Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus  




Selasa 22 Oktober 2019

03:14 WIB

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
@prfmnews

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
PRFMNewsChannel

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
Minggu 19 Mei 2019, 21:22 WIB

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus




Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Tommy Riyadi-PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Wadanru Rescue Diskar PB kota Bandung, Totoy Yuhasmana mengaku pihaknya sulit untuk memprediksi kapan api yang membakar basement di Pasar Kosambi akan padam. Sebab, petugas kerap kali kesulitan karena asap bergerak secara tiba-tiba. Sehingga membatasi jarak pandang petugas.

Namun, Totoy berharap pada tengah malam api sudah bisa dipadamkan. Berhubung saat ini api sudah dapat terkuasai petugas sekitar 70%. Sehingga selanjutnya pada tengah malam menuju pagi hari dapat dilakukan pendinginan.

"Memang untuk prediksi agak sulit karena memang dari tadi pun kami prediksi meleset terus. Karena kesulitannya itu asap bergerak secara tiba-tiba, saat ini sudah bisa terkuasai sekitar 70% mungkin di malam nanti semua titik api bisa terkuasai dan selanjutnya di tengah malam bisa ke pagi harinya bisa dilakukan pendinginan," ungkapnya saat on air di PRFM, Minggu (19/5/2019).

Menurut Totoy, asap yang bergerak secara tiba tiba itu diakibatkan oleh pembakaran tidak sempurna akhirnya mengeluarkan asap tebal. Terlebih, dalam basement yang berukuran 7 ribu persegi tersebut banyak sekat yang menghalangi asap untuk keluar.

"Karena ketika kami belum bisa masuk ke ruangan tertentu dan akhirnya kita terobos dan bisa di buka (sekat-red) nah disitu terkumpul asap dan barang yang terbakar yang disebut dengan pembakaran tidak sempurna akhirnya mengeluarkan asap yang tebal," kata dia.

Totoy menjelaskan, untuk memadamkan api pihaknya menggunakan racun api yang dihasilkan dari percampuran air dengan Aqueous Film Forming Foam (AFFF) sehingga mengeluarkan busa yang dapat mempercepat pemadaman api.

"Kami bukan menggunakan air murni tapi kami dicampur dengan FFF atau Foam jadi sejenis air yang diracik yang keluarnya berbentuk busa. Jadi itu untuk memadamkan api yang lebih cepat jadi kita memadamkan menggunakan racun api tersebut," paparnya.










 

BERITA TERKAIT


Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
 

BERITA PILIHAN


Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

 

BERITA LAINNYA

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Banyak Pohon Tumbang, Akses Jalan Pangalengan-Kertasari Lumpuh Total
Senin 21 Oktober 2019


Wakil Gubernur Jabar Berharap Jokowi Bentuk Kementerian Pesantren
Senin 21 Oktober 2019 Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus Pekan Hari Santri Siap Ramaikan Perayaan Hari Santri Nasional
Senin 21 Oktober 2019 Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus Cegah Politik Uang, Tim Anti Judi dan Anti Kampanye Uang Disiagakan
Senin 21 Oktober 2019 Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus Hutan di Gunung Puntang Terbakar Kembali
Senin 21 Oktober 2019 Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus Ketum Golkar Siap Jadi Menteri Lagi
Senin 21 Oktober 2019 Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus Penebang Pohon Ilegal di Kota Bandung Bisa Didenda Minimal Rp 10 Juta
Senin 21 Oktober 2019 Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

 

 

BERITA TERKAIT

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
Minggu 19 Mei 2019, 21:22 WIB

Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus
Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus


Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Tommy Riyadi-PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Wadanru Rescue Diskar PB kota Bandung, Totoy Yuhasmana mengaku pihaknya sulit untuk memprediksi kapan api yang membakar basement di Pasar Kosambi akan padam. Sebab, petugas kerap kali kesulitan karena asap bergerak secara tiba-tiba. Sehingga membatasi jarak pandang petugas.

Namun, Totoy berharap pada tengah malam api sudah bisa dipadamkan. Berhubung saat ini api sudah dapat terkuasai petugas sekitar 70%. Sehingga selanjutnya pada tengah malam menuju pagi hari dapat dilakukan pendinginan.

"Memang untuk prediksi agak sulit karena memang dari tadi pun kami prediksi meleset terus. Karena kesulitannya itu asap bergerak secara tiba-tiba, saat ini sudah bisa terkuasai sekitar 70% mungkin di malam nanti semua titik api bisa terkuasai dan selanjutnya di tengah malam bisa ke pagi harinya bisa dilakukan pendinginan," ungkapnya saat on air di PRFM, Minggu (19/5/2019).

Menurut Totoy, asap yang bergerak secara tiba tiba itu diakibatkan oleh pembakaran tidak sempurna akhirnya mengeluarkan asap tebal. Terlebih, dalam basement yang berukuran 7 ribu persegi tersebut banyak sekat yang menghalangi asap untuk keluar.

"Karena ketika kami belum bisa masuk ke ruangan tertentu dan akhirnya kita terobos dan bisa di buka (sekat-red) nah disitu terkumpul asap dan barang yang terbakar yang disebut dengan pembakaran tidak sempurna akhirnya mengeluarkan asap yang tebal," kata dia.

Totoy menjelaskan, untuk memadamkan api pihaknya menggunakan racun api yang dihasilkan dari percampuran air dengan Aqueous Film Forming Foam (AFFF) sehingga mengeluarkan busa yang dapat mempercepat pemadaman api.

"Kami bukan menggunakan air murni tapi kami dicampur dengan FFF atau Foam jadi sejenis air yang diracik yang keluarnya berbentuk busa. Jadi itu untuk memadamkan api yang lebih cepat jadi kita memadamkan menggunakan racun api tersebut," paparnya.






 

BERITA LAINNYA



Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Cegah Politik Uang, Tim Anti Judi dan Anti Kampanye Uang Disiagakan
Senin 21 Oktober 2019
Pilkades Serentak Kabupaten Bandung 2019


Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Hutan di Gunung Puntang Terbakar Kembali
Senin 21 Oktober 2019
Kebakaran


Api Belum Padam, Diskar PB: Untuk Prediksi Agak Sulit Sejak Tadi Meleset Terus

Ketum Golkar Siap Jadi Menteri Lagi
Senin 21 Oktober 2019
Menteri Kabinet RI Periode 2019-2024