13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia  




Kamis 17 Oktober 2019

00:41 WIB

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
@prfmnews

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
PRFMNewsChannel

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Rabu 09 Oktober 2019, 10:11 WIB

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia




13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, (PRFM) - Sebanyak 13 kesenian asal Jawa Barat (Jabar) resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) melalui penyerahan sertifikat di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (8/10/19) kemarin.

Sertifikat Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo kepada Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Daud Achmad yang hadir mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Daud mengatakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar sangat mengapresiasi penetapan tersebut. Daud pun mengimbau kepada para pimpinan daerah di kabupaten/kota se-Jabar untuk terus menghidupkan budaya asli daerahnya agar tidak tergerus zaman dan diambil alih pihak luar.

“Saya mengimbau kepada kabupaten/kota (untuk) bisa terus memelihara, bisa terus melestarikan budaya-budaya yang memang hidup di daerahnya. Sebenarnya kita berkompetisi juga dengan negara tetangga kita, seperti di Sumatera (budayanya) banyak yang diklaim wilayah lain,” ujar Daud.

Selain itu, Daud menyebutkan bahwa Pemdaprov Jabar tidak hanya mengupayakan pengakuan resmi budaya-budaya yang ada di 27 kabupaten/kota. 

Saat ini, pihaknya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar sedang memperjuangkan pengakuan UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) atas budaya Pencak Silat.

“(Melalui) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sedang kita upayakan untuk bisa mendapat pengakuan dari UNESCO itu pencak silat. Memang penilaiannya lama, prosesnya sudah beberapa tahun,” tambah Daud.

Untuk diketahui, tahun ini, kurang lebih 267 warisan budaya takbenda didaftarkan dari seluruh Indonesia. Jawa Barat sendiri mengajukan 13 kesenian budaya rakyat yang seluruhnya lulus seleksi dan verifikasi sehingga resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Adapun setelah diusulkan oleh provinsi masing-masing, dilakukan verifikasi dan uji lapangan oleh tim ahli serta diakhiri oleh sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada Agustus lalu. 

Sidang dilakukan sebagai tahap akhir untuk menentukan status setiap usulan. Dinas yang membidangi kebudayaan didampingi oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya mempresentasikan usulannya di hadapan staf ahli yang berjumlah 15 orang.

Berikut 13 kesenian Jawa Barat yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019:

1. Badawang

2. Bajidoran

3. Blenderan

4. Benjang

5. Cingcowong

6. Domyak

7. Kawin Cai

8. Panjang Jimat Kasepuhan Cirebon

9. Reak Dogdog

10. Seren Taun Cigugur

11. Seren Taun Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi)

12. Tari Trebang Randu Kintir

13. Topeng Banjet.










 

BERITA TERKAIT


13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
 

BERITA PILIHAN


13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

 

BERITA LAINNYA

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Debut Pahit Tavarez Bersama Persija
Rabu 16 Oktober 2019


PHRI Jabar Prediksi Kunjungan Wisman ke Bandung akan Meningkat pada 2021
Rabu 16 Oktober 2019 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia Polres Bandung Berikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kiangroke
Rabu 16 Oktober 2019 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia Soal Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Ajukan Banding Tanpa Bukti Baru
Rabu 16 Oktober 2019 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia Heboh Crosshijaber, MUI Jabar: Tangkap dan Langsung Interogasi
Rabu 16 Oktober 2019 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia Perempuan dan Parlemen Tak Bisa Dipisahkan
Rabu 16 Oktober 2019 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tambah Kekuatan Fisik, Persib Berlatih Dua Kali dalam Sehari
Rabu 16 Oktober 2019 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

 

 

BERITA TERKAIT

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Rabu 09 Oktober 2019, 10:11 WIB

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia


13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG, (PRFM) - Sebanyak 13 kesenian asal Jawa Barat (Jabar) resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) melalui penyerahan sertifikat di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (8/10/19) kemarin.

Sertifikat Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo kepada Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Daud Achmad yang hadir mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Daud mengatakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar sangat mengapresiasi penetapan tersebut. Daud pun mengimbau kepada para pimpinan daerah di kabupaten/kota se-Jabar untuk terus menghidupkan budaya asli daerahnya agar tidak tergerus zaman dan diambil alih pihak luar.

“Saya mengimbau kepada kabupaten/kota (untuk) bisa terus memelihara, bisa terus melestarikan budaya-budaya yang memang hidup di daerahnya. Sebenarnya kita berkompetisi juga dengan negara tetangga kita, seperti di Sumatera (budayanya) banyak yang diklaim wilayah lain,” ujar Daud.

Selain itu, Daud menyebutkan bahwa Pemdaprov Jabar tidak hanya mengupayakan pengakuan resmi budaya-budaya yang ada di 27 kabupaten/kota. 

Saat ini, pihaknya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar sedang memperjuangkan pengakuan UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) atas budaya Pencak Silat.

“(Melalui) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sedang kita upayakan untuk bisa mendapat pengakuan dari UNESCO itu pencak silat. Memang penilaiannya lama, prosesnya sudah beberapa tahun,” tambah Daud.

Untuk diketahui, tahun ini, kurang lebih 267 warisan budaya takbenda didaftarkan dari seluruh Indonesia. Jawa Barat sendiri mengajukan 13 kesenian budaya rakyat yang seluruhnya lulus seleksi dan verifikasi sehingga resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Adapun setelah diusulkan oleh provinsi masing-masing, dilakukan verifikasi dan uji lapangan oleh tim ahli serta diakhiri oleh sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada Agustus lalu. 

Sidang dilakukan sebagai tahap akhir untuk menentukan status setiap usulan. Dinas yang membidangi kebudayaan didampingi oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya mempresentasikan usulannya di hadapan staf ahli yang berjumlah 15 orang.

Berikut 13 kesenian Jawa Barat yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019:

1. Badawang

2. Bajidoran

3. Blenderan

4. Benjang

5. Cingcowong

6. Domyak

7. Kawin Cai

8. Panjang Jimat Kasepuhan Cirebon

9. Reak Dogdog

10. Seren Taun Cigugur

11. Seren Taun Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi)

12. Tari Trebang Randu Kintir

13. Topeng Banjet.






 

BERITA LAINNYA



13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Debut Pahit Tavarez Bersama Persija
Rabu 16 Oktober 2019
Liga 1 2019


13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Soal Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Ajukan Banding Tanpa Bukti Baru
Rabu 16 Oktober 2019
polemik sekda kota bandung


13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Perempuan dan Parlemen Tak Bisa Dipisahkan
Rabu 16 Oktober 2019
DPR RI