1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?  




Selasa 22 Oktober 2019

02:52 WIB

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?
@prfmnews

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?
PRFMNewsChannel

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur, Pendidikan Vokasi Solusi ?
Kamis 21 Maret 2019, 03:41 WIB

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?
1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?




1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Redaksi Oleh : Iqbal Pratama
Foto Oleh : Badan Pusat Statistik Jawa Barat

BANDUNG, (PRFM) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat sebesar 8,17 persen adanya Tingkat Pengganguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat atau sebanyak 1,85 juta orang angkatan kerja masih menganggur. Data ini merupakan data terbaru yang dirilis di laman BPS Jabar dalam "Kompilasi Indikator Statistik Terkini Provinsi Jawa Barat Maret 2019".  

BPS mencatat data terakhir statistik tentang ketenagakerjaan ini pada Agustus 2018. Artinya jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017, tingkat penganguran terbuka hanya turun sebesar 0,05 poin dari sebelumnya yang sebesar 8,22 persen. TPT sendiri merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar. 

Jawa Barat bahkan berada di urutan kedua nasional dengan jumlah TPT terbesar setelah provinsi Banten dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,52 persen. Sementara persentase nasional pada agustus 2018 sebesar 5,34 persen.

Sementara itu,  angkatan kerja mencerminkan jumlah penduduk yang secara aktual telah siap memberikan kontribusi terhadap produksi barang dan jasa di suatu wilayah. Data BPS menunjukan angkatan kerja di Jabar banyaknya 22,63 juta orang,  naik 237,12 ribu orang dibanding Agustus 2017.  Dari jumlah itu 20,78 juta orang sudah bekerja dan 1,85 juta orang masih menganggur. 

Berdasarkan data BPS itu, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah yang tertinggi dibandingkan tingkat pendidikan lain. TPT untuk SMK di Jabar sebesar 16,97 persen dari 1,85 juta orang.  Sementara yang terendah justru pendidikan SD kebawah  sebesar 4,48 persen, universitas 6,37 persen, diploma 6.93 persen, SMP 8,02 persen, dan SMA 9,78 persen. 

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Pendidikan Vokasi Jadi Solusi

Untuk menyikpai hal ini pemerintah berupaya melakukan sejumlah program, diantaranya pendidikan vokasi.  Program yang digulirkan sejak tahun 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus dapat mengurangi angka pengangguran.
 
Di Jawa Barat, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI sudah meluncurkan program pendidikan vokasi industri tahap II untuk wilayah Jabar pada Senin (18/03/2019). Program pendidikan vokasi industri merupakan upaya membangun link and match industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Jawa Barat.

Dikutip dari laman resmi pemprov Jabar, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu  Ruzanul Ulum mengungkapkan, bahwa salah satu permasalahan SMK yang ada di Jawa Barat adalah tidak sejalannya antara kurikulum sekolah dengan industri. Untuk itu, Jabar berencana akan merombak kurikulum SMK yang tidak sejalan dengan kebutuhan ekonomi saat ini. Terlebih SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Barat.
 
"Salah satu permasalalah SMK yang ada di Jawa Barat, yaitu tidak sesuainya antara kurikulum SMK dengan (kebutuhan kompetensi) industri," ujar Uu.

Perombakan kurikulum SMK ini, bertujuan agar lulusannya bisa terserap kalangan industri atau perusahaan. Nantinya, kurikulum SMK di Jawa Barat akan dijadikan kemitraan dengan beberapa perusahaan penyedia lapangan pekerjaan.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri merupakan tahapan ke-X rangkaian program link and match antara SMK dengan industri di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi prioritas bagi pemerintah melalui Kemenperin. Untuk itu, pemerintah juga mendorong pendidikan tinggi seperti politeknik untuk melakukan program Pendidikan Vokasi Industri.

"Pendidikan vokasi ini merupakan prioritas bagi pemerintah, karena selain SMK kami juga mendorong politeknik," ucap Airlangga.

Sejak diluncurkan pada 2017, program pendidikan vokasi ini telah memitrakan sebanyak 2.604 SMK dengan 885 perusahaan. Capaian tersebut melampaui target Kementerian Perindustrian sebanyak 2.600 SMK dengan 750 perusahaan.









 

BERITA TERKAIT


1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?
 

BERITA PILIHAN


1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

 

BERITA LAINNYA

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Banyak Pohon Tumbang, Akses Jalan Pangalengan-Kertasari Lumpuh Total
Senin 21 Oktober 2019


Wakil Gubernur Jabar Berharap Jokowi Bentuk Kementerian Pesantren
Senin 21 Oktober 2019 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ? Pekan Hari Santri Siap Ramaikan Perayaan Hari Santri Nasional
Senin 21 Oktober 2019 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ? Cegah Politik Uang, Tim Anti Judi dan Anti Kampanye Uang Disiagakan
Senin 21 Oktober 2019 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ? Hutan di Gunung Puntang Terbakar Kembali
Senin 21 Oktober 2019 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ? Ketum Golkar Siap Jadi Menteri Lagi
Senin 21 Oktober 2019 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ? Penebang Pohon Ilegal di Kota Bandung Bisa Didenda Minimal Rp 10 Juta
Senin 21 Oktober 2019 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

 

 

BERITA TERKAIT

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ? 1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur, Pendidikan Vokasi Solusi ?
Kamis 21 Maret 2019, 03:41 WIB

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?
1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?


1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Redaksi Oleh : Iqbal Pratama
Sumber Foto : Badan Pusat Statistik Jawa Barat


BANDUNG, (PRFM) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat sebesar 8,17 persen adanya Tingkat Pengganguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat atau sebanyak 1,85 juta orang angkatan kerja masih menganggur. Data ini merupakan data terbaru yang dirilis di laman BPS Jabar dalam "Kompilasi Indikator Statistik Terkini Provinsi Jawa Barat Maret 2019".  

BPS mencatat data terakhir statistik tentang ketenagakerjaan ini pada Agustus 2018. Artinya jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017, tingkat penganguran terbuka hanya turun sebesar 0,05 poin dari sebelumnya yang sebesar 8,22 persen. TPT sendiri merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar. 

Jawa Barat bahkan berada di urutan kedua nasional dengan jumlah TPT terbesar setelah provinsi Banten dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,52 persen. Sementara persentase nasional pada agustus 2018 sebesar 5,34 persen.

Sementara itu,  angkatan kerja mencerminkan jumlah penduduk yang secara aktual telah siap memberikan kontribusi terhadap produksi barang dan jasa di suatu wilayah. Data BPS menunjukan angkatan kerja di Jabar banyaknya 22,63 juta orang,  naik 237,12 ribu orang dibanding Agustus 2017.  Dari jumlah itu 20,78 juta orang sudah bekerja dan 1,85 juta orang masih menganggur. 

Berdasarkan data BPS itu, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah yang tertinggi dibandingkan tingkat pendidikan lain. TPT untuk SMK di Jabar sebesar 16,97 persen dari 1,85 juta orang.  Sementara yang terendah justru pendidikan SD kebawah  sebesar 4,48 persen, universitas 6,37 persen, diploma 6.93 persen, SMP 8,02 persen, dan SMA 9,78 persen. 

1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Pendidikan Vokasi Jadi Solusi

Untuk menyikpai hal ini pemerintah berupaya melakukan sejumlah program, diantaranya pendidikan vokasi.  Program yang digulirkan sejak tahun 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus dapat mengurangi angka pengangguran.
 
Di Jawa Barat, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI sudah meluncurkan program pendidikan vokasi industri tahap II untuk wilayah Jabar pada Senin (18/03/2019). Program pendidikan vokasi industri merupakan upaya membangun link and match industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Jawa Barat.

Dikutip dari laman resmi pemprov Jabar, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu  Ruzanul Ulum mengungkapkan, bahwa salah satu permasalahan SMK yang ada di Jawa Barat adalah tidak sejalannya antara kurikulum sekolah dengan industri. Untuk itu, Jabar berencana akan merombak kurikulum SMK yang tidak sejalan dengan kebutuhan ekonomi saat ini. Terlebih SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Barat.
 
"Salah satu permasalalah SMK yang ada di Jawa Barat, yaitu tidak sesuainya antara kurikulum SMK dengan (kebutuhan kompetensi) industri," ujar Uu.

Perombakan kurikulum SMK ini, bertujuan agar lulusannya bisa terserap kalangan industri atau perusahaan. Nantinya, kurikulum SMK di Jawa Barat akan dijadikan kemitraan dengan beberapa perusahaan penyedia lapangan pekerjaan.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri merupakan tahapan ke-X rangkaian program link and match antara SMK dengan industri di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi prioritas bagi pemerintah melalui Kemenperin. Untuk itu, pemerintah juga mendorong pendidikan tinggi seperti politeknik untuk melakukan program Pendidikan Vokasi Industri.

"Pendidikan vokasi ini merupakan prioritas bagi pemerintah, karena selain SMK kami juga mendorong politeknik," ucap Airlangga.

Sejak diluncurkan pada 2017, program pendidikan vokasi ini telah memitrakan sebanyak 2.604 SMK dengan 885 perusahaan. Capaian tersebut melampaui target Kementerian Perindustrian sebanyak 2.600 SMK dengan 750 perusahaan.





 

BERITA LAINNYA



1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Cegah Politik Uang, Tim Anti Judi dan Anti Kampanye Uang Disiagakan
Senin 21 Oktober 2019
Pilkades Serentak Kabupaten Bandung 2019


1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Hutan di Gunung Puntang Terbakar Kembali
Senin 21 Oktober 2019
Kebakaran


1,85 Juta Orang di Jabar Menganggur,  Pendidikan Vokasi Solusi ?

Ketum Golkar Siap Jadi Menteri Lagi
Senin 21 Oktober 2019
Menteri Kabinet RI Periode 2019-2024