Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta  




Selasa 17 September 2019

03:54 WIB

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
@prfmnews

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
PRFMNewsChannel

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
Sabtu 20 Oktober 2018, 18:55 WIB
MODUS OPERANDI
Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta




Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Seorang pendengar PR bernama Esa Pramitra menyampaikan modus penipuan yang dialaminya. Dia yang merupakan seorang fotografer, harus kehilangan peralatan fotografinya senilai Rp 200 juta. 

Kronologi penipuan berawal saat dia menerima project untuk memotret kapal Kargo di Pelabuhan Tanjung Priok. Seorang berpakaian Dinas Perhubungan Kelautan menawarinya project tersebut. Mereka melakukan negosiasi harga di sebuah tempat makan di Jalan Riau, Bandung pada Kamis, 18 Oktober 2018.  

"Kami janjian lewat telepon, dia dapat nomor telepon saya dari rekan tempat jasa foto. Kami nego, lalu keluar harga. Dia minta kamera dan lensa dengan spek tinggi," kata Esa saat On Air di Radio PRFM, Sabtu (20/10/2018). 

Setelah mencapai kesepakatan, dia pun pergi ke Jakarta pada Sabtu, 20 Oktober 2018. Dikatakannya pada hari Sabtu ini diagendakan survei lokasi foto kargo di Pelabuhan Tanjung Priok. Esa dan seorang temannya tiba di Jakarta pukul 09.45 WIB. Mereka dijemput oleh orang yang mengaku dari Dinas Perhubungan Kelautan itu di Stasiun Gambir, kemudian dibawa ke sebuah hotel. 

"Dia udah sediain hotelnya, kami pun tiba di hotel. Lalu menaruh barang di kamar hotel. Setelah itu dia mengajak kami untuk survei. Peralatan fotografi kita simpan di hotel, karena katanya ga usah dibawa, alasannya mau survei, kalau bawa kamera ribet, takutnya ga boleh masuk karena izinnya survei," kata Esa. 

Kemudian mereka ke luar hotel menuju kantor ASDP Indonesia Ferry di Jakarta Pusat. Setelah tiba di kantor ASDP, Esa dan temannya disuruh menunggu, karena orang yang mengaku dari Dinas Perhubungan Kelautan itu akan mengurus perizinan. 

"Dia ngaku ngurus izin, dia pergi pake mobil. Ternyata dia pergi ke hotel. Sampai di hotel dia bilang kunci kamar hotelnya hilang. Tapi ternyata dia bohong, dia masuk dan bawa lari barang-barang (peralatan fotografi) kita," katanya. 

Setelah kejadian itu, Esa dan rekannya melaporkan modus penipuan tersebut ke kantor polisi. Ternyata, modus penipuan seperti itu pernah terjadi pada tahun 2015. 

"TKP nya sama, dia memang residivis, pernah melakukan modus yang sama," katanya. 

Dikatakannya, kepolisian sudah mengantongi nama pelaku, saat ini pelaku dalam pengejaran. "Polisi sudah punya data, identitasnya sudah dikantongi," ungkapnya.










 

BERITA TERKAIT


Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
 

BERITA PILIHAN


Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

 

BERITA LAINNYA

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

 

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
Sabtu 20 Oktober 2018, 18:55 WIB
MODUS OPERANDI

Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta
Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta


Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Seorang pendengar PR bernama Esa Pramitra menyampaikan modus penipuan yang dialaminya. Dia yang merupakan seorang fotografer, harus kehilangan peralatan fotografinya senilai Rp 200 juta. 

Kronologi penipuan berawal saat dia menerima project untuk memotret kapal Kargo di Pelabuhan Tanjung Priok. Seorang berpakaian Dinas Perhubungan Kelautan menawarinya project tersebut. Mereka melakukan negosiasi harga di sebuah tempat makan di Jalan Riau, Bandung pada Kamis, 18 Oktober 2018.  

"Kami janjian lewat telepon, dia dapat nomor telepon saya dari rekan tempat jasa foto. Kami nego, lalu keluar harga. Dia minta kamera dan lensa dengan spek tinggi," kata Esa saat On Air di Radio PRFM, Sabtu (20/10/2018). 

Setelah mencapai kesepakatan, dia pun pergi ke Jakarta pada Sabtu, 20 Oktober 2018. Dikatakannya pada hari Sabtu ini diagendakan survei lokasi foto kargo di Pelabuhan Tanjung Priok. Esa dan seorang temannya tiba di Jakarta pukul 09.45 WIB. Mereka dijemput oleh orang yang mengaku dari Dinas Perhubungan Kelautan itu di Stasiun Gambir, kemudian dibawa ke sebuah hotel. 

"Dia udah sediain hotelnya, kami pun tiba di hotel. Lalu menaruh barang di kamar hotel. Setelah itu dia mengajak kami untuk survei. Peralatan fotografi kita simpan di hotel, karena katanya ga usah dibawa, alasannya mau survei, kalau bawa kamera ribet, takutnya ga boleh masuk karena izinnya survei," kata Esa. 

Kemudian mereka ke luar hotel menuju kantor ASDP Indonesia Ferry di Jakarta Pusat. Setelah tiba di kantor ASDP, Esa dan temannya disuruh menunggu, karena orang yang mengaku dari Dinas Perhubungan Kelautan itu akan mengurus perizinan. 

"Dia ngaku ngurus izin, dia pergi pake mobil. Ternyata dia pergi ke hotel. Sampai di hotel dia bilang kunci kamar hotelnya hilang. Tapi ternyata dia bohong, dia masuk dan bawa lari barang-barang (peralatan fotografi) kita," katanya. 

Setelah kejadian itu, Esa dan rekannya melaporkan modus penipuan tersebut ke kantor polisi. Ternyata, modus penipuan seperti itu pernah terjadi pada tahun 2015. 

"TKP nya sama, dia memang residivis, pernah melakukan modus yang sama," katanya. 

Dikatakannya, kepolisian sudah mengantongi nama pelaku, saat ini pelaku dalam pengejaran. "Polisi sudah punya data, identitasnya sudah dikantongi," ungkapnya.






 

BERITA LAINNYA



Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Apes, Peralatan Fotografi Lenyap, Fotografer Ini Rugi Rp 200 juta

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau