Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi  




Minggu 21 Juli 2019

01:17 WIB

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
@prfmnews

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
PRFMNewsChannel

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
Senin 17 Juni 2019, 15:08 WIB
Jawa Barat

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi




 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Dewan Pendidikan Kota Bandung, Erwin Permadi Wiradipoetra mengkritisi sistem Penerimaan Peserta DIdik Baru (PPDB) tahun 2019 yang menerapkan 90% zonasi. Ia menyoroti kuota zonasi yang terlalu tinggi dibanding nilai Ujian Nasional (UN). Menurutnya regulasi yang mengatur PPDB yaitu Permendikbud No. 51 tahun 2017 pasal 16 bertolak belakang dengan PP No. 17 tahun 2010 pasal 74 bahwa PPDB harus menggunakan nilai UN dan tidak bicara zonasi. 

"Aturan PPDB tahun ini adalah Permendikbud No. 51 tahun 2017, di pasal 16 diatur ada 90% zonasi, 5% prestasi, dan sisanya kepindah orangtua dan sebagainya, pertanyaannya adalah kenapa zonasi 90%, padahal di PP No. 17 tahun 2010 tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan pasal 74 mengatakan tidak lain untuk PPDB harus menggunakan nilai UN," kata Erwin saat On Air di PRFM, Senin (17/6/2019). 

Celakanya tambah Erwin, pada PPDB tahun ini yang diukur justri zonasi dahulu, sementara nilai UN menjadi pelengkap. "Kalau ada siswa yang jaraknya dengan sekolah sama, maka kemudian akan dilihat siapa yang daftar duluan, ini gila. Kalau ternyata daftar barengan, baru digunakan nilai UN, apa ga keblinger, ini efek dari cerobohnya Kemendikbud," tambahnya. 

Namun disisi lain, ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang melakukan terobosan dengan menerapkan sistem jalur kombinasi antara nilai UN dengan jarak, padahal dalam Permendikbud, hal tersebut dilarang. 

"Saya lihat itu alternatif solutif karena daripada nilai UN yang sudah susah diraih anak diabaikan," ungkapnya.



 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 

BERITA TERKAIT


 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
 

BERITA PILIHAN


 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 

BERITA LAINNYA

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

21 Tahun Hilang Kontak, Turini Ditemukan dan Segera Dipulangkan ke Indonesia
Sabtu 20 Juli 2019


Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi Rambu di Kawasan Rekayasa Lalin Belum Maksimal, Polisi Tunggu Perda
Sabtu 20 Juli 2019  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi Indonesia Open 2019: Kevin-Marcus ke Final, Indonesia Pastikan Satu Gelar
Sabtu 20 Juli 2019  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi Atasi Cegukan dengan Pelatihan Pernapasan
Sabtu 20 Juli 2019  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi Tiga Wakil Indonesia Tembus Final Russia Open 2019
Sabtu 20 Juli 2019  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 

 

BERITA TERKAIT


 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi  Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
Senin 17 Juni 2019, 15:08 WIB
Jawa Barat

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi
 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi


 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Dewan Pendidikan Kota Bandung, Erwin Permadi Wiradipoetra mengkritisi sistem Penerimaan Peserta DIdik Baru (PPDB) tahun 2019 yang menerapkan 90% zonasi. Ia menyoroti kuota zonasi yang terlalu tinggi dibanding nilai Ujian Nasional (UN). Menurutnya regulasi yang mengatur PPDB yaitu Permendikbud No. 51 tahun 2017 pasal 16 bertolak belakang dengan PP No. 17 tahun 2010 pasal 74 bahwa PPDB harus menggunakan nilai UN dan tidak bicara zonasi. 

"Aturan PPDB tahun ini adalah Permendikbud No. 51 tahun 2017, di pasal 16 diatur ada 90% zonasi, 5% prestasi, dan sisanya kepindah orangtua dan sebagainya, pertanyaannya adalah kenapa zonasi 90%, padahal di PP No. 17 tahun 2010 tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan pasal 74 mengatakan tidak lain untuk PPDB harus menggunakan nilai UN," kata Erwin saat On Air di PRFM, Senin (17/6/2019). 

Celakanya tambah Erwin, pada PPDB tahun ini yang diukur justri zonasi dahulu, sementara nilai UN menjadi pelengkap. "Kalau ada siswa yang jaraknya dengan sekolah sama, maka kemudian akan dilihat siapa yang daftar duluan, ini gila. Kalau ternyata daftar barengan, baru digunakan nilai UN, apa ga keblinger, ini efek dari cerobohnya Kemendikbud," tambahnya. 

Namun disisi lain, ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang melakukan terobosan dengan menerapkan sistem jalur kombinasi antara nilai UN dengan jarak, padahal dalam Permendikbud, hal tersebut dilarang. 

"Saya lihat itu alternatif solutif karena daripada nilai UN yang sudah susah diraih anak diabaikan," ungkapnya.



 

BERITA LAINNYA



 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

Atasi Cegukan dengan Pelatihan Pernapasan
Sabtu 20 Juli 2019
Kesehatan


 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi

 

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 Dewan Pendidikan Kritisi PPDB dengan 90% Sistem Zonasi