ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi  




Kamis 13 Desember 2018

11:26 WIB

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
@prfmnews

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
PRFMNewsChannel

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
Selasa 13 Maret 2018, 17:16 WIB
Pilgub Jabar 2018

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi




ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Rilis

BANDUNG,(PRFM) - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menyapa dan temu wicara bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sritani Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Selasa (13/3/2018).

Pria yang akrab dipanggil Syaikhu itu menyampaikan bahwa kita semua membutuhkan petani. 

"Kita semua sangat memerlukan petani, karena setiap hari kita butuh makan. Apalagi pola makan penduduk Indonesia ini yang tadinya mengkonsumsi berbagai keragaman pangan, kini sudah banyak beralih ke padi atau beras," ujar Syaikhu dalam siaran persnya.

Kalau negeri ini ingin ketahanan pangannya kuat, tambah Syaikhu maka produktivitas pertanian khususnya padi harus lebih diperbanyak lagi, kalau tidak maka akan kembali terjadi impor-impor pangan yang akan membanjiri negeri ini.

Disisi lain tambah Syaikhu, lahan-lahan pertanian masyarakat disekitar semakin tergerus oleh alih fungsi lahan ke industri, perumahan, dan lain sebagainya. Sehingga mengakibatkan para petani dan buruh tani tidak bisa survive menghadapi hal-hal seoerti itu.

Menurut data pertanian, di Karawang ini lahan pertanian yang tadinya 187.000 hektar kini tinggal 87.000 hektar. Sungguh ironis dengan julukan Karawang sebagai lumbung padi nasional.

"Jika petani dan buruh tani tidak sejahtera, maka mereka akan berfikir praktis untuk menjual lahan-lahan mereka. Kalau pola pikirnya seperti itu semua, tidak ada yang bertani, dampaknya secara makro maka negeri kita akan kekurangan pangan dan impor-impor pangan akan terus membanjiri negeri kita tercinta ini," tutur Syaikhu.

"Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi, oleh karena itu kami pasangan ASYIK, Pak Sudrajat dan saya sepakat bagaimana untuk terus merevitalisasi lahan pertanian supaya ada lahan pertanian abadi, boleh berganti kepemilikan namun tidak boleh beralih fungsinya, serta memberikan stimulus berupa alat-alat pertanian, seperti traktor atau alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh para petani," paparnya.

Selain itu tambah Syaikhu, Asyik juga akan memperhatikan kesehatan dan pendidikan masyarakat.

"Dalam hal ini para petani yang mempunyai anak harus bisa bersekolah dan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan. Sehingga akan terwujud petani dan buruh tani yang sejahtera serta masyarakat yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofur," pungkasnya.



ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

 

BERITA TERKAIT


Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
 

BERITA PILIHAN


ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

 

BERITA LAINNYA

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Lewat Kang Pisman, PD Kebersihan Optimis Sampah di Bandung Berkurang
Kamis 13 Desember 2018


Pemkot Bandung Akan Tambah Mesin Pencacah Sampah Plastik
Kamis 13 Desember 2018 ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi Pemprov Jabar Beri "Kadeudeuh" Bagi Atlet Asian Games dan Paragames 2018
Kamis 13 Desember 2018 ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi Ada Potensi Hujan Ringan Disertai Petir Sore Nanti
Kamis 13 Desember 2018 ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Jabar Sidak Harga Kepokmas di Pasar Kosambi
Kamis 13 Desember 2018 ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi Penataan PKL Cicadas Rampung Maret Nanti
Kamis 13 Desember 2018 ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi 16 Tim Pastikan Diri Lolos ke Fase Knockout Liga Champions
Kamis 13 Desember 2018 ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

 

 

BERITA TERKAIT


ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Emil Mengaku Belum Membaca Isi Surat Dari Iswara
Jumat 24 November 2017, 19:10 WIB ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 18:58 WIB ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 19:00 WIB ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Soal Wakil Emil, Ini Tahapan Penunjukannya
Jumat 24 November 2017, 19:41 WIB

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
Selasa 13 Maret 2018, 17:16 WIB
Pilgub Jabar 2018

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi
ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi


ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Rilis


BANDUNG,(PRFM) - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menyapa dan temu wicara bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sritani Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Selasa (13/3/2018).

Pria yang akrab dipanggil Syaikhu itu menyampaikan bahwa kita semua membutuhkan petani. 

"Kita semua sangat memerlukan petani, karena setiap hari kita butuh makan. Apalagi pola makan penduduk Indonesia ini yang tadinya mengkonsumsi berbagai keragaman pangan, kini sudah banyak beralih ke padi atau beras," ujar Syaikhu dalam siaran persnya.

Kalau negeri ini ingin ketahanan pangannya kuat, tambah Syaikhu maka produktivitas pertanian khususnya padi harus lebih diperbanyak lagi, kalau tidak maka akan kembali terjadi impor-impor pangan yang akan membanjiri negeri ini.

Disisi lain tambah Syaikhu, lahan-lahan pertanian masyarakat disekitar semakin tergerus oleh alih fungsi lahan ke industri, perumahan, dan lain sebagainya. Sehingga mengakibatkan para petani dan buruh tani tidak bisa survive menghadapi hal-hal seoerti itu.

Menurut data pertanian, di Karawang ini lahan pertanian yang tadinya 187.000 hektar kini tinggal 87.000 hektar. Sungguh ironis dengan julukan Karawang sebagai lumbung padi nasional.

"Jika petani dan buruh tani tidak sejahtera, maka mereka akan berfikir praktis untuk menjual lahan-lahan mereka. Kalau pola pikirnya seperti itu semua, tidak ada yang bertani, dampaknya secara makro maka negeri kita akan kekurangan pangan dan impor-impor pangan akan terus membanjiri negeri kita tercinta ini," tutur Syaikhu.

"Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi, oleh karena itu kami pasangan ASYIK, Pak Sudrajat dan saya sepakat bagaimana untuk terus merevitalisasi lahan pertanian supaya ada lahan pertanian abadi, boleh berganti kepemilikan namun tidak boleh beralih fungsinya, serta memberikan stimulus berupa alat-alat pertanian, seperti traktor atau alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh para petani," paparnya.

Selain itu tambah Syaikhu, Asyik juga akan memperhatikan kesehatan dan pendidikan masyarakat.

"Dalam hal ini para petani yang mempunyai anak harus bisa bersekolah dan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan. Sehingga akan terwujud petani dan buruh tani yang sejahtera serta masyarakat yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofur," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

 

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi