Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018  




Rabu 24 Januari 2018

18:47 WIB

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
@prfmnews

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
PRFMNewsChannel

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
Minggu 14 Januari 2018, 15:50 WIB

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018




 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Isu mahar politik di Pilkada Serentak 2018 mulai mencuat setelah La Nyalla Mattalitti buka-bukaan terkait dugaan adanya permintaan uang miliaran rupiah dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada dirinya.


La Nyalla mengaku melaporkan hal tersebut ke para ulama di Jawa Timur dan Jakarta yang telah mendukungnya. Termasuk kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Rachmawati.


Kepada Amien dan Rachmawati, La Nyalla menyatakan, dirinya bukan tak sanggup mengemban tugas dari Gerindra soal syarat uang. Ia hanya ingin rekomendasi sebagai Cagub Jatim keluar dahulu sebelum membayarkan uang miliaran rupiah yang diminta Prabowo.


Terkait hal ini , Peneliti Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem),  Heroik Pratama menilai, mahar politik muncul karena dilatarbelakangi mekanisme rekrutmen yang tertutup di internal partai. Selama ini persoalan rekrutmen kandidat calon kepala daerah menjadi urusan dapur partai politik.


"Mekanisme pemilihan kandidatnya tertutup, tiba-tiba publik disuguhkan kandidat yang akan maju di Pilkada. Tidak adanya keterbukaan inilah yang bisa memunculkan mahal politik," terangnya saat on air di PRFM, Minggu (14/1/2018).


Heroik mengingatkan, salah satu fungsi parpol adalah menghubungkan masyarakat dan negara. Seharusnya mahar politik dan rekrutmen yang tertutup tidak dilakukan.


"Masyarakat akan makin tidak percaya kepada partai," tambahnya.


Ia menjelaskan, saat ini parpol sudah memiliki tiga sumber dana, yaitu dari negara, sumbangan dan iuran anggota. Dengan ketiga sumber ini, seharusnya parpol tidak lagi meminta mahar politik.


"Praktik korupsi politik justru bermuara dari hal yang seperti ini (mahar politik)," papar Heroik.



 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 

BERITA TERKAIT


 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
 

BERITA PILIHAN


 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 

BERITA LAINNYA

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

Pemkot Bandung Akan Tindak Tegas Pelaku Vandalisme di Forest Walk Baksil
Rabu 24 Januari 2018


Kereta Api Argo Parahyangan Anjlok, 475 Penumpang Selamat
Rabu 24 Januari 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018 Sawah di Kota Bandung Hanya Mencukupi 5 Persen Kebutuhan Warga
Rabu 24 Januari 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018 Viral Video Kekerasan Terhadap PKL, Satpol PP Kota Bandung: Kami Mohon Maaf
Rabu 24 Januari 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018 Begini Saran Diskominfo Kota Bandung dalam Menangkal Hoaks
Rabu 24 Januari 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018 Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 24 Januari 2018
Rabu 24 Januari 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018 Pemkab Bandung Lantik 260 Pejabat Baru
Selasa 23 Januari 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 

 

BERITA TERKAIT

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018  Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
Minggu 14 Januari 2018, 15:50 WIB

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018
 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018


 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Isu mahar politik di Pilkada Serentak 2018 mulai mencuat setelah La Nyalla Mattalitti buka-bukaan terkait dugaan adanya permintaan uang miliaran rupiah dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada dirinya.


La Nyalla mengaku melaporkan hal tersebut ke para ulama di Jawa Timur dan Jakarta yang telah mendukungnya. Termasuk kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Rachmawati.


Kepada Amien dan Rachmawati, La Nyalla menyatakan, dirinya bukan tak sanggup mengemban tugas dari Gerindra soal syarat uang. Ia hanya ingin rekomendasi sebagai Cagub Jatim keluar dahulu sebelum membayarkan uang miliaran rupiah yang diminta Prabowo.


Terkait hal ini , Peneliti Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem),  Heroik Pratama menilai, mahar politik muncul karena dilatarbelakangi mekanisme rekrutmen yang tertutup di internal partai. Selama ini persoalan rekrutmen kandidat calon kepala daerah menjadi urusan dapur partai politik.


"Mekanisme pemilihan kandidatnya tertutup, tiba-tiba publik disuguhkan kandidat yang akan maju di Pilkada. Tidak adanya keterbukaan inilah yang bisa memunculkan mahal politik," terangnya saat on air di PRFM, Minggu (14/1/2018).


Heroik mengingatkan, salah satu fungsi parpol adalah menghubungkan masyarakat dan negara. Seharusnya mahar politik dan rekrutmen yang tertutup tidak dilakukan.


"Masyarakat akan makin tidak percaya kepada partai," tambahnya.


Ia menjelaskan, saat ini parpol sudah memiliki tiga sumber dana, yaitu dari negara, sumbangan dan iuran anggota. Dengan ketiga sumber ini, seharusnya parpol tidak lagi meminta mahar politik.


"Praktik korupsi politik justru bermuara dari hal yang seperti ini (mahar politik)," papar Heroik.



 

BERITA LAINNYA



 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 24 Januari 2018
Rabu 24 Januari 2018
Kota Bandung


 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018

 

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 Isu Mahar Politik Panaskan Pilkada Serentak 2018