualitas yang sama. Sehingga kita daya saingnya menjadi lebih tinggi," tutupnya



 

BERITA LAINNYA



Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas

 

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Awasi PPDB 2019, KPK: Demi Tata Kelola Sekolah yang Berintegritas