Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya  




Selasa 17 September 2019

03:52 WIB

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
@prfmnews

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
PRFMNewsChannel

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
Kamis 23 Agustus 2018, 17:30 WIB
Kesehatan
Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya




Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Redaksi Oleh : Karima - Job PRFM
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Sianida adalah racun. Rattlesnake venom adalah racun. Produk rumah tangga tertentu dapat menjadi racun. Tapi bagaimana dengan minyak kelapa? 

Dikutip CNN, dalam perkuliahannya di Universitas Freiburg yang seluruhnya dalam bahasa Jerman dan diposting pada bulan Juli, profesor Karin Michels dari Institut Pencegahan dan Tumor Epidemiologi, menyebutkan tentang kesehatan seputar minyak kelapa itu "omong kosong" dan mengatakan bahwa itu merupakan "racun murni " yang mengandung lemak jenuh dan ancamannya terhadap kesehatan kardiovaskular.

"Minyak kelapa adalah salah satu hal terburuk yang bisa kamu makan," kata Michels.

Organisasi kesehatan cenderung melarang penggunaan minyak kelapa yang lebih dari 80% lemak jenuh. The American Heart Association mengatakan itu lebih baik dipakai pada kulit daripada untuk dimakan. Tidak lebih dari 5% atau 6% dari kalori harian berasal dari lemak jenuh, sekitar 13 gram per hari. Asosiasi ini juga menganjurkan untuk mengganti minyak kelapa dengan "lemak sehat" seperti yang ditemukan dalam canola dan minyak zaitun, alpukat dan ikan berlemak.

Tetapi minyak kelapa juga meningkatkan HDL, kolesterol "baik", terutama ketika mengganti karbohidrat dalam makanan. Ini mungkin karena tingginya kandungan asam lemak yang dikenal sebagai asam laurat.

Peningkatan HDL yang terlihat dengan konsumsi minyak kelapa dapat mengimbangi beberapa risiko penyakit, itu masih tidak sebaik mengkonsumsi minyak tak jenuh, yang tidak hanya meningkatkan HDL tetapi menurunkan LDL.

Salah satu peran HDL adalah membantu mengambil kolesterol LDL dari aliran darah. "Tetapi beberapa bentuk HDL tidak melakukan itu," kata Willett, "Jadi kami tidak tahu pasti bahwa HDL yang tinggi lebih baik," katanya. 

Sementara tingkat LDL yang meningkat digunakan sebagai penanda untuk memprediksi risiko kardiovaskular dan tidak selalu diartikan ke serangan jantung.

Penelitian Cochrane pada tahun 2015 menemukan bahwa mengurangi lemak jenuh dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 17%.

Minyak kelapa bersifat padat kalori, yang berarti mengonsumsi dalam jumlah besar tanpa mengurangi sumber kalori lain dapat menyebabkan penambahan berat badan. Hanya satu sendok makan yang memiliki 120 kalori, hampir sama dengan apel besar atau empat cangkir popcorn.

Bagaimanapun minyak kelapa memiliki tempat dalam makanan seseorang. Tetapi untuk penggunaan sehari-hari para ahli merekomendasikan minyak nabati seperti minyak zaitun, canola atau kedelai, bersama dengan kacang dan biji-bijian, sebagai sumber utama lemak dalam makanan.

"Bukan berarti kamu harus benar-benar menghindari minyak kelapa, tetapi batasi minyak kelapa ke tempat yang benar-benar memerlukan rasa khusus, seperti untuk makanan Thailand atau untuk memanggang hidangan penutup khusus," kata Willett.










 

BERITA TERKAIT


Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
 

BERITA PILIHAN


Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

 

BERITA LAINNYA

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019


KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019 Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019 Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya Revisi UU MD3 Demi Mewujudkan Lembaga Permusyawaratan yang Lebih Demokratis
Senin 16 September 2019 Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun
Senin 16 September 2019 Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, Ini Kata Kepala Dishub Kota Bandung
Senin 16 September 2019 Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya Pengerjaan Flyover Jalan Jakarta-Supratman, Lajur Jalan Jakarta Jadi Menyempit
Senin 16 September 2019 Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

 

 

BERITA TERKAIT

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
Kamis 23 Agustus 2018, 17:30 WIB
Kesehatan

Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya
Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya


Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Redaksi Oleh : Karima - Job PRFM
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Sianida adalah racun. Rattlesnake venom adalah racun. Produk rumah tangga tertentu dapat menjadi racun. Tapi bagaimana dengan minyak kelapa? 

Dikutip CNN, dalam perkuliahannya di Universitas Freiburg yang seluruhnya dalam bahasa Jerman dan diposting pada bulan Juli, profesor Karin Michels dari Institut Pencegahan dan Tumor Epidemiologi, menyebutkan tentang kesehatan seputar minyak kelapa itu "omong kosong" dan mengatakan bahwa itu merupakan "racun murni " yang mengandung lemak jenuh dan ancamannya terhadap kesehatan kardiovaskular.

"Minyak kelapa adalah salah satu hal terburuk yang bisa kamu makan," kata Michels.

Organisasi kesehatan cenderung melarang penggunaan minyak kelapa yang lebih dari 80% lemak jenuh. The American Heart Association mengatakan itu lebih baik dipakai pada kulit daripada untuk dimakan. Tidak lebih dari 5% atau 6% dari kalori harian berasal dari lemak jenuh, sekitar 13 gram per hari. Asosiasi ini juga menganjurkan untuk mengganti minyak kelapa dengan "lemak sehat" seperti yang ditemukan dalam canola dan minyak zaitun, alpukat dan ikan berlemak.

Tetapi minyak kelapa juga meningkatkan HDL, kolesterol "baik", terutama ketika mengganti karbohidrat dalam makanan. Ini mungkin karena tingginya kandungan asam lemak yang dikenal sebagai asam laurat.

Peningkatan HDL yang terlihat dengan konsumsi minyak kelapa dapat mengimbangi beberapa risiko penyakit, itu masih tidak sebaik mengkonsumsi minyak tak jenuh, yang tidak hanya meningkatkan HDL tetapi menurunkan LDL.

Salah satu peran HDL adalah membantu mengambil kolesterol LDL dari aliran darah. "Tetapi beberapa bentuk HDL tidak melakukan itu," kata Willett, "Jadi kami tidak tahu pasti bahwa HDL yang tinggi lebih baik," katanya. 

Sementara tingkat LDL yang meningkat digunakan sebagai penanda untuk memprediksi risiko kardiovaskular dan tidak selalu diartikan ke serangan jantung.

Penelitian Cochrane pada tahun 2015 menemukan bahwa mengurangi lemak jenuh dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 17%.

Minyak kelapa bersifat padat kalori, yang berarti mengonsumsi dalam jumlah besar tanpa mengurangi sumber kalori lain dapat menyebabkan penambahan berat badan. Hanya satu sendok makan yang memiliki 120 kalori, hampir sama dengan apel besar atau empat cangkir popcorn.

Bagaimanapun minyak kelapa memiliki tempat dalam makanan seseorang. Tetapi untuk penggunaan sehari-hari para ahli merekomendasikan minyak nabati seperti minyak zaitun, canola atau kedelai, bersama dengan kacang dan biji-bijian, sebagai sumber utama lemak dalam makanan.

"Bukan berarti kamu harus benar-benar menghindari minyak kelapa, tetapi batasi minyak kelapa ke tempat yang benar-benar memerlukan rasa khusus, seperti untuk makanan Thailand atau untuk memanggang hidangan penutup khusus," kata Willett.






 

BERITA LAINNYA



Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Gol ke Gawang Tira Kabo Lecut Motivasi Kuipers
Senin 16 September 2019
PERSIB


Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

KLHK Terus Upayakan Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau


Apakah Minyak Kelapa Mengandung Racun? Ini Penjelasannya

Asap Riau Tak Berkurang, Pemerintah Mesti Evaluasi Perizinan Industri
Senin 16 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau